Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 43


__ADS_3

"Awwh...! "Zaf meringis kerena Kenz mencapit hidungnya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


"Mana ada hal seperti itu di dunia nyata" Kenz berucap kemudian.


"Kau aneh begitu, siapa orangnya yang tidak akan merasa curiga?"ucap Zaf dengan tangannya masih berusaha melepaskan tangan Kenz dari hidungnya.


"Dasar!"Setelah melepaskan tangannya dari hidung Zaf, Kenz berganti menyentil kening wanita itu,membuat si empunya meringis dan membalas dengan satu tendangan di kaki Kenz "Lagi pula, mana ada orang yang sama sekali tidak mengenalmu yang bersedia menyelamatkan perusahaan daddy mu yang sudah diambang kebangkrutan, memangnya didunia ini ada orang yang sedermawan itu?" Tambah Kenz.


Benar juga apa yang dikatakan Kenz, kalau memang pria yang berdiri didepan Zaf ini bukanlah Kenz, memangnya dia memiliki motif apa untuk membantu keluarganya.


Ah, sudah lah Zaf bingung.Memikirkan pekerjaannya yang kini menjadi dua kali lipat saja sudah memeras otak dan tenaganya.


Lalu untuk apa dia memikirkan hal yang tidak-tidak.


Setelah itu hening beberapa saat.


Kruuuugh...


Suara itu berhasil memecahkan suasana yang baru saja tenang.


"Kau lapar? "Kenz bertanya setelah mendengar suara perut Zaf yang dengan lancangnya meminta untuk diisi.


Dengan sedikit malu Zaf menganggukan kepalanya.


Bagai mana tidak malu, dia kelaparan dirumah nya sendiri.


"Ada makanan tidak? " Kenz berjalan keluar.


"Sepertinya tidak ada, tadi saat Daddy menwariku untuk makan malam aku menolaknya karna ku pikir aku akan melewatkan makan malam ku"Zaf mengikuti langkah Kenz.


"Bukankah kau butuh tenaga yang ekstra karna pekerjaanmu kini bertambah, kenapa menunggalkan makan? " Langkah Kenz sudah mulai menuruni anak tangga.


"Karna lelah makanya tadi habis mandi mau langsung tidur saja"Zaf masih menjawab.


Kenz masih melanjutkan langkahnya menuju dapur.


"Semua pegawai sepertinya juga sudah tidak ada"ucap Kenz saat mendapati rumah yang kosong dan tidak ada satu pegawai pun yang berlalu lalang.


"Memang setelah jam sembilan semua pegawai sudah pada istirahat"Zaf.


"Ada nasi, mau ku buatkan nasi goreng? " Kenz melihat kearah magic com yang masih ada nasi didalamnya.


Zaf mengangguk, dari pada tidur dengan perut kelaparan. batinya.


Dengan lihai Kenz menyiapkan semua bumbu-bumbu yang ia perlukan, sedangkan Zaf yang mulai merasa pegal pada kaki nya kemudian duduk diatas meja kitcen sambil memperhatikan gerak-gerik Kenz.


"Mau ditambah sayur? " Kenz bertanya sambil tangannya dengan cekatan menumis bumbunya.


"Ya, kol saja" Zaf menjawab.

__ADS_1


"Oke"Jawab Kenz.


Kemudian kres... kres... kres... ia menambahkan kol pada nasi goreng tersebut.


"Cari apa? "Zaf bertanya saat melihat Kenz mencari sesuatu.


"Sentuhan ibu"celetuk Kenz membuat Zaf menaikan alis nya sebelah, sebagai tanda bahwa ia tidak mengerti "Micin"Ucap Kenz selanjutnya yang seakan bisa melihat tanda tanya besar diwajah Zaf.


"Oh"Zaf hendak turun dari mejanya.


"Mau kemana? "Kenz bertanya saat melihat Zaf yang seperti akan pergi "Mau memanggil pelayan".


Kenz tersenyum "Tidak usah, ini sudah cukup" ucapnya memasukan kecap manis pada nasi goreng buatannya.


"Eh, Sepertinya aku pernah menonton drama dengan adegan yang seperti ini? "ucap Zaf mengingat-ingat.


Kenz yang mendengarnya jadi tertawa "Memang aku mengutip dari cerita itu"ucapnya kemudian menyajikan sepiring nasi goreng istimewa kepada Zaf.


"Waah... sepertinya enak"puji Zaf melihat penampilan masakan Kenz yang terlihat enak.


