Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#34


__ADS_3

brakkkk!!!


sebuah buku tebal mencium bibir rafa dengan kerasnya.cindi merasa kesal karna rafa mengatakan untuk menghapus hutang,cindi harus menciumnya.


rafa meringis"ada makanan?"


"hanya mi instant... mau?"


rafa menggeleng "tidak... makanan seperti itu mana ada gizinya?"


"kalau nggak mau yaudah aku bikin buatku sendiri"cindi beranjak menuju dapur untuk memasak mi instan.


"kamu setiap hari makan itu?"tanya rafa setelah cindi kembali dengan semangkuk mi instant.


cindi mengangguk sambil menyuapkan mi kedalam mulutnya.


"pantas kamu makin kurus".


"kamu pulang sana...dan beli makanan yang ingin kamu makan!"seru cindi karna kesal.


rafa menggeleng"emang itu enak?".


"mau coba?"cindi mendekatkan mangkuknya pada rafa.


dengan gerak cepat rafa menarik tangan dan kemudian tengkuk cindi,dia ******* bibir cindi yang terlihat basah oleh kuah dari mi instan itu"enak"ucap rafa di sela-sela kecupannya.

__ADS_1


cindi mulai kehabisan nafas dan langsung mendorong rafa sekuat tenaga. "apa kamu tidak malu dengan imagemu sebagai bos yang dingin dan galak,?" cindi meninggalkan rafa kemudian menuju kamar dan membungkus tubuhnya dengan selimut.dia merasa panas diwajahnya dan jantungnya serasa berdegub dengan cepat


rafa menaikan sebelah alisnya merasa heran dengan cindi,dan karna merasa perutnya keroncongan,dia menyantap mi yang ia bilang tidak ada gizinya itu.


"setelah habis,cepat pulang!"teriak cindi dari dalam kamar yang seolah tau jika mi nya dimakan oleh rafa.


setelah rafa menghabiskan makanannya, seperti yang cindi katakan,dia akan pulang.


sebelum pamit,rafa terlebih dahulu melihat cindi dikamarnya memastikan gadis itu sudah terlelap atau belum.


melihat cindi yang sudah tidur,rafa menuju pintu untuk pergi.saat membuka pintu itu,rafa kemudian menutup kembali "bodo amat...dia mau marah-marah atau mengamuk sekalipun aku tidak mau pulang"gumamnya dengan suara yang sangat kecil hingga tidak terdengar oleh siapapun.


rafa kembali kekamar cindi dan tidur disampingnya,karna ranjangnya berukuran satu orang,jadi rafa tidur dengan posisi miring sambil memeluk cindi.


cindi yang tadinya hanya ingin pura-pura tidur malah jadi terlelap.ada suatu perasaan yang dulu ia rasakan seakan kembali lagi. entah perasaan apa itu tapi malam ini cindi hanya terfikir untuk terhanyut dalam mimpi indah nya,karna selama 4 tahun ini dia tidak pernah merasakan hatinya senyaman ini.


cindi yang baru saja bangun dari tidurnya tiba-tiba melempar bantal kemuka rafa yang masih tertidur pulas sambil memeluknya"bukannya aku menyuruhmu pulang?!"cindi mendengus kesal sambil melepaskan tangan rafa yang melilit perutnya.


"aku lupa jalan pulang"jawab rafa sekenanya karna masih mengumpulkan nyawa.


"nggak usah becanda...!cepat bangun dan pulang sana!!"cindi menarik lengan cowok itu agar segera beranjak dari kasurnya.


tapi bukannya beranjak rafa malah menarik cindi hingga cindi terjatuh diatas rafa.rafa yang masih terpejam menyunggingkan senyum dan menarik tengkuk cindi.


cindi memberontak agar bibirnya tidak diserang oleh rafa yang ia pikir semakin menggila setelah 4 tahun ini"rafa....!lepas...!raf-" 'cup' akhirnya rafa yang menang lagi.

__ADS_1


"morning kiss"gumam rafa seraya beranjak sambil senyum tersungging dibibirnya.


"rafa....!!"teriak cindi melempar bantal kearah rafa,tapi sayang lemparannya meleset dan membuatnya jadi bertambah kesal.


 


"kenapa tidak pulang juga?!"cindi yang mulai putus asa karna tidak juga membuat cowok dihadapannya itu pergi.


ditatapnya mangkuk yang berisi mi instan yang direbut rafa dari tangan cindi.


"aku akan pulang...setelah sarapan" rafa menyantap mi yang cindi buat yang tadinya untuk ia makan sendiri karna cindi fikir rafa sudah pulang.ternyata dia sedang mandi dikamar mandinya"kamu setiap hari makan beginian?".


cindi mengguk"kalau sudah selesai cepat pulang...aku mau bersiap kehotel"cindi melenggang.


"kehotel??...ya udah bareng aja!" mendengar cindi akan kehotel,rafa merasa bersemangat.


cindi mengehentikan langkahnya dan menatap rafa" nggak...jangan sampai orang-orang tau kalau kita saling kenal".


rafa terbengong mendengar pernyataan cindi.apa mengenalnya itu membuat cindi malu?atau dihati cindi nama rafa benar-benar telah ia hapus? entahlah... itu yang membuat rafa selalu bertanya-tanya.


kalau semua gadis yang tidak ia kenal sangat ingin agar seorang rafa mengenalnya,bahkan gadis lain akan sangat senang bila rafa bisa mengingat namanya. tapi kenapa cindi,gadis yang ia cintai sejak 4 tahun yang lalu hingga sekarang bahkan tidak ingin jika orang tau kalau rafa mencintainya.


rafa meninggalkan kontrakan cindi tanpa pamit.dan saat cindi tidak melihat rafa ditempatnya,ia merasa kehilangan.


happy reading semua...

__ADS_1


jangan lupa jempolnya


__ADS_2