Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 15


__ADS_3

Saat Mirela membuka matanya, ia menyadari sudah berada didalam kamarnya.


Suara gemericik air terdengar dari arah kamar mandi.


"Who is there? "[siapa disana? ] Mirela mencoba memastikan, apakah yang ada di kamar mandi itu adalah seorang bartender yang mengantar nya semalam?


Ya, walau Mirela sudah dalam keadaan mabuk, ia masih tetap bisa mengingat dengan baik apa yang terjadi semalam.


Saat pertama kali ia melihat Kenz,entah ada suatu perasaan yang begitu membuncah didadanya.


Entah itu yang dinamakan cinta atau obsesi yang jelas, Mirela sangat ingin memiliki Kenz.


Beberapa kali ia datang ke Bar hanya ingin melihat bagai mana piawai nya Kenz saat melayani para pelanggan.


Ini adalah pertama kali nya Mirela merasa ingin dicintai oleh seorang lelaki.


Walau ia sudah ada hubungan dengan Bryan Abram, namun itu hanya sekedar hubungan timbal balik, dan tidak ada cinta didalamnya.


Kepada Kenz,Mirela ingin melabuhkan cintanya, tapi saat mengingat bagai mana dirinya yang sekarang, Mirela merasa insecure pada tubuhnya sendiri.


Apa mungkin Kenz akan bersedia menerima dirinya yang sekarang? Entah lah, tapi dia ingin mencobanya.


"Who is there"[siapa disana?].karna tak mendapat respon, ia mengendap-endap berjalan menuju kamar mandi.


Apa mungkin itu adalah Kenz? jadi, Kenz benar-benar bermalam disini menemaniku?. Dia merasa senang dengan pikirannya sendiri.


Saat ada seseorang yang membuka pintu,Mirela bersiap untuk memeluk seseorang itu. Namun ia urungkan saat melihat siapa yang baru keluar dari kamar mandinya.


"Oh, toi cherie"[oh, kamu sayang] ucap Mirela saat melihat ternyata Bryan lah yang ada disana.


"Oui c'est moi, qui penses-tu? "[ya ini aku, kamu kira siapa? ] selidik Bryan, karna sudah biasa baginya untuk datang sesuka hati kapanpun di apartemen yang ia beli untuk wanitanya.


"Oh non... je pensaia qu'il y avait des voleurs ici"[oh, tidak...ku pikir ada pencuri disini] ucap Mirela sambil celingukan mencari keberadaan Kenz, apa dia sudah pergi? syukurlah, dia tidak benar-benar bermalam disini.Tapi ada rasa kecewa dalam hatinya.


"N'essaye rien avecmoi! "[jangan macam-macam] Bryan menangkup rahang Mirela dengan satu tangannya dan menekannya kuat, membuat Mirela meringis kesakitan. "je peux dire si tu oses jouer derriere moi"[aku bisa tahu jika kamu berani bermain dibelakangku] ancam Bryan yang seolah mengetahui apa yang ada dalam pikiran Mirela.


Sebenar nya itu lah yang ia takut kan, ia tidak akan bisa lepas dari genggaman pria tersebut jika bukan Bryan sendiri yang membuangnya.


"je n'oserai pas"[aku tidak akan berani] ucap Mirela, dan itu membuat Bryan menampakan senyum seringainya kemudian melepaskan cengkramannya.


"C'est bien, j'aime les femmes obeissantes"[itu bagus, aku suka wanita penurut] Bryan kemudian mengecup bibir ranum Mirela.


Dan mendorong wanita itu menuju ranjangnya.


Permainan baru saja dimulai, tapi Mirela sudah merasa kan sakit diseluruh tubuhnya.


Bagai mana tidak, Bryan melakukan kekerasan saat menyentuh Mirela namun Mirela hanya bisa menahannya.

__ADS_1


Air mata yang jatuh seakan menjadi sebuah hiburan bagi Bryan, dan dia terus melakukan aksinya untuk menyiksa Mirela diatas ranjang.


***


"Dari mana? " suara Zaf tampak dingin saat menyambut kepulangan Kenz.


Kenz yang seolah tak mengerti maksud Zaf kemudian menjawab "Tentu saja dari bekerja" Jawab Kenz kemudian melewati Zaf untuk masuk kedalam rumahnya.


"Bekerja menemani jalang? " Ucap Zaf dan itu membuat Kenz terkejut, bahkan ia sampai berhenti saat hendak melepas mantelnya.


