Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 21


__ADS_3

"Selamat ulang tahun sayang" Bryan mengecup pipi putrinya.


Tidak seperti biasanya, kini Luci sudah terlihat cukup baik dari ulang tahun nya yang sebelumnya.


Tidak ada perayaan disetiap ulang tahun Luci, mengingat setiap hari ulang tahunnya adalah juga hari kematian ibunya.


Bryan memberikan sekotak hadiah untuk gadis itu "Boleh aku membuka nya Daddy" cicit gadis itu yang masih duduk diatas ranjangnya.


"Tentu saja sayang ini milikmu" Bryan mengecup kening Luci dengan sayang.


Perlahan Luci membuka kotak tersebut dan senyumnya mengembang saat melihat ada kotak musik yang cantik ada disana.


"Terima kasih Daddy" sorak gadis itu kemudian memeluk ayahnya.


"Jangan sedih lagi ya" ucap ayah dua anak itu.


Dan diangguki oleh Luci yang dapat Bryan rasakan dari dadanya.


"Nona Luci, selamat ulang tahun" kini Zaf yang bersuara.


Luci yang tadinya memeluk erat ayahnya, kemudian melepasnya saat mendengar suara Zaf.


Zaf menyodorkan kotak pipih sebagai kado darinya.


"Kakak memeberiku hadiah? " tanya gadis itu.


Zaf mengangguk "Tentu saja, bukalah" ucap Zaf.


Luci menurut, kemudian membuka kotak dari pengasuhnya tersebut.


Mata Luci sontak terbelalak kaget saat melihat apa yang Zaf beri.


Sebuah sketsa gambar seorang ibu yang memangku seorang gadis kecil.


Luci dapat mengenali wajah itu, itu adalah wajah ibunya, wajah yang selama ini hanya dapat ia lihat dari foto yang diperlihat kan oleh Pedro.


Sedangkan di gambar itu, ibunya tengah memangku dirinya, itu adalah hal yang selama ini Luci inginkan.


Kerinduannya terhadap sang ibu seakan terbayar sudah dengan sketsa gambar yang Zaf berikan.


"Terima kasih banyak kak" ucap Luci kemudian beralih memeluk Zaf.


"Itu baru sketsanya sayang, kakak janji akan membuat lukisan yang aslinya untuk mu"ucap Zaf.


"Benarkah? "


Zaf mengangguk pertanda ia akan menepati janjinya.


Bryan melirikan matanya kearah hadiah yang Zaf berikan, rasa terenyuh menghujam hatinya.


Ia kemudian beranjak "Daddy pergi dulu" ucapnya kemudian menghilang dari balik pintu.

__ADS_1


"Kak, bisa kah kau memulainya sekarang? " pinta Luci.


"Memulai apa sayang? " tanya Zaf tak mengerti.


"Melukis gambar ini diatas kanvas" ucap Luci.


"Mmmm"Zaf terlihat berpikir "Tentu saja bisa, tapi masalahnya, kakak belum membeli kanvas dan alat lukisnya" ucap Zaf.


Luci terlihat kecewa mendengarnya.


"Tapi kalau Luci ingin lukisannya secepatnya, Kakak akan pergi untuk membeli kanvas dan alat lukisnya" Zaf memberi pengertian.


Luci mengangguk agar Zaf segera merealisasikan keinginannya.


"Baiklah, sekarang Luci tidur dan kakak akan pergi untuk membeli perlengkapannya oke? "


"Oke"Luci kemudian merebahkan tubuhnya untuk segera tidur.


Sedangkan Zaf kemudian pergi keluar dari mansion untuk membeli perlengkapan melukisnya.


Zaf diantarkan oleh supir keluarga Abram menuju toko perlengkapan lukis.


Setelah mendapatkan apa yang ia perlukan, Zaf kemudian kembali.


Saat ditengah perjalanan, tiba-tiba ponselnya berbunya.


Saat Zaf mengeceknya ternyata panggilan dari Mirela.


"Datanglah ke bar sekarang"(dalam bahasa Inggris).


"Ada apa? " (dalam bahasa Inggris) Zaf tak mengerti kenapa Mirela memintanya untuk datang.


"Ini adalah kesempatanmu, jadi segeralah kemari... aku tunggu"(Dalam bahasa i


Inggris) belum sempat Zaf menjawab, panggilan itu sedah terputus.


Zaf menghela nafasnya "Kita ke Bar"(dalam bahasa Perancis) ucap Zaf kepada sang supir.


Dan tanpa banyak bertanya, supirpun mengantar Zaf ke bar yang dimaksud.


"Ada apa? "(Dalam bahasa Inggris) tanya Zaf setelah bertemu dengan Mirela yang menunggunya.


