
setelah memisahkan mereka,aryana menarik ivy ketempat tidurnya
"sayang...dia rafa...bukan kevin" ucap aryana membelai rambut ivy.
ivy menangis dan memeluk sang ibu.
sementara rafa menarik tangan cindi dan keluar dari kamar ivy.
"rafa...rafa...sakit...!!" teriak cindi yang merasa sakit pada pergelangan tangannya karna ditarik oleh rafa.
"lebih sakit mana dari pada hati ku? apa kamu mencoba melempar ku ke pada ivy, seperti yang kamu lakukan terhadap sikevin itu?" ucap rafa yang emosi karna cindi tidak merasa cemburu saat ivy memeluknya.
sedangkan cindi hanya diam seribu kata.
"aku tidak habis fikir...bagai mana bisa kamu membekukan hatimu? kamu tahu ada berapa banyak orang yang menyayangimu,tapi tidak ada sutupun yang bisa menyentuh hatimu" kata rafa seperti putus asa.
"ternyata aku juga belum bisa mencair kan es yang ada dihatimu" sambung rafa meninggalkan cindi.
cindi hanya diam dan melihat sosok punggung yang mulai menjauh dan menghilang dibalik pintu.
hari-hari berikutnya,seperti biasa rafa mengantar jemput cindi tapi sikap rafa menjadi lebih diam dari biasanya.
rafa ingin sekali mengubah cindi, menjadi sosok yang hangat.dia fikir saat cindi mulai banyak bicara padanya,rafa merasa hati cindi sudah mencair,dan menerima rafa dengan baik.tapi ternyata itu hanya imajinasinya saja.
__ADS_1
rafa sangat ingin membuat seorang cindi cemburu padanya.karna dengan begitu berarti cindi cinta padanya.
beberapa hari kemudian.
"malam ini pergi denganku ya..." ucap rafa yang baru duduk disamping cindi yang sedang membaca buku.
"hmm...sepertinya nanti malam tidak bisa..."
"acara apa?"rafa penasaran.
cindi memutar matanya memikirkan alasan yang tepat untuk menolak rafa
"sebentar lagi ujian,dan aku tidak mau nilaiku jelek saat masuk universitas nanti...aku mau belajar" terang cindi.
sore hari setelah cindi pulang sekolah, aryana mengetuk pintu gadis tersebut dan langsung membuka pintunya.
"sayang...nanti malam kamu ikut kami ya...?? rekan bisnis papa mengadakan pesta ulang tahun anaknya,dan ivy tidak ada pasangan,kamu maukan? sekalian biar ivy bisa melupakan masalahnya" bujuk aryana setelah dia masuk dan duduk diatas ranjang disamping cindi.
cindi sangat malas dan tidak suka acara seperti itu,dia hanya ingin istirahat dirumah saja tapi sebelum dia menjawab aryana malah langsung bilang terima kasih dan keluar dari kamar cindi.
ivy,aryana,dika dan ayahnya sudah bersiap hanya menunggu cindi keluar dari kamarnya.
"biar mama yang panggil cindi pa" aryana menuju kamar cindi.
__ADS_1
dan saat masuk,ia terkejut karna cindi sama sekali belum bersiap.
"kenapa belum siap sayang?"tanya aryana panik.dan langsung membuka lemari pakaian cindi untuk mengambilkan gaunnya.
tapi saat aryana membuka pintu,dia lebih terkejut lagi bahwa tidak ada gaun disana.
"dimana gaun-gaun yang tante belikan untukmu?kenapa hanya ada baju santai saja disini?"
"ivy mengambilnya"cindi berucap yang membuat aryana semakin terkejut.
"jadi yang ivy pakai saat pergi kebeberapa acara saat itu adalah gaun yang tante belikan untukmu?" aryana menghembuskan nafas nya dengan kasar " ya sudah...tante ambilkan gaun dikamar ivy ya"sambung aryana langsung menuju pintu.
"tidak usah tante...saya tidak suka memakai baju yang sudah pernah dipakai orang lain"cindi kembali mencari sesuatu di dalam lemarinya.
"terus bagai mana ini?sebentar lagi berangkat"aryana panik"apa yang kamu cari sayang?"
"cindi mencari gaun mama...cindi lupa naruh dimana" cindi masih mengobrak abrik isi lemarinya.
aryana membantu mencarikan gaun itu. dan cindi merasa lega karna sudah menemukan gaun mamanya.
dan aryana juga membantu cindi merias wajahnya.wajah cindi sudah menawan tanpa make up dan aryana hanya memberikan sedikit saja sentuhan make up yang membuatnya terlihat sangat cantik.
cindi memakai gaun berwarna biru muda yang menjuntai kebawah dengan sedikit polesan diwajahnya membuat seisi rumah terkejut dengan penampilannya.
bahkan dika yang memang mengagumi kakak perempuannya itu juga terpesona oleh penampilan cindi.
__ADS_1
happy reading semua...