
Dengan diantarkan taxi, Zaf akhirnya sampai di kediaman Abram.
Saat memasuki mansion tersebut, Zaf dibuat sedikit takjup, karna walau ia juga tinggal di mansion yang tidak kalah mewah, namun nuansa yang terpancar dari mansion disini memang sangat menakjupkan.
Zaf bertemu dengan seorang kepala pelayan disana, kemudian menyerahkan tanda pengenalnya sebagai bukti bahwa ia adalah Zafira yang dipekerjakan disana.
Wanita paruh baya itu kemudian mengajak Zaf menuju dalam Mansion.
Ia menginformasikan bahwa Mansion ini terdiri dari tiga lantai, lantai pertama adalah tempat umum, jadi disini dibebaskan untuk tamu serta para pelayan memasukinya.
Lantai dua ada kamar tuan dan nona muda yang nantinya akan diasuh oleh Zaf, disana juga ada kamar nyonya besar, nyonya besar adalah ibu dari Bryan Abram.
Sedangkan lantai tiga adalah ruangan khusus milik Tuan Bryan. ia tidak suka jika ada sembarang orang yang memasukinya. bahkan hanya dua pelayan saja yang diperbolehkan untuk membersihkan ruangan tersebut.
"Parce que votre travail consiste a superviser M. Pedro et Mlle Luciana,votre chambre est donc situe'e entre leurs chambres"[karna tugas mu adalah mengawasi tuan Pedro dan nona Luciana, jadi kamarmu terletak diantara kamar mereka] ,kepala pelayan itu memberi penjelasan.
"D'accord, merci"[ baik, terimakasih]ucap Zaf.
"je veus en prie"[sama-sama] sambut kepala pelayan itu ramah, Zaf tidak menyangka ia akan bertemu dengan kepala pelayan yang seramah ini.
Tadinya ia pikir, ia akan kesulitan karna setiap ia membaca novel pasti akan ada pemeran antagonis dalam ceritanya.
Baik lah,ini adalah kisahnya, bukan kisah orang lain yang ada di novel-novel tersebut.
Setelah meletakan barang-barangnya kedalam kamar yang ditunjukan oleh kepala pelayan tadi, kini Zaf kemudian digiring menuju ruang makan.
Karna tuan dan nyonya ternyata sedang sarapan.
"Monsieur, cette dame est la nouvelle baby-sitter de little miss et little master"[Tuan, nona ini adalah pengasuh yang baru untuk tuan kecil dan nona kecil] ucap kepala pelayan memperkenkan Zaf kepada Tuannya.
Dimeja itu ada Tuan besar yang adalah Bryan Abram,seorang wanita tua yang Zaf yakini adalah ibu dari pria tersebut, dan ada Kedua putra dan putri dari Bryan Abram.
Putranya bernama Pedro Abram berumur enam tahun dan putrinya bernama Luciana Abram berusia empat tahun.
Itu adalah informasi yang Zaf ketahui dari kepala pelayan yang tadi mengantarnya.
"Oui, tu peux y aller"[ya, kau boleh pergi] ucap Bryan dingin kepada kepala pelayan tersebut.
"oui monsieur, excusez-moi"[baik tuan, permisi] Kepala pelayan itu undur diri, dan sebelum ia melangkah pergi,pelayan tersebut memberi isyarat kepada Zaf agar gadis itu mendekat kepada tuannya.
__ADS_1
Zaf pun mengerti maksud dari kepala pelayan tersebut, kemudian berjalan mendekat.
Bryan yang tadinya sedang menikmati secangkir kopinya, kemudian beralih kepada Zaf yang mendekatinya.
"Femme asiatique? "[wanita asia?] ucap Bryan setelah memperhatikan Zaf dari atas hingga kebawah.
"Bon monsieur"[benar tuan] jawab Zaf kemudian membungkukan badannya sebagai tanda penghormatan.
"Peut parler Indonesien? "[bisa berbahasa Indonesia? ] tanya tuan Bryan lagi.
Sejenak Zaf berpikir untuk berbohong, tapi melihat dari Bryan yang bisa langsung mengetahui asalnya hanya dengan melihatnya saja, itu membuat Zaf mengurungkan niatnya.
"Bien sur monsieur, jeviens de la"[tentu saja tuan, saya berasal dari sana] jujur Zaf akhirnya.