"Ikut denganku"(dalam bahasa Inggris) Mirela kemudian membawa Zaf menuju ruangan VIP.


"Dia mabuk" (Dalam bahasa Inggris) Mirela menunjuk seorang pria yang tengah terkapar diatas sofa tersebut, yang tidak lain orang itu adalah Bryan.


"Dia mabuk, kenapa memanggilku kemari? "(dalam bahas Inggris). heran Zaf yang masih belum mengerti maksud Mirela.


"Dia mabuk, dan karna hari ini hari ulang tahun anaknya, dia tidak mau kembali ke apartemen ku...jadi ini adalah kesempatanmu untuk bisa membawa nya kembali ke mansion dan kau bisa mengantarnya sampai kekamarnya" (Dalam bahasa Inggris). Mirela menjelaskan.


Kini Zaf mengerti maksud ucapan Mirela.

__ADS_1


Wanita itu kemudian mendekat kearah Bryan dan kemudian memapah pria itu untuk berjalan.


"Segera selesaikan tugas mu Zaf"(Dalam bahasa Inggris) ucap Mirela.


Zaf mengangguk kemudian segera membawa Bryan menuju mobil.


"Zaf sudah membawanya? " (dalam bahasa Inggris)Kenz bertanya kepada Mirela yang baru saja keluar dari ruang VIP.


"Ya, baru saja"(dalam bahasa Inggris) Jawab Wanita itu.


"Kau yakin ini akan membantu? "(Dalam bahasa Inggris) tanya Kenz.


"Kau sudah mempertanyakan ini sudah lebih dari delapan kali Kenz, Zaf tidak akan dengan mudah untuk bisa memasuki ruangan Bryan, karna hanya orang tertentu saja yang bisa kesana, dan ini adalah jalan satu-satunya"(dalam bahasa Inggris).


Memang benar yang Mirela ucapkan, sudah tiga hari Zaf ada di kediaman Abram, namun dia masih belum bisa memasuki ruangan Bryan.


"Tapi, bagai mana dengan keamanan Zaf"(dalam bahasa Inggris) Kenz bertanya lagi.


Mirela mengerutkan dahinya "Maksud mu? " (Dalam bahasa Inggris).


"Apa ada kemungkinan Bryan akan melakukan sesuatu yang buruk kepada Zaf saat dia mabuk? (dalam bahasa Inggris).


"Maksudmu, apa Bryan akan memperkosa Zaf?" (Dalam bahasa inggris) Ucap Mirela kemudian disusul gelaknya. "Mungkin itu bisa saja terjadi jika Zaf tidak bisa menjaga dirinya,lagi pula bukankah minuman yang kau berikan untuk Bryan tadi memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi? Dia tidak akan sadar semudah itu"(dalam bahasa Inggris) Ucap Mirela menepuk pundak Kenz.


Semoga Zaf baik-baik saja. Kenz selalu melafalkan kalimat itu sebagai doa nya.


Di tempat lain...


"Bisa saya bantu nona? "(dalam bahasa Perancis). Melihat Zaf kerepotan Supir memberi tawaran untuk membantu Zaf membawa Tuannya menuju kamar atas.


"Ya,terima kasih"(dalam bahasa Perancis) Zaf kemudian bersama supir memapah Bryan menuju kamarnya.


"Ada yang lain yang bisa saya bantu nona? "(dalam bahasa Perancis) Supir itu kembali memberi tawaran untuk membantu Zaf. Setelah merebahkan Bryan diatas ranjangnya.


"Tidak terima kasih"(dalam bahasa Perancis) tolak Zaf.


Supirpun undur diri, sedangkan Zaf, setelah ia memastikan supir itu sudah menjauh, kemudian matanya menelusuri setiap inci ruangan tersebut.


Dapat, ia menemukan laptop Bryan yang tergeletak diatas meja kerja Bryan,dan kemudian berjalan mendekatinya.


Zaf membuka benda persegi itu untuk mencari data informasi tentang kematian kakak Bryan.


Itu akan Zaf gunakan sebagai bukti ketidak bersalahan ayah Kenz dan ayah Kenz bisa keluar dari penjara.


Saat hendak membuka file yang kemungkinan ada data yang Zaf cari, ternyata file itu terkunci.


Huft... tenang Zaf, konsentrasi... Zaf mengambil nafasnya dalam-dalam kemudian mengotak-atik laptop tersebut untuk membuka password nya.


Dan setelah hampir tiga menit Zaf mengotak-atik nya,ya...dia berhasi membukanya.


Zaf membaca file itu dengan teliti, Bagai mana bisa seperti ini?. batin Zaf tak percaya dengan apa yang dilihatnya

__ADS_1


__ADS_2