
Hari ini Zayn diminta oleh kakaknya Zaf untuk mengecek kafe yang baru satu bulan ini dibuka.
Dan tidak menyangka Kafe tersebut begitu ramai oleh pengunjung, Zayn sudah tahu jika akhir-akhir ini memang Kafe itu tengah hits di kalangan anak muda, tapi tetap tidak menyangka akan seramai ini.
Pandangan Zayn tanpa sengaja menangkap sosok gadis yang sangat ia kenali, walau yang terlihat hanya punggung nya saja, namun Zayn tahu betul siapa yang sedang duduk sendiri disudut ruangan kafe tersebut.
"Kau disini? " Pertanyaan tiba-tiba dari Zayn membuat gadis yang tengah melamun sendirian itu terkejut.
"Kau! " Hampir saja gadis itu melayangkan pukulannya pada pria yang membuatnya terkejut tadi.
Zayn kemudian duduk didepan gadis yang tidak lain adalah Hyena tersebut.
"Hampir saja kau memukul ku nona" ucap Zayn.
Hyena menghela nafasnya "Salah siapa kau mengagetiku"gerutunya.
Sedangkan Zayn hanya menanggapinya dengan sedikit senyuman "Mikir apa, sampai tidak sadar ada seseorang yang ganteng berdiri disampingmu? ".
"Cih... ganteng? " Cibir Hyena,kemudian disusul dengan helaan nafasnya.
Sepertinya ada beban berat yang mengisi pikiran Hyena saat ini, dan sepertinya Zayn bisa membacanya.
"Senggang sekali waktumu, sampai sempat datang kesini" Hyena kemudian meminum jusnya yang tampak tak tersentuh dari tadi.
"Diminta kak Zaf untuk mengecek laporan kafenya"jawab Zayn.
"Jadi kafe ini milik Zaf? " Terlihat sekali keterkejutan dari Hyena.
Sedangkan Zayn hanya membalas dengan sedikit anggukan kepalanya.
Hyena terlihat lesu kali ini, dan tentu itu membuat Zayn penasaran, gadis itu tampak sedang tidak ada mood untuk diajak berbicara, terbukti karna kini Hyena hanya terdiam mengaduk minumannya sambil menyangga kepalanya pada tangannya yang bertumpu pada meja.
"Ada apa dengan wajah kusut mu itu? " Tanya Zayn akhirnya.
Terdengar helaan nafas dari gadis itu, "Sepertinya hidupku semakin sepi saja" gumam Hyena.
"Memangnya kenapa kalau sepi, bukan kah kamu ahli membuat keributan?" ejek Zayn disertai kekehannya.
Mendengar itu,bibir Hyena jadi mancung beberapa centi.
"Zayn" Panggil Hyena tiba-tiba.
"Hm? " Zayn hanya menjawabnya dengan gumaman sambil mengecek ponselnya.
__ADS_1
"Ayo kita selingkuh"Ucapan Hyena itu sontak membuat Zayn terkejut hingga terbatuk-batuk.
Namun Hyena hanya melengos melihat tanggapan Zayn terhadap ucapannya.
"Kenapa tiba-tiba bicara seperti itu? " Ucap Zayn setelah berhenti dengan keterkejutannya.
"Bukankah dulu kamu yang meminta ku untuk selungkuh? " Jawab Hyena.
Zayn mengusap wajahnya "Kenapa baru sekarang kamu mengatakannya? kenapa setelah mempertemukanku kepada Safana? " Tanya Zayn masih tak percaya.
"Kau benar, sekarang kau sudah ada seseorang dihati mu, jadi tidak mungkin membiarkanku untuk mengusiknya" lirih Hyena.
"Hyena, aku tahu kau bicara seperti itu karna kau merasa kesepian, aku tidak masalah... tapi jangan mengulanginya, apalagi kepada pria lain" Zayn mengusap kepala Hyena.
"Tidak bisakah aku meminta sesuatu yang lebih? ".
"Kenapa harus meminta? kau selalu mendapatkan apapun yang kau inginkan, bahkan tanpa mengucapkannya".Zayn.
"Benarkah" Hyena melihat kearah lain dengan tatapan kosong "Lalu kenapa saat aku hanya ingin keluarga yang utuh saja tidak bisa? " imbuhnya.
Zayn tak bisa menjawab, melihat Hyena ia sangat paham, akibat terburuk dari sepasang yang bercerai adalah kehancuran hati seorang anak yang ada antaranya.
Dan Hyena adalah contoh nyatanya, mungkin gadis itu terlihat tegar, namun Zayn yang paling tahu seperti apa hancurnya hati gadis itu.
Gadis itu beranjak kemudian meraih tas punggungnya dan mengenakannya.
