Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 36


__ADS_3

Sesuai janji yang Zaf berikan, setelah ia sampai di tanah air, ia kemudian mengirim kan dosis kedua untuk Luci.


Benar yang Zaf katakan mengenai racun itu, Luci benar tersadar setelah Luigi menyuntikan dosis pertama yang Zaf beri.


Namun gadis itu tidak dapat mengeluarkan suaranya setelah ia sadar.


Dan kini setelah dosis kedua diberikan, Luci mulai bisa berbicara satu dua buah kata.


Melihat keadaan gadis kecilnya seperti itu, hati Bryan begitu sakit, ia tidak habis pikir bagai mana bisa Zaf menjadi sekejam itu.


Ia bahkan mengorban kan seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


Bryan masih melihat secarik kertas berukuran 3X4 cm itu dengan mata nyalangnya.


Kertas itu berasal dari Zaf yang ia krim bersamaan dengan dosis kedua untuk Luci.


Hanya ada satu kata dalam kertas itu 'Maaf'adalah kata yang terselip dalam obat tersebut.


Bryan menghela nafasnya berat, kemudian meremas kuat kertas kecil itu.


Dia tidak butuh kata maaf dari Zaf, dia berjanji pada dirinya sendiri akan mencari gadis itu dan menghancurkannya hingga berkeping-keping.


Tidak akan ada kata ampun lagi untuk gadis bernama Zafeera di hatinya.


Empat tahun kemudian...


Seperti membuka lembaran baru dalam hidupnya, Zaf mengisi harinya begitu berbeda dari Zaf yang dahulu.


Tidak mau terlibat dengan urusan perusahaan Daddynya, Zaf kini memilih untuk menjadi seorang pengacara.


Ingin mempelajari masalah hukum adalah tujuannya, dan kini setelah ia berhasil menyelesaikan pendidikannya,Zaf kini lebih memilih bekerja disebuah firma hukum milik negara.


Sudah mendapatkan tawaran dari Daddynya untuk menjadi anggota pengacara RC group namun ditolak oleh gadis yang sudah kehilangan kegadisannya tersebut.


Ia beralasan jika ia ingin menangani kasus pidana dan bukan kasus perdata.


Awalnya Mommy Cindi tidak ingin putrinya mencari pendidikan yang melenceng dari Daddynya.


Namun jika dipikir lagi,dari pada Zaf menjadi seorang seniman,Mommy akhirnya luluh juga.


"Bukankah sudah bagus kalau Zayn yang memegang perusahaan Daddy"ucap Zaf saat itu.


Dan Rafa hanya bisa geleng kepala tentang apa yang putrinya inginkan.

__ADS_1


Menurutinya adalah satu-satunya yang bisa Rafa lakukan.


Setelah satu tahun kepulangan Zaf, Rafa baru mengetahui apa yang terjadi dengan putrinya.


"Kau mengalami masa yang sulit Zaf... Daddy bisa memakluminya"ucap papa Rafa memeluk putrinya.


Zaf yang dari dulu memang lebih dekat dengan Daddy hanya bisa menerima pelukan hangat tersebut tanpa kata.


Dan kini,setelah empat tahun berlalu, Zaf menjalani hidupnya yang terasa amat membosankan.


Bagai mana tidak, dia hanya menjalani hari dengan belajar saat masih kuliah dulu, dan setelah lulus kini hidupnya ia dedikasikan untuk bekerja sebagai pengacara.


"Ini kasus yang akan kau tangani Zaf, kau bisa mempelajarinya terlebih dahulu" ucap kak Dona yang adalah senior Zaf di firma tersebut.


"Terima kasih kak"Zaf menerima berkas dari kliennya kemudian kembali fokus pada pekerjaannya.


Itulah keseharian seorang Zaf.


Menunggu cinta seakan sudah memuakan bagi Zaf, karna itu ia tidak mau menjalin hubungan denga seorang pria mana pun.


Rasanya ia sangat trauma dengan yang namanya cinta.


"Kak Dona mau kemana dandan serapi ini? " Goda Zaf saat melihat Dona sedang men touch up wajahnya.


"Ada kencan Zaf... pokoknya kamu diem aja deh" ketus Dona, walau terkenal wanita garang diperisahaan tersebut, namun Zaf tahu sebenarnya Dona itu sangat baik.


"Di buang aja ke laut Zaf... males ngomongin dia" Dona menjawab.


