
Hyena tengah tertidur muringkuk diatas sofa panjang saat Zayn kembali ke apartemen tersebut.
"Dasar bocil"gerutu Zayn yang melihat gadis itu terlelap seperti seorang bayi.
Zayn kemudian mengankat tubuh Hyena untuk ia pindahkan kedalam kamarnya.
Namun setelah ia berhasil menggendong gadis itu, tiba-tiba kedua bola mata Hyena terbuka.
"Hm? kau? "Ucap Hyena sedikit terkejut.
"Kenapa tidur di sofa? aku mau memindahkanmu kekamar"ucap Zayn tetap melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan masih ada Hyena digendonganya.
"Eh, tunggu"Hyena menggoyangkan tubuhnya agar Zayn bersedia menurunkannya "Aku sudah bangun,untuk apa membawaku kekamar" serunya.
Zayn kemudian menurunkan Hyena, dan dengan sigap gadis itu langsung berdiri dihadapan Zayn.
"Jam berapa ini? " Tanya Hyena, mencari dimana ia meletakan ponselnya tadi.
"Jam setengah sepuluh, ada apa? " Zayn seperti ikut mencari sesuatu yang bahkan ia tidak tahu. "Cari apa? "tanya Zayn akhirnya.
"Ponselku"jawab Hyena kemudian merasa senang karna mendapatkan poselnya yang ternyata ada di bawah sofa tempat ia tidur tadi.
"Pasti akan kena omel lagi sama mama" gerutu gadis itu sambil membuka ponselnya hendak menghubungi mamanya.
"Tidak usah telfon tante Elfa, tadi sudah ku telfon dan bilang kalau kamu menginap dirumah karna Zaf sudah pulang"jelas Zayn agar gadis itu tidak khawatir.
Mendengar itu Hyena merasa lebih lega "Jadi, Zaf sudah pulang? "
Kruuuughhh....
Suara perut Hyena berbunyi begitu kencang bahkan menghentikan Zayn yang tadi hendak bicara.
"Kau lapar?" tanya Zayn sambil menahan tawanya.
Gadis itu menjawab dengan menganggukan kepalanya "Tidak ada apapun didalam kulkasmu cuma ada makanan ringan, dan itu tidak cukup untuk memenuhi isi perutku" Gadis itu menunjukan senyum kudanya.
Dapat Zayn lihat ada banyak bungkus makanan ringan yang masih berserakan di lantai dan itu pertanda Hyena sudah menguras isi lemari es nya.
"Tadi ku bawakan makan malam, bisa ku tebak kau pasti akan melewatkan makan malam mu, dan ternyata itu benar"ucap Zayn mengambil bungkusan yang tadi ia bawa.
Hyena hanya menanggapi ocehan Zayn itu dengan cengesannya saja, kemudian menerima bungkusan yang Zayn berikan.
__ADS_1
"Wah... mie ayam, tepat seperti yang aku mau" ucap gadis itu yang merasa senang setelah membuka makanannya itu "Bisa tolong ambilkan aku air minum tuan pemilik rumah" ucapnya lagi.
"Dasar, sudah dikasih tumpangan, di kasih makan masih berani menyuruh lagi" gerutu Zayn yang kemudian melangkahkan kakinya kearah lemari es untuk mengambil kan Hyena air.
"Bukankah tamu adalah raja"Gadis itu dengan mulutnya yang sudah penuh.
"Cepat habiskan dan segera tidur" ucap Zayn meletakkan air didepan Hyena.
"Tadi sudah tidur, bagai mana bisa tidur lagi?" gumam gadis itu "Bagai mana kalau nanti kita mabar saja"usulnya.
"Sudah main seharian masih kurang?! " seru Zayn.
"Tadi aku kan tidak main" gadis itu dengan lesu memasukan supit yang sudah mencapit mie kedalam mulutnya.
"Kalau tidak main,seharian disini kamu ngapain? Bukannya tadi senang sekali saat duduk di kursi gaming itu? " Zayn bersuara lagi.
Gadis itu mengerucut kan bibirnya "Tadi belum sempat bermain karna Safana terus menelfon".
Tercetak jelas kerutan didahi Zayn, menandakan ia bertanya kenapa dengan hanya menunjukan ekspresi wajahnya.
"Oh iya, ada titip salam juga buat kamu" gadis itu menyambung ucapannya.
"Ada membahas tentang investasi tadi tidak? " tanya Zayn.
"Bagai mana menurutmu? " Zayn memebenarkan duduknya menghadap kepada gadis yang tengah asyik dengan makanannya "Apa mungkin, dia memiliki maksud lain jika ia menyetujui kontrak yang aku bawa tadi? " kemudian bertanya.