"Kenapa ucapanmu menjadi kasar begitu? " heran Kenz.


Zaf memutar bola matanya, bukan ini yang ia harapkan untuk jawaban dari pertanyaannya "Jadi, apa bagimu ucapanku salah? " Tanyanya.


Kenz meyampirkan mantelnya "Ada apa dengan mu? " Kenz tak mengerti.


Zaf menggeleng "Jangan mencoba menyalakan api Kenz, jika kamu berani melakukannya mungkin bukan hanya satu orang yang akan terluka" Zaf kemudian melangkah menuju kamar Kenz.


Meninggalkan Kenz yang masih terdiam bingung diruang tamu.


Tunggu dulu, apa Zaf ke bar semalam?.


Kenz kemudian melangkah cepat menyusul Zaf, namun saat memutar knop pintu ternyata dikunci dari dalam.


"Zaf! " panggilnya.


"Zaf, apa kau mendengarku? "


Masih diam tak menjawab.


"Zaf, apa kau ke bar semalam? "


Zaf masih bergeming.


"Zaf, bukan kah sudah ku bilang, jika kamu ingin tetap disini, maka ku minta kamu untuk percaya pada ku? "


Cklek...


Zaf membuka pintunya.


"Kau tahu, aku bahkan tidak bisa tidur hanya memikirkan apa yang kalian berdua lakukan didalam sebuah ruangan yang sama? " ucap Zaf dingin.


Kenz menatap mata gadis itu yang tampak ada garis hitam disekitarnya.


"Zaf-"


"Beri tahu aku apa rencana mu! " ucap Zaf menyela ucapan Kenz.

__ADS_1


Kenz menghela nafas. kemudian menarik tangan Zaf untuk mengikutinya.


Kenz menuntun Zaf menuju sofa kemudian mendudukan gadis itu.


"Namanya Mirela, dia adalah wanita simpanan Bryan Abram, dan-"


"Dan kamu mencoba untuk mendekatinya? " sela Zaf.


Kenz mengangguk pelan.


"Sudah kukatakan, aku akan membantumu Kenz"


"Dengan cara apa? apa kamu bisa masuk kedalam rumah Abram dan mengambil data yang ada disana? " Kenz meninggikan suaranya.


"Lalu apa wanita bernama Mirela itu juga bisa masuk kedalam rumah Abram? " Ucap Zaf "Ck, seorang wanita simpanan tentu tidak akan berani mendekati rumah istri sahnya kan? ".


Kenz menghela nafasnya, ia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Jika tujuan mu adalah mengambil data yang ada di kediaman Abram seharus nya bukan Mirela yang kamu dekati, tapi istri sahnya yang harusnya kamu dekati" Zaf yang merasa kemarahannya sudah di ubun-ubun kemudian beranjak dari duduknya.


Namun lengannya ditangkap oleh Kenz, sehingga membuat Zaf kembali terduduk.


"Istri Bryan sudah meninggal, dan dia hanya memiliki dua orang anak dan kedua anaknya itu berjenis kelamin laki-laki, coba katakan pada ku, siapa yang bisa kudekati selain Mirela? " ucap Kenz melemah.


Zaf mengerjapkan kedua matanya, mendengar ucapan Kenz barusan.


"Kalau begitu, biar kan aku saja yang mencobanya" ucap Zaf.


"Tidak, aku tidak memperbolehkannya, terlalu berbahaya untukmu" Kenz tidak bisa membiarkan Zaf ikut campur dalam masalahnya.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membahayakan bagi diriku, jadi kamu cukup meminta sedikit bantuan pada Mirela itu dan sisanya biar aku yang akan mengurusnya" ucap Zaf yang begitu yakin dengan rencananya.


"Apa maksudmu? " tanya Kenz yang ingin tahu rencana apa yang ada di otak kecil Zaf.


Zaf pun menceritakan rencananya, dan akhirnya Kenz pun menyetujuinya.


"Ingat, jika ada apa-apa langsung hubungi aku" ucap Kenz.


"Iya, kamu tenang saja, dan minta lah Mirela untuk melakukannya malam ini" ucap Zaf.


Kenz menghela nafasnya, tidak tega sebenarnya bagi Kenz membiarkan Zaf untuk membantunya.


Namun memang benar apa yang Zaf ucapkan, karna rencana Kenz memang tidak sebagus rencana Zaf.


Semoga saja apa yang direncanakan oleh Zaf bisa berjalan dengan lancar.


__ADS_1


__ADS_2