"Bagus lah kalau begitu, kau bisa berkomunikasi dengan anak-anak menggunakan bahasa tersebut" ucap Bryan membuat Zaf terkejut, karna pria itu berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan begitu fasih.
"Baik tuan"jawab Zaf melirikan matanya kearah kedua anak Bryan yang dengan hikmat menikmati sarapan mereka.
Setelah acara sarapan selesai, Bryan kemudian pergi kekantor sedangkan nyonya besar menuju kamarnya seakan ia tak memperdulikan urusan didalam mansion tersebut.
Wanita paruh baya itu terlihat tak bertenaga dan seakan tak mempedulikan hidupnya.
Kemudian sibungsu Luciana yang mengikuti kakaknya dari belakang.
Zaf kemudian mengikuti tuan dan nona kecilnya tersebut.
"Cia, jangan berbuat ulah lagi, biarkan kakak tadi bekerja dengan tenang disini" ucap Pedro setelah keduanya sampai dikamar Luciana.
Gadis kecil itu tampak mengerutkan bibirnya "Aku kan kesepian, itu semua salah mu, kau tidak pernah mau bermain dengan ku" ucap gadis kecil itu.
"Huft, hei... aku tidak ada waktu untuk bermain-main dan kau juga jangan bermain-main lagi, turuti ucapan daddy dan jangan mengerjai pengasuh baru tadi" Pedro kembali memberi nasehat.
"Kenapa? " Tanya gadis itu dengan tatapan tanpa dosanya.
Dan sebelum Pedro menjawabnya,tiba-tiba kamar mereka terbuka dan memperlihatkan Zaf sedang berdiri disana.
Zaf kemudian berjalan masuk kedalam.
"Jadi, tuan dan nona kecil, mulai sekarang aku adalah pengawas kalian jadi apa tugas pertama untukku? " ucap Zaf membuka suara.
__ADS_1
Luciana kemudian berbalik seolah malas meladeni Zaf.
"Siapa nama nona? " Pedro yang bertanya.
"Oh, iya... hahaha... aku sampai lupa menyebutkan nama ku... panggil saja aku Zaf"
Jawab Zaf disusul dengan senyumannya.
"Ku dengar, kaka bisa beberapa bahasa? " Pedro kembali bertanya.
Zaf menaikan sebelah alisnya dan bertanya, lalu apa hubungannya denganmu anak kecil?
"Kau bisa berbahasa spanyol? " Pedro kembali bertanya.
Zaf hanya mengangguk.
"Bagus...! " soraknya terlihat senang, kemudian ia berlari menuju kamarnya yang ada disebelah Lucianan dan segera kembali dengan sebuah buku ditangannya "Aku ada tugas dalam bahasa Spanyol, apa kau bisa menjawabnya? ".
"Kenapa repot-repot, bukan kah kau bisa mencari tahu artinya melalui internet? "ucap Zaf enteng, dan menerima buku tugas yang Pedro sodorkan.
"Aku tidak peduli dengan jawabannya, aku hanya ingin tahu bagai mana cara pelafalan yang tepat" ucap Pedro.
"Baiklah tuan, saya akan membantu mu"ucap Zaf.
"Tidak usah terlalu formal, aku belum setua ayah ku"Ucap Pedro kemudian duduk dikursi belajar adiknya.
Sedangkan Luciana hanya diam mengamati tingkah Pedro kakaknya yang tidak seperti biasanya.
"Ada apa dengan kakak? " batin Luciana, dan dia bertekat akan menanyakannya kepada kakaknya nanti jika pengawas baru itu sudah pergi.
Zaf kemudian membacakan tulisan Pedro dengan melafalkan bahasa Spanyol yang fasih.
Walau baru enam tahun Zaf tidak menyangka tulisan Pesro akan serapi ini, apa dia juga termasuk jenius seperti adiknya? batin Zaf.
Dilihat dari kepribadiannya, memang ada sedikit kesamaan antara Pedro dengan Zayn, tapi mungkin itu hanya perasaan Zaf saja.
Dan seprtinya kini Zaf harus berterima kasih kepada mommynya karna dulu sudah memaksanya untuk mengikuti kelas berbagai bahasa.
Karna ternyata,kini itu sangat membantu Zaf, ia tidak perlu bersusah payah membujuk anak-anak itu agar bisa dekat dengannya.
__ADS_1
Sepertinya mengasuh mereka tidak akan sesulit yang Zaf bayangkan.