"Ku pikir kalian pasangan yang sangat cocok, bukannya baru kemaren kalian jalan mesra-mesraan di lobi depan?kenapa sekarang sudah mau kencan sama yang lain? " Zaf bersuara namun matanya masih fokus dengan draf didepannya.


Begitu lah Zaf, dia sekarang memiliki hobi baru, yaitu menggoda seniornya.


"Hust... ku kasih tahu ya" Dona merapatkan duduknya kemudian mengecilkan suaranya bermaksud untuk berbisik kepada Zaf "Si Jhoni itu payah... masak baru lima menit aja udah tepar"ucap Dona nyeleneh.


Dan anehnya lagi, Zaf bersedia membuka kupingnya lebar-lebar untuk mendengar gosip seniornya tersebut.


Mendengar itu sontak saja membuat Zaf tertawa...


"Jangan bilang siapa-siapa ya"pesan kak Dona.


Zaf masih dengan tawanya kemudian menyatukan ujung jari telunjuk dengan ibu jarinya membentuk huruf o dengan diikuti bibirnya yang berkata oke.


Setelah itu, Dona pun pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Jam memang sudah menunjukan pukul lima sore dan itu sudah saat nya semua karyawan disana untuk pulang.begitu juga dengan Zaf.


Setelah sampai dirumah, Zaf melihat semua anggota lengkap ada disana.


Terlihat Daddynya sedang duduk sambil memijit pangkal hidungnya.


"Ada apa Dad? "tanya Zaf yang tidak mengerti tentang keadaan rumahnya.


"Ada masalah di perusahaan Daddy, Zaf" Bukan Rafa yang menjawab, tapi mama Cindi yang duduk disebelah papa Rafa.


Zaf yang mendengarnya mengernyitkan dahinya heran,Sebesar apa masalah yang terjadi sampai perusahaan Daddy yang bahkan tidak mungkin bangkrut sampai merasa pusing?.


Zaf kemudian duduk di sofa depan papa dan mamanya.


"Bisa jelaskan pada Zaf? " Zaf meminta penjelasan.


Mama Cindi memeberikan ponselnya, dan Zaf pun menerimanya.


Sontak kedua mata Zaf membola saat melihat video yang ada disana.


"Apa ini Zayn? "tanya Zaf tak percaya.


"Ya, dan ternyata postingan itu sudah menyebar keseluruh jagat maya, reputasi perusahaan seketika hancur, saham langsung turun drastis" ucap papa Rafa kemudian menghela nafasnya.


"Perusahaan yang mati-matian Daddy bangun selama ini lenyap dalam seketika" ucap papa Rafa menyesali keadaannya.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya Dad? ".


Papa Rafa menggeleng "Daddy tidak tahu, kita berharap saja para investor tidak menarik investasinya"ucap Rafa berusaha berpikir positif.


"Dimana Zayn sekarang? "tanya Zaf.


"Zayn daddy kirim ke Inggris"


"Apa?! "Zaf tak percaya "Daddy salah jika mengirimnya pergi, seharusnya dia tetap disini untuk menjelaskan pada media tentang apa yang sebenarnya terjadi!"


Rafa kembali mengehela nafasnya "Jika Zayn disini, dia akan jadi bulan-bulanan media,dan semuanya akan lebih kacau jika dia bersuara, lebih baik biar dia pergi dulu dan nanti jika semua sudah lebih tenang Daddy akan memintanya kembali".


Mendengar itu nafas Zaf ikutan memburu, ia merasa sangat emosi dengan apa yang sudah dilakukan adiknya.


Apa pemuda tolol itu tidak tahu bahwa perbuatannya itu akan berdampak buruk bagi keluarga ini?


Zaf benar-benar tak habis pikir, apa yang merasuki pikiran Zayn yang notabennya bukan seorang pemain cinta menjadi begitu agresif menyerang seorang gadis yang bahkan Zaf juga tidak mengenalnya.apa adiknya itu sedang dalam pengaruh obat?

__ADS_1


Tapi tidak mungkin, karna Zaf tahu bagai mana kemampuan adiknya tentang barang seperti itu, bahkan adiknya saja bisa membuat racun yang pernah ia gunakan untuk...


Stop, Zaf tidak ingin mengingatnya lagi, begitu sulit bagi Zaf untuk melupakan apa yang pernah ia alami, dan dia tidak ingin menyinggungnya lagi.


__ADS_2