
"Kita dimana? " Tanya Safana setelah mobil Zayn berhenti didepan gerbang tinggi berwarna putih.
"Dirumah ku" Jawab Zayn santai.
Tapi tidak dengan Safana,entah kenapa kini jantung nya seakan berdetak lebih cepat.
Ia gugup.
"Kenapa? " Tanya Zayn lembut kemudian melihat kearah Safana yang terlihat tegang "Kau gugup? " Zayn kemudian kembali melajukan mobil nya setelah pintu gerbang itu terbuka.
"Bukankah kamu bilang hubungan kita baru sebatas pacaran, kenapa membawaku kemari? " Tanya Safana masih dengan perasaan was-was.
Zayn terkekeh "Memang nya tidak boleh membawa pacar sendiri kerumah? ah... atau kamu ingin aku membawa mu ke Apartemen ku saja?,disana sepi, mungkin akan lebih enak pacaran disana. " Zayn sedikit menggoda.
Safana melirik sedikit kearah Zayn, kemudian menghela nafasnya, berusaha untuk setenang mungkin.
"Aku hanya ingin hubungan kita diketahui oleh semua orang termasuk keluarga ku Ana,jadi aku akan memperkenalkanmu kepada mereka" ucap Zayn kemudian.
"Tapi tidak secepat ini juga kan Zayn? " Safana masih ingin memberikan penawaran.
"Cepat atau lambat, kamu juga pasti akan kesini kok, jadi tenang saja" Kini mobil sudah terparkir didepan pelataran mansion mewah tersebut.
Dan Zayn pun segera membukakan pintu untuk Safana "Silahkan tuan putri" Zayn menyambut Safana yang baru menginjakan kakinya kelantai.
"Aku gugup sekali Zayn" bisik Safan setelah gadis itu sudah sepenuhnya keluar dari dalam mobil.
"Kenapa gugup?, Mommy tidak akan memakanmu kok" ucap Zayn santai kemudian menggandeng tangan Safana untuk masuk kedalam rumahnya.
"Mom! "Panggil Zayn setelah mereka masuk kedalam mansion tersebut.
Namun tak ada jawaban"Kamu tunggu disini ya,aku panggil Mommy sebentar" ucap Zayn menggiring Safana untuk duduk disofa ruang tamu.
"Zayn"panggil Safana sebelum Zayn meninggalkannya.
Pria itu berbalik "Ya? "
"Jangan lama-lama, aku gugup"
"Tenang saja, Mommy orang nya asik kok" Zayn mencoba menenangkan.
Setelah Zayn melihat Safana yang sudah sedikit tenang, ia kemudian masuk lebih dalam kedalam rumah untuk mencari keberadaan mamanya.
"Mom! " Panggil Zayn setelah mendapati sang mama sedang sibuk memasak didapur.
"Zayn? "Mama Cindi menoleh "Tumben kamu pulang cepet, nggak ngantor? " Tanya mama Cindi.
"Mommy ini,Zayn pulang bawa calon mantu buat Mommy" ucap Zayn dan tentu saja disusul dengan cengengesannya.
Mama Cindi mendecih "Paling juga Hyena yang kamu bawa".
__ADS_1
"Hahaha... kali ini tebakan Mommy seratus persen salah" Zayn mengambil spatula yang ada ditangan Mama Cindi kemudian meletakkannya diatas meja "Ayo kita keluar, biar mommy bisa lihat sendiri".
Zayn mendorong sang mama untuk keluar menuju ruang tamu.
"Jangan dorong-dorong dong Zayn, nanti mommy jatuh bagai mana? " Protes mama Cindi.
Dan Zayn pun menurut, ia kemudian menggandeng tangan mamanya untuk menemui Safana.
"Kanalin mom, dia Safana putrinya tuan Brury" Zayn memperkenalkan Safana setelah mereka sampai diruang tamu dimana gadis itu duduk.
Safana yang mendengar suara Zayn pun sontak berdiri kemudian menyodorkan tangannya "Safana,tante" ucap Safana ramah.
"Panggil saja Mommy Cindi,seperti anak-anak yang lain" Jawab mama Cindi menyambut uluran tangan Safana dengan senyum ramah diwajah cantiknya.
"Oh, mmm, iya tan eh, mom" Ucap Safana sedikit grogi.
"Sepertinya anak asuh Mommy bertambah satu lagi"gurau Zayn yang sontak mendapat jeweran dari mommy Cindi.
"Jangan aneh-aneh, Zayn disini dulu temani Safana, mommy mau ambil cake yang baru mommy bikin tadi" ucap mommy Cindi.
Mendengar itu,Zayn kemudian menghempaskan bokongnya diatas sofa empuk disana,disusul Safana yang juga ikut duduk disamping Zayn.
"Mommy Cindi punya anak asuh? " Tanya Safana penasaran.
