Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#38


__ADS_3

kini cindi sedang berada didepan ruang kantor CEO dari perusahaan terbesar dikota A.dia benar-benar gugup baru pertama belajar untuk menjalankan bisnis papanya,kini dia harus dihadapkan dengan seorang presiden direktur dari perusahaan besar.


cindi mengatur nafasnya sebelum pintu dibuka oleh sekretaris cantik yang duduk didepan pintu ruangan tersebut.


betapa terkejutnya cindi saat melihat seseorang yang duduk dihadapannya. dia adalah rafa mahendra ternyata rafa adalah presdir nya. batin cindi.


sedang rafa sendiri juga tidak kalah terkejut ternyata cindi adalah utusan dari PT.jaya abadi. dan yang lebih membuat nya tidak percaya adalah yang dikatakan oleh sekretarisnya bahwa cindi yang menjadi direktur baru dari perusahaan yang sudah rafa masukan dalam blacklistnya.


ya, jika rafa sudah memasukan nama perusahaan dalam black list maka, dia tidak akan bekerja sama dalam bentuk apa pun.


"kamu"ucap mereka bersamaan.


"baik..sekarang duduklah". rafa mempersilah kan cindi untuk duduk dikursi yang sudah disediakan di seberang kursi rafa.cindi masih bergeming dia memang mendengar bahwa CEO dari RC group masih sangat muda dan tampan. tapi dia tidak menyangka bahwa itu adalah rafa. ya,rafa mahendra yang ia kenal"atau kamu mau duduk dipangkuanku?"ucap rafa dengan senyum seringainya.cindi kemudian mendekat dan duduk diseberang rafa duduk.


tanpa mengeluarkan suara,cindi menyerahkan berkas yang ia bawa,dan diterima oleh rafa,rafa melihat berkas itu sekilas dan lalu beralih kepada cindi. rafa merasa wajah merah cindi lebih menarik dari pada rencana pada berkas tersebut.


"kamu tahu,perusahaan yang kamu pimpin itu sebenarnya sudah aku masukan kedaftar hitamku?" ucap rafa yang sontak membuat cindi terkejut."apa rekanmu tidak ada yang memberitahumu?".

__ADS_1


cindi berdehem untuk menetralkan suara nya"saya tidak tahu itu,tapi proposal yang saya bawa sangat menjanjikan untuk anda...apa anda bisa mempertimbangkan untuk menghapus nama perusahaan kami dari daftar hitam?" ucap cindi serius.


rafa terkekeh dia merasa geli mendengar suara cindi yang berbicara dengannya dengan sangat formal"kamu tahu alasan kenapa aku memasukan perusahaanmu kedaftar hitam?"cindi menggeleng" perusahaanmu dulu juga mengirim orang untuk menyerahkan proposal" rafa menghentikan sejenak ucapannya" tapi bukan hanya proposal yang diserahkan, perusahaanmu juga menyerahkan orang yang mengirimnya sekaligus... kamu mengerti maksudku?"cindi diam.


cindi mengerti yang rafa maksud adalah orang dari perusahaannya dulu mencoba merayu rafa agar menyetujui proposalnya.cindi tidak habis fikir,bisa-bisanya perusahaannya melakukan hal sekeji itu. dan bukannya mendapat investasi malah dimasukan kedaftar hitam.


"bukankah itu juga sudah termasuk usaha?" jawaban atau lebih kepertanyaan dari mulut cindi membuat rafa terkekeh.


"jadi...anda tidak bisa mengubah keputusan anda?"ucap cindi setelah menghela nafas


rafa berdiri dan berjalan mendekati cindi kemudian duduk diatas meja disamping cindi"kamu mau mencoba merayu aku?"


"hei...keputusanku itu mutlak...asal kamu tahu...tapi hanya aku yang bisa mengubah keputusanku jika aku mau"rafa mencubit hidung cindi dengan gemas.


"mmm...baiklah..."cindi kemudian menarik dasi rafa hingga ia hampir tersungkur karnanya,cindi menarik dasinya sehingga wajah mereka saling mendekat.


"apa tuan mau menghapus perusahaan kami dari daftar hitam dan bersedia bekerja sama?"tanya cindi dengan mengedipkan sebelah matanya untuk merayu seorang presdir didepannya.

__ADS_1


melihat kelakuan cindi,kemudian rafa menarik tubuhnya menjauh kemudian berdehem dan menetralkan degub jantungnya "baiklah mungkin aku bersedia menjadi investor,tapi aku masih menunggu jawabanmu".


"jawaban?"cindi masih bingung dengan maksud rafa.


rafa mengangguk pelan "tentang yang aku katakan saat di hotel graha buana... pikirkan itu baik-baik".


cindi baru ingat tentang ajakan rafa menikah"mana ada orang mengajak menikah seperti orang mengajak makan?" cindi melihat tumpukan berkas yang ada diatas meja rafa "mmm...sepertinya bapak sibuk,jadi saya pamit undur diri" cindi berdiri dan menyampirkan tasnya pada bahu mungilnya"untuk selanjutnya saya akan menunggu keputusan bapak... dan kuharap keputusan bapak tidak membuat saya kecewa"


cindi membalikan badannya untuk melangakah,tapi langkahnya terhenti saat rafa menarik tangan cindi, dan yang membuat cindi terkejut adalah,rafa menyelipkan sebuah cincin cantik dijari manisnya.


"mulai sekarang kamu adalah tunanganku...dan tunggu tanggal pernikahan kita" ucap rafa dengan sebuah senyum tersungging dibibirnya.


cindi mengerjap tidak percaya "tapi aku kesini untuk meminta kerja sama denganmu"


"hei..."rafa masih menggenggam tangan cindi dan mengelusnya lembut dengan tangan satunya"kamu masih belum mengerti?tentu saja aku akan membantumu...tidakkah kau sadar bukan hanya investasi yang kuberikan, aku jufa memberikan diriku untukmu" ucap rafa dan disaat mengatakan kalimat terakhir rafa mengatakannya dengan mendekatkan bibirnya pada telinga cindi, sontak membuat pipinya merah merona entah karna malu atau geli.


happy reading semua...

__ADS_1


jangan lupa jempolnya ya


terimakasih♡♡♡


__ADS_2