"Kau akan kemana? " Tanya Zayn melihat Hyena yang sudah bersiap untuk pergi.
Gadis itu tampak berpikir "Sepertinya om Dika, akan sangat seru mengganggunya" ucap gadis itu kemudian berpura-pura menampakkan semangatnya agar Zayn tak bisa melihat kesedihan lagi diwajahnya.
Zayn ikut beranjak, dan mencekal tangan gadis itu saat Hyena hendak pergi kemudian menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya.
"Kau tahu aku peduli pada mu" ucap Zayn.
Hyena tak dapat menjawab, kemudian ia berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Zayn.
Namun tenaga Zayn yang lebih besar membuatnya tak bisa memberontak.
"Aku lebih senang kau mencariku disaat kau merasa sedih, dari pada kau duduk disini sendiri dengan pemikiran mu yang tidak jelas itu".lirih pemuda itu.
Hyena yang masih merasa tidak nyaman dalam pelukan Zayn tanpa sengaja pandangannya menangkap sosok wanita yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Sepasang bola mata Hyena membelalak karna begitu terkejutnya "Safa? ".
__ADS_1
Mendengar Hyena menyebut nama Safa, Zayn kemudian perlahan melepaskan dekapannya, dan melemparkan pandangannya kearah mata Hyena.
Ia bisa melihat Safana berdiri mematung disana.
"Ah, apa aku mengganggu kalian?" ucap Safana sedikit gugup "Kalau begitu aku pergi saja" imbuh Safana kemudian memalingkan tubuhnya.
"Ana! " panggilan dari Zayn menghentikan gerakan Safana yang hendak menjauh. "Kau mencariku? " Tanya Zayn setelah Safana kembali menatapnya.
Sedikit senyum Safana perlihatkan, namun tidak bisa menutupi perasaan kecewanya. "Ya, tapi kamu selesaikan saja dulu urusanmu... aku tidak akan mengganggu lagi" ucapnya.
"Safa"kali ini bukan dari Zayn, tapi Hyena "Aku yang seharus nya pergi, kau temani Zayn saja, katanya dia ada pekerjaan disini".
Tanpa mendengar jawaban Safana,Hyena kemudian berlalu meninggalkan sepasang kekasih ini yang sepertinya akan terjadi peperangan.
Safana hanya diam melihat kearah Zayn, dan pemuda yang ia tatap hanya bisa kebingungan untuk melakukan apa.
"Apa kau sudah mengecek laporan yang kak Zaf maksud? " Akhirnya Safana bersuara namun tidak membahas apa yang baru saja ia lihat tadi.
Sakit, mungkin Safana merasakannya namun ia juga harus bisa bersikap dewasa untuk menghadapinya.
"Kau tidak perlu mencari topik lain, kau bisa langsung bertanya padaku tentang apa yang kau lihat tadi" ucap Zayn melihat kearah Safana yang baru mendudukan bokongnya kekursi yang tadi diduduki oleh Hyena.
"Aku memang peduli Zayn, tapi aku tidak akan mengemis penjelasan pada mu" Safana berucap.
"Tapi aku lebih senang jika kau mau bertanya, karna itu artinya kamu peduli dengan hubungan kita".Zayn ikut duduk didepannya.
"Kalau aku bertanya, kamu pasti juga akan memiliki jawaban yang tidak akan menyakitiku kan? Dan aku juga tidak akan tahu jika itu benar atau tidak".
"Kamu tidak percaya padaku? ".Zayn.
"Aku percaya" Safana menghela nafasnya "Tapi aku lebih tahu, jika kamu pasti akan mencari kata atau kalimat bagus,yang pasti agar tidak menyinggung perasaan ku".
"Lalu aku harus bagaimana?" Terlihat sekali Zayn sedang frustasi.
"Aku tidak akan membahasnya Zayn, jadi cepat selesaikan pekerjaanmu, karna ayah meminta kita untuk bertemu" ucap Safana akhirnya mengatakan tujuan ia berada disini.
Zayn yang mendengar itu kemudian segera menuju ruang Manager kafe tersebut untuk
meminta laporan keuangan untuk ia laporkan kepada sang kakak.
Sedangkan Safana,ia masih duduk ditempatnya dengan pikirannya sendiri.
Ia sadar, dia lah yang sebenarnya menjadi orang ketiga dalam hubungan Hyena dan Zayn, dan pasti untuk Zayn juga tidak mudah baginya untuk bisa begitu saja melepaskan Hyena jika gadis itu sedang ada masalah.
__ADS_1
Tapi entahlah, sepertinya bersikap acuh akan sangat berguna bagi Safana, karna apapun keputusan Zayn, ia akan menerimanya, walau yang terburuk sekalipun.