"Ya, anak-anak di panti asuhan yang sering Mommy kunjungi" jawab Zayn.
Safana menjawabnya dengan oh tanpa suara.
"Dan Hyena juga? " Tanya Safana, entah itu bermaksud menyindir atau apa,Zayn pun tidak mengerti.
Zayn melihat Safana dengan tatapan herannya, kemudian mengangguk atas jawabannya "Dan Hyena juga" ucapnya kemudian.
Tak lama Mama Cindi pun datang dengan membawa kue yang baru ia bikin dan mereka pun berbincang kemudian.
***
Sebuah senyuman cantik yang hadir pada wajah seorang gadis membuat seorang pemuda yang baru melihatnya pun ikut tersenyum.
"Terima kasih sudah mau jemput"ucap seorang laki-laki kepada gadis yang ada didepannya.
"Kenapa harus berterima kasih? dari pada uang kamu dihamburkan buat bayar taksi kan lebih baik aku yang jemput" jawab sang gadis yang tak lain adalah Hyena.
Pemuda itu kemudian memberi sedikit pelukan kecil untuk kekasihnya itu "Ayo kita pulang"Ajak Gavin kemudian.
Mereka pun bersama kembali kerumah sederhana milik Gavin,dengan mengendarai mobil Hyena yang menjemputnya tadi.
Setelah sampai, Gavin meletakkan tasnya diatas kursi rotan miliknya.
Ya, walau tak sekaya Zayn, namun Gavin adalah sosok yang pekerja keras dan juga punya nyayang itulah satu sifat yang Hyena kagumi dari sosok Gavin.
__ADS_1
"Mau aku beresin baju-baju kamu? " Hyena menawarkan bantuan.
"Tidak usah sayang, aku nggak bawa baju kok, aku cuma mau ambil beberapa berkas saja" jawab Gavin sambil mengambil beberapa lembar kertas dalam map dari kamarnya.
Hyena tak bersuara namun Gavin tahu tatapan yang mengisyaratkan tanya itu tercetak jelas diwajah Hyena.
"Aku dipindah tugaskan di kota B, sayang" Jawab Gavin yang mengerti arti tatapan itu.
"Apa?! " Mendengar itu tentu saja Hyena merasa terkejut.
"Iya, dan aku kesini mau ambil beberapa berkas sekaligus mengunjungi mu".
Terlihat sekali wajah Hyena yang kecewa, dan itu membuat Gavin merasa bersalah.
"Kamu tahu kan sayang, aku hanya karyawan biasa dan tidak mungkin membantah perintah atasan? " Gavin mencoba membujuk Hyena.
Hyena menarik tangan yang tadinya digenggam oleh lelaki tersebut
"Aku kan sudah bilang, bagai mana kalau bekerja diperusahaan papa ku, tapi kamu menolaknya" gadis itu merajuk.
"Memangnya aku bisa bekerja sebagai apa di perusahaan papa kamu? "
Hyena sedikit berpikir "Jadi artis saja, wajah mu sepertinya cocok juga" celetuk gadis itu.
Mendengar itu Gavin jadi terkekeh, bukankah itu artinya gadis itu memuji ketampanannya?.
"Nanti kalau jadi artis, banyak fans ceweknya kamu cemburu" Gavin yang gemas itu berucap sambil mencubit pipi Hyena.
Membuat gadis itu meringis.
Perlahan Gavin menarik kembali tangannya, kedua tatapan itu bertemu.
Gavin mendekatkan wajahnya, semakin dekat kemudian mendaratkan bibirnya pada bibir Hyena yang terasa manis itu.
Kecupan, *******,sesapan mereka mainkan pada adegan tersebut.
"Aku pasti akan sering kesini untuk mengunjungimu" Ucap Gavin sesaat setelah melepaskan pagutannya.
Kemudian mengelap bibir Hyena yang terlihat basah itu dengan ibu jarinya.
Kemudian membawa Hyena kedalam pelukannya.
"Berapa lama disana? " Tanya Hyena dari dalam dekapan pemuda itu.
"Hanya delapan bulan, kamu jangan rindu ya? " Celetuk Gavin "Awh! " disusul ringisan karna merasa sakit pada perutnya karena mendapat cubitan dari Hyena.
"Awas saja kalau berani selingkuh! " Ancam Hyena.
"Tidak berani sayang" Gavin dengan wajah yang ia buat seperti sedang ketakutan,"Lagi pula mana ada sih gadis lain yang melebihi kamu? dalam hal apapun kamu tetap nomor satu dihati ku".
__ADS_1
"Halah... paling nanti lihat cewek cantik dikit kamu juga langsung lupa sama aku".
"Yah... lirik dikit boleh lah ya... " Gavin masih menggoda Hyena membuat gadis itu jadi melengos malas.