"Cobalah"Kenz menyodorkan sendok pada Zaf.


Ting nung...


Suara bela terdengar.


"Siapa malam-malam begini bertamu? " Zaf bertanya pada dirinya sendiri, namun bisa didengar oleh Kenz.


Tak lama, Kenz pun kembali sambil menenteng sesuatu yang Zaf yakin pasti itu adalah baju ganti yang Kenz maksud.


"Aku ganti baju dulu"ucap Kenz memperlihatkan bungkusan yang ia bawa kemudian berjalan kembali menuju kamar Zaf, tentu setelah gadis itu menganggukan kepalanya tanda persetujuan.


Zaf melanjutkan acara makannya, memang seperti penampakannya, nasi goreng itu memang sangat lezat.


Sejak mengetahui bahwa dirinya bukan anak kandung dari mama Ivy, Kenz memang sudah hidup mandiri.


Tentu saja jika hanya urusan memasak itu hal yang sangat mudah baginya.


"Kau akan pulang? "Zaf bertanya saat melihat Kenz sudah mengganti pakaiannya.


Kenz mengangguk, dan entah kenapa Zaf jadi merasa tidak rela.


"Jika kau memintku untuk tinggal, aku akan tinggal" Jawab Kenz disusul cengirannya.


Zaf menggeleng "Tidak, kau pasti sangat sibuk, aku tidak akan mengganggu" ucapnya.


Sebenarnya bisa dikatakan Zaf adalah seorang yang munafik, bagai mana tidak.


Mulut nya berkata apa hatinya berkata apa.

__ADS_1


Ia ingin agar Kenz tetap tinggal, tapi terlalu gengsi jika Zaf harus berterus terang.


"Baiklah, aku memang sangat sibuk jadi aku pamit"Kenz memberikan sebuah kecupan di kening Zaf sebagai tanda perpisahannya.


Zaf tak bisa berkata apa-apa hanya melihat punggung Kenz tang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu.


Dan entah kenapa nasi goreng yang tadinya sangat enak kini tiba-tiba menjadi begitu hambar.


Baru menghabiskan separuhnya, Zaf kemudian meletakan piring itu kembali dan tidak menghabiskannya.


Dengan gontai ia menyeret langkahnya menuju kamarnya, berusaha merapatkan kelopak matanya setelah membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


Huft... seharus nya tadi Zaf menahannya saja agar tetap disini.


Zaf membatin karna sudah berulang kali membalikan tubuhnya ia tetap saja tidak bisa tertidur.


Padahal tanpa Zaf tahu, sebenarnya Kenz masih berada di luar rumah untuk menjaga gadis itu.


Kenz akan tetap berada didalam mobil untuk memastikan keamanan Zaf.


"Selagi aku masih ada disini, aku akan berusaha sebisa ku untuk menjaga mu Zaf" gumam Kenz kemudian menyandarkan kepalanya pada sandaran jog mobilnya melihat kearah atas dimana kamar Zaf berada.


Dan dari sini Kenz bisa melihat jika kamar Zaf masih terang dan itu berarti gadis itu masih belum bisa tidur.


Sementara itu di rumah sakit.


Rafa dengan tergesa-gesa berjalan menuju ruang VVIP dimana istrinya tengah dirawat.


Tadi saat dirumah ia mendapat telfon dari dokter bahwa ada perkembangan bagus menganai pemulihan Cindi.


Betapa bahagianya Rafa saat ini, dengan cepat ia menyeret langkahnya agar segera sampai ke tempat tujuan.


Ckleek...


"Sa-yang"suara yang begitu lemah itu langsung dapat menembus gendang telinga Rafa.


Ia sedikit berlari menghampiri Cindi yang sudah bisa melihatnya bisa menyebut namanya.


Bahkan ia mengabaikan seorang dokter dan seorang suster yang berdiri disamping istrinya


Sebuah kecupan lembut Rafa berikan diatas kening istrinya.


"Kanapa begitu lama sayang" lirih Rafa dan tanpa terasa air matanya ikut jatuh karna perasaan bahagia nya yang begitu membuncah.


Dokter yang menyaksikan pasangan itu kemudian undur diri, karena merasa mungkin Rafa dan Cindi membutuhkan waktu untuk berdua.



__ADS_1


Ada yang tahu dari drama apa adegan Kenz dan Zaf saat didapur tadi? yang pecinta drakor pasti tahu hehehehehe...


__ADS_2