Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 47


__ADS_3

[Jangan pergi duluan jika kau bosan, aku akan segera menyelesaikan rapat nya] Pesan singkat dari Kenz pada ponsel Zaf.


Padahal ia baru sepuluh menit meninggalkan Zaf di ruangannya.


Merasa bosan, Zaf kemudian memutar-mutar kursi kerja milik Kenz.


Iseng ia menyalakan laptop Kenz untuk bermain game atau menonton drama yang Akhir-akhir ini menjadi kesukaan Zaf.


"Eh, terkunci"gumam Zaf, ia kemudian mempercepat gerakan jarinya pada keyboard laptop Kenz untuk membuka password nya.


"Berhasil" ucap Zaf senang. Bagi seorang Zaf membuka password dalam komputer itu hal yang sangat mudah.


Zaf mengerutkan keningnya saat melihat sesuatu dalam e-mail Kenz.


Huft... Zaf harus bicara dengan Kenz.


Cklek...


Pintu kayu dengan cat berwarna cokelat itu terbuka, Zaf tak menyangka Kenz sudah kembali dari rapatnya.


"Cepat sekali? "Zaf berucap saat Kenz sudah berdiri didepannya.


"Sudah kukatakan, aku akan segera menyelesaikan rapatnya" Jawab Kenz.


Kenz mempercepat rapat yang ia ikuti karna takut Zaf akan bosan menunggunya, apalagi tadi Zaf sudah menunggunya di loby selama satu jam.


Akhirnya rapat yang biasanya akan berlangsung satu sampai dua jam Kenz percepat hanya tiga puluh menit saja.


"Kenz, ada yang ingin ku katakan" ucapan Zaf terdengar serius.


"Katakan lah Zaf" Kenz duduk diatas meja seperti yang ia lakukan tadi, sedangkan Zaf masih duduk di kursinya.


"Apa kau akan melakukannya pada keluarga Abram? "Zaf mau nunjuk isi e-mail Kenz yang ia baca tadi.


Kenz menoleh pada layar laptop yang ditunjuk oleh Zaf.


Bisa Kenz mengerti jika Zaf dapat membuka password nya karna Kenz tahu betul Zaf adalah hacker yang handal.


"Ya, aku harus melakukannya Zaf, demi kebaikan mu" Ucap Kenz mengusap puncak kepala Zaf.


Zaf meraih tangan Kenz yang ada dikepalanya, kemudian menggenggamnya.


"Berjanjilah pada ku jika kamu tidak akan melakukannya Kenz".Zaf mengeratkan genggaman tangannya

__ADS_1


Kenz merasa sedikit terkejut dengan apa yang Zaf tuturkan.


"Kau masih memiliki simpati padanya? " Ada sedikit nada kemarahan pada pernyataan Kenz.


Mungkin ia merasa cemburu.


Zaf menggeleng "Apa yang akan kau dapat jika menghancurkan nya Kenz? " Zaf memberikan pertanyaan.


"Hanya dengan dia hancur, maka dia tidak akan bisa menyentuh dan mengganggumu lagi Zaf, mengertilah...itu keuntungan yang akan kita dapat, aku tidak ingin mengambil resiko keselamatan mu, karna itu aku mengambil langkah ini. " Kenz meminta pengertian dari Zaf.


"Maka jika kau benar-benar menghancukannya, dia akan semakin membenci kita Kenz, dia pasti akan mencari cara yang lebih kejam lagi untuk kembali membalas dendam kepada kita" Zaf tidak ingin ada dendam kedua atau pun ketiga, ia ingin hidup dengan tenang.


Kenz memijit keningnya yang terasa nyeri, ia tidak berpikir sejauh itu.


Memang benar apa yang Zaf katakan, jika ia benar-benar menghancurkan Bryan, tidak menutup kemungkinan pria itu akan memiliki dendam yang lebih dalam lagi kepada Kenz dan Zaf.


Dan itu justru malah akan semakin membuat keselamatan Zaf akan terancam.


"Lalu bagai mana cara nya untuk membuatnya jera?"Kenz mengatakan pertanyaan pada Zaf.


"Biarkan saja dia Kenz, tidak perlu merespon apa yang dia lakukan, Kita hanya perlu membuat tameng agar saat dia kembali menyerang kita memiliki solusinya, tapi bukan menghancurkan nya balik".


