Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#42


__ADS_3

"kamu nggak makan?" tanya rafa yang sedang asyik memakan makanan yang dibawakan oleh cindi. karna melihat cindi sedang berputar-putar mengelilingi ruangan besar rafa dan meneliti setiap sudut ruangan.


cindi menggeleng"nggak aku udah makan".


"ya udah...kan tinggal makan lagi".


"no...aku mau diet..."ucap cindi sekenanya, dia hanya nggak mau duduk didekat rafa, karna masih malu dengan kejadian semalam.


"kamu tahu?kamu tu lebih kurus dari pada saat masih sma dulu" ucap rafa yang hanya ditanggapi bibir monyong dari cindi dan membuat rafa tersenyum melihatnya" kamu nggak cape apa muter-muter mulu?"


"nggak...udah ah buruan dihabisin makananya,tante bilang aku nggak boleh pulang kalau kamu belum menghabiskan makanan nya" cindi memang diminta elina untuk memanggilnya mama,tapi cindi masih belum terbiasa jadi hanya memanggil mama saat dihadapan elina saja.


rafa menghampiri cindi kemudian menarik tangannya untuk menemaninya makan,cindi tidak bisa berontak karna tentu tenaga rafa lebih besar.


"sini buka mulut"rafa menyuapkan satu sendok penuh nasi pada cindi dan reflek cindi membuka mulutnya.


karna mulutnya penuh,cindi berusaha keras untuk menelan nasi yang ada di dalam mulutnya.


cindi terkejut rafa tiba-tiba mendekatkan wajahnya,tanpa cindi duga rafa mengambil sebutir nasi yang menempel dibibir cindi dengan lidahnya.


"apa sih"gerutu cindi sambil menepuk punggung rafa.


"sayang aja kalau sampai jatuh tu nasinya" jawab rafa kemudian kembali memasukan sendok pada mulutnya "mubazir".


cindi hanya menatap rafa jengah sambil menghela nafas panjang,menetralkan jantungnya yang berdebar tidak beraturan.


"masih ada pekerjaan?"tanya cindi sambil membereskan tempat makan yang sudah kosong.


"hm"rafa mengangguk sambil memandang mejanya yang penuh dengan dokumen yang butuh tanda tangannya."tunggu aku ya"


"ha?nggak ah...bisa mati bosan aku disini" tolak cindi.

__ADS_1


"kamu bisa istirahat disana" rafa menunjuk suatu ruangan yang ada di sisi kanan dari meja rafa.


"ada apa disana?" tanya cindi penasaran.


"ruang istirahat...kamu lihat saja, disana juga ada ranjang,kamu bisa tidur dulu disana".


"kata-katamu...seperti aku ini doyan tidur...akukan penderita insomnia" ucap cindi yang berniat untuk keluar dari ruangan itu dan pulang kerumah.


"tunggu aku ya...aku akan usahain biar cepat selesai"bujuk rafa lagi sambil mengenggam tangan cindi.


cindi membuang nafasnya"baik...baik" kemudian menuju ruangan yang ditunjuk rafa.


didalam ruangan itu ada sebuah ranjang dengan ukuran besar,kamar mandi disampingnya serta rak yang penuh dengan buku-buku yang tertata rapi bersandar pada dinding.


cindi duduk ditepi ranjang sambil memperhatikan ruangan itu bau rafa banget gumamnya kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


melihat buku-buku besar yang ada di rak sebelahnya,membuat cindi penasaran kemudian beranjak dari ranjang.


"baca apa"suara rafa membuat cindi terkejut karna tidak mendengar ada suara pintu yang terbuka maupun suara langkah kaki.


"huh..."cindi membuang nafas nya karna masih terkejut."kayak hantu aja jalan tanpa suara"


"bukan nya tanpa suara...kamu terlalu fokus sama buku mu"ucap rafa mengelus kepala cindi "mau pulang sekarang?"


cindi mengangguk


"aku antar"


"emang udah selesai?"


rafa tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


"raf..."panggil cindi membuat rafa menghentikan langkah nya dan berbalik melihat cindi yang sedang mengembalikan buku yang tadi dia ambil.


"hm?"


"kenapa sih nama nya rese grup?" tanya cindi yang sontak membuat rafa tertawa.


"bukan rese tapi arsi grup"rafa menjelaskan cara membaca RC group yang rafa maksud.


"iya sama aja".


"nanti juga kamu tau"jawab rafa kemudian jalan lebih dulu kemudian disusul cindi dibelakangnya.


sesampainya diparkiran basement,rafa menuju mobilnya yang bertengger manis ditempatnya,itu adalah parkiran khusus untuk CEO.kemudian menghampiri cindi yang berdiri didepan pintu besar kantor.


melihat rafa yang membukakan pintu mobil untuk cindi membuat seluruh karyawan terheran pasalnya big bosnya itu tidak pernah mengizinkan siapapun naik mobilnya apa lagi memperlakukan wanita dengan sebaik itu.


"kemana?"tanya rafa tanpa menoleh pada lawan bicara nya karna fokus dengan jalanan.


"pulang"jawab cindi cepat juga tidak melihat rafa.


"jalan-jalan dulu deh"ucap rafa yang sebenarnya mau ngajak cindi kencan.


"kencan maksudnya?"cindi meledek.


"tu tau"


"ok deh...kita ke mall aja...aku mau habisin uang kamu".


rafa kemudian melajukan mobil lamborghini nya ke mall terbesar di kota A.


happy reading semua...

__ADS_1


jangan lupa jempolnya untuk menekan like serta komen.author seneng baca komen dari para readers nich...jadi komen yang buanyak ya...kalau sempet nanti dibalas ok...


__ADS_2