Hyena tampak berpikir, tapi kalau dipikirkan kembali, memang aneh karna dalam kontrak tersebut pihak investor hanya akan menerima sepuluh persen dari keuntungan yang didapat.
Dan ditambah karna perusahaan yang Zayn pegang sedang dalam proses pemulihan, jadi keuntungan yang didapat pasti tidak lah banyak.
Jika ada investor yang berani mengambil resiko sebesar ini apa sebenarnya yang mereka pikirkan.
"Mungkin Om Brury ingin kamu jadi menantunya makanya dia bersedia membantu mu ha ha ha... uhuk uhuk... "celetuk gadis itu yang sontak mendapat tatapan tajam dari pemuda didepannya.
Zayn menyipitkan matanya kemudian berkata "Tidak ada gadis lain yang ingin ku nikahi kecuali dirimu" ucapnya sambil mendekatkan wajahnya pada Hyena.
Gadis itu memundurkan kepalanya agar Zayn tidak terlalu dekat dengannya.
Kemudian mendorong kening pemuda itu dengan jari telunjuknya.
"Huft"Hyena menghela nafas "Kau tahu Zayn, kita ini tumbuh besar bersama mungkin terlihat seperti Zaf dan Kenz, tapi hubungan kita tidak akan berakhir seperti mereka" Hyena berucap panjang lebar.
__ADS_1
"Kenapa? " Zayn seperti tak terima.
"Ah, kamu cari gadis lain saja, aku sudah ada Gavin" ucap Hyena kemudian mengambil botol yang tadi Zayn berikan dan langsung meminumnya.
"Jangan sebut nama itu lagi !"Zayn memelototkan kedua matanya membuat Hyena sedikit takut.
Tapi bukannya menciut, gadis itu malah tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Oh, iya... kita balik kerumah kamu aja yuk, aku kangen sama Zaf" Hyena mengalihkan topiknya.
"Tidak perlu pulang kerumah, karna sudah pasti Zaf tidak akan ada disana" ucap Zayn kemudian melangkahkan kakinya kearah sofa tempat Hyena tidur tadi.
"Memangnya Zaf kemana? " tanya gadis itu polos.
Zayn menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan bodoh dari gadis itu "Kemana lagi? tentu saja kerumahnya Kenz" Jawab Zayn memutar bola matanya, entah kenapa kadang meladeni gadis yang entah polos beneran atau hanya setingan ini merasa malas sendiri.
"Hei, Zayn! " Panggil Hyena dengan suara yang sangat pelan,ternyata gadis itu sudah duduk di lantai dibawah sofa yang sedang Zayn tiduri.
"Hm? " Zayn menutup matanya dengan lengannya sendiri.
"Apa menurutmu, Zah sudah melakukan 'itu' dengan Kenz? " tanya Hyena yang membuat Zayn kembali membuka matanya.
Ia melihat kearah Hyena yang tengah menyatukan kedua jari telunjuk nya dihadapannya,seolah mempraktekan apa yang ia maksud dengan kata 'itu' tadi.
"Menurut mu? " Zayn sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Tapi sepertinya tidak mungkin, Zaf tidak semurahan itu" ucapnya membela Zaf.
"Oh ya? " Tanya Zayn meyakinkan "Apa kau lupa, Zaf sudah tergila-gila kepada Kenz sejak dulu? menurutmu, apa yang akan Zaf lakukan jika cinta nya terbalas? ".
"Maksudmu, ia bisa saja menyerahkan dirinya setelah Kenz menerimanya" Hyena memicing.
"Mungkin" jawab Zayn kembali memejamkan matanya.
"Tidak mungkin, karna Kenz bukan seperti pria hidung belang yang akan dengan mudah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan" Gadis itu sepertinya masih polos, ua masih berpikir setiap hubungan orang lain akan sesehat hubungannya dengan Gavin kekasihnya.
"Jangan bilang, kamu dan Gavin belum pernah? " Zayn menghentikan kalimatnya namun tentu saja Hyena mengerti maksud ucapan pria tersebut.
Terlihat sekali wajah bloon milik Hyena yang sontak membuat Zayn jadi tertawa gemas.
"Aseek...jadi nanti kalau kita menikah istri aku masih perawan dong" godanya.
__ADS_1
Ucapan Zayn itu membuat wajah Hyena langsung memerah dan langsung sebuah bantal melayang kewajah tampan milik Zayn.
Gadis itu malu ternyata...