"Kau yakin ini akan efektif? melihat betapa ia ingin menghancurkanmu dan keluarga mu, kau yakin dia akan menyerah? "Kenz.


Kenz mengangguk samar,kemudian meraih ponsel yang ada di saku jasnya.


"Batalkan semua rencanya"ucap Kenz memberi perintah kepada bawahannya.


Dan tanpa mendengar jawaban,Kenz kemudian langsung menutup panggilannya.


"Kau marah? "Zaf bertanya karna Kenz hanya diam setelah menutup panggilannya tadi.


Kenz menatap kearah Zaf kemudian mengulas senyum di bibirnya.


"Aku hanya menghawatirkan mu Zaf, karna targetnya adalah dirimu".


Cup...


"Aku baik-baik saja" ucap Zaf setelah memberikan satu kecupan untuk Kenz.


"Baiklah... kau menang" Kenz mengusap wajahnya,"Jadi, apa rencanamu hari ini? " Kenz merubah topik.


"Hmm? "Zaf terlihat berpikir "Belum tahu" jawabnya kemudian beranjak dari kursi nyaman tempat ia duduk tadi.

__ADS_1


"Kau mau jalan-jalan? "Kenz memberi penawaran.


"Kau ada waktu? "Zaf bertanya, karna ia yakin Kenz pasti sangat sibuk.


"Tentu saja" Kenz menjawab kemudian menekan satu tombol pada telepon yang ada di mejanya.


"Kosongkan jadwalku hari ini"Kenz memberi perintah sepertinya kepada sekertarisnya melalui telpon selulernya.


"Baik tuan"jawab suara seorang wanita dari seberang sana, kemudian Kenz menekan kembali tombol yang ada di telpon tersebut untuk mematikan panggilannya.


"Jadi, tuan putri akan pergi kemana hari ini? " Kenz berucap sambil memperlihatkan pose seperti seorang pelayan kepada tuan putrinya.


Zaf yang melihat itu kemudian tertawa "Apa Presdir Kenzi juga melakukan hal yang sama dengan wanita lainnya? " gurau Zaf.


Namun gurauan Zaf sama sekali tak membuat Kenz senang, melainkan ia merasa kesal.


Bagai mana bisa Zaf bicara seperti itu, apa Zaf pikir selama empat tahun ini Kenz akan selalu bergonta-ganti pasangan.


"Apa kau pikir aku ada waktu untuk menjalin hubungan dengan wanita lain? " sindir Kenz.


Zaf mengangkat bahunya "Siapa tahu kan?,kau tidak ingat saat aku datang ke kost mu saat kita masih di Indonesia, aku mendengar saat kau bermain dengan wanita itu? "Seolah Zaf ingin memancing amarah Kenz dengan mengulang cerita lama.


"Bukankah kau juga tahu, jika aku hanya berpura-pura saat itu? " Kini Kenz seolah kehilangan selera untuk pergi jalan-jalan, dan akhirnya ia merebahkan tubuhnya diatas sofa panjang.


"Kenapa malah tiduran? bukan kah kita akan pergi jalan-jalan? "Zaf menggerutu.


"Aku malas, kau pergi saja sendiri!"Ucap Kenz yang seolah sedang mengambek, ia meletakan lengannya menutupi matanya.


"Ya sudah, kalau begitu aku pergi sendiri..." Zaf berpura-pura berjalan menuju pintu ruangan tersebut "Lebih baik aku cari seorang pria untuk menemaniku".pancingnya.


Kenz yang mendengar itu langsung tersentak dan tiba-tiba terduduk.


"Berani keluar dari pintu itu,ku patah kan kaki mu"ucap nya dingin disertai hawa mencekam.


Zaf yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya.


Wanita itu kemudian berbalik dan berjalan menuju Kenz yang masih duduk di tempatnya.


Ada senyuman terulas dibibir Zaf "Wah... sejak kapan seorang Kenz menjadi begitu posesif? " entah mengejek atau apa maksud dari ucapan Zaf tersebut "Tapi aku suka" bisiknya setelah ia duduk dipangkuan Kenz.


Kenz yang mendengar itu kemudian menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman.


__ADS_1


__ADS_2