
"Astaga jam berapa ini! " Zaf yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung terduduk membuat Kenz yang tengah memeluknya ikut terbangun.
"Ada apa sayang? " Tanya Kenz masih dengan suara parau nya.
"Maaf ya Kenz, aku ketiduran" Ucap Zaf merasa bersalah.
Kenz memperlebar matanya kemudian melihat jam pada ponselnya yang ada diatas nakas.
"It's okay sayang, aku tahu kamu pasti kelelahan" ucap Kenz "Baru jam tiga sayang" imbuh Kenz setelah meletakkan kembali ponselnya.
Kenz beringsut kembali pada posisi tidurnya sambil memeluk kaki Zaf yang masih terduduk.
"Tidur lagi sayang, kamu pasti capek" Kenz meminta agar Zaf kembali merebahkan tubuhnya.
Zaf menurut dan tidur disamping Kenz.
Namun lain dibibir lain pula dihati, Kenz yang meminta agar Zaf kembali tidur, tapi tangan Kenz yang nakal malah senantiasa menggerayangi tubuh Zaf.
"Kenz? " Ucap Zaf memegang tangan Kenz agar menghentikan aksinya.
"Hm? " Kenz menjawab hanya dengan gumaman, kemudian merapatkan tubuhnya pada Zaf.
"Tadi katanya nyuruh aku untuk tidur, ini tangan kamu kemana-mana bagai mana aku bisa tidur? " Protes Zaf.
"Hm?" Kenz melihat wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya kemudian berkata "Kamu tidur aja, aku tahu kamu kelelahan... Tapi aku tidak bisa meminta tangan ku untuk berhenti setelah ia tahu kalau kamu sudah terbangun" ucap Kenz tanpa rasa bersalah.
Zaf melihat Kenz heran, perasaan dulu ia suka Kenz karna sifat dingin pria tersebut kepadanya, tapi sekarang dimana sikap acuh dan dingin itu berada? Zaf seperti tidak mengenal Kenz lagi.
Zaf terkekeh geli ketika merasakan tangan Kenz yang sudah bergerilya disalah satu bagian tubuh Zaf yang sensitif.
"Sudah benar-benar bangun? " Tanya Kenz memastikan.
"Jadi kamu cuma mau aku bangun? " Zaf disela tawanya.
Kenz memberikan kecupan pada bibir Zaf yang kini sudah sepenuhnya menjadi miliknya.
dan Zaf pun tak kalah dari Kenz, ia membalas kecupan itu dengan ciuman mesra dan disambut ******* memabukan dari Kenz.
"Aku sudah terlanjur bangun sayang, dan tidak bisa ditidurkan lagi, lagi pula dia juga tidak mau disuruh tidur".Kenz menunjuk tubuh bagian bawahnya yang sudah bersiap untuk berperang.
Blush... mendengar ucapan Kenz yang terdengar ambigu itu membuat rona diwajah Zaf terlihat kembali.
Bagai mana tidak, ia tahu betul apa yang dimaksud oleh suaminya tersebut.
Tangan Kenz pun tidak tinggal diam, ia melepaskan satu persatu kancing pada piyama Zaf dengan masih menyatukan bibir mereka.
__ADS_1
Setelah berhasil melepaskan semua kancing Zaf, dengan satu tarikan Kenz berhasil membuka kain yang menutupi tubuh istrinya tersebut,kemudian membuangnya kesembarang tempat.
Sedangkan bagi Zaf, sangat mudah baginya untuk menanggalkan pakaian Kenz, karna pria itu hanya memakai bathrobe ketika tidur tadi.
Kini keduanya sudah sama-sama tidak mengenakan kain penutup lagi.
Dan Kenz pun melakukan aksinya.
Serangan satu Kenz yang memimpin, serangan kedua Zaf yang mengambil alih.
Dan yang terakhir mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.
Malam pertama sebagai suami istri yang tadinya Kenz pikir akan tertunda sampai besok nyatanya tidak terjadi.
Karna kini ia sudah bisa merasakan apa yang akan menjadi candu bagi hubungannya dengan sang istri.
Walau ini bukanlah pertama kalinya bagi pasangan ini untuk bercinta namun percayalah, bercinta disaat sudah menikah rasanya benar-benar jauh berbeda.
Tidak ada perasaan malu lagi, atau rasa takut ketahuan.Dan rasa nya jauh lebih nikmat dan gurih...
Hahaha... gurih? memang apa? Sudahlah yang penting malam pertama bagi pasangan ini tidak menjadi sia-sia.
Karna ada suatu adegan disana, jadi biarkan saja mereka menikmatinya hingga pagi menjelang.
***
Begitu juga dengan Hyena,
Kini gadis itu sudah ada disamping Zayn yang tengah sibuk menuetir mobilnya untuk mengantar Hyena kembali kerumahnya.
"Mau diantar kerumah apa keApartemen ku? " Tanya Zayn.
"Kerumah lah, mau apa keApartemen mu? " jawab gadis itu sewot.
"Sewot gitu jawab nya, aku nanyanya juga baik-baik" Protes Zayn karna mendengar jawaban Hyena yang terkesan sinis.
"Kerumah ku saja tuan Zayn, karna hari ini aku ada kuliah jadi harus mengambil peralatannya dirumah" Hyena mengulangi lagi jawabannya pada Zayn tapi walau kini kata-katanya terlihat lembut namun ia mengucapkannya dengan penuh penekanan.
"Kenapa sih, marah-marah begitu? lagi PMS ya? apa karna ucapan ku semalam tentang keinginan om Brury yang ingin aku jadi mantunya?"goda Zayn.
"Nggak lucu Zayn, aku lagi nggak pengen bercanda"ucap Hyena malas.
"Hyena"panggil Zayn.
"Hm? " Gadis itu menoleh.
__ADS_1
"Bisa atur waktu untukku bertemu dengan Safana? ".
Hyena menaikkan kedua alisnya "Kamu tidak punya nomor telfonnya? ".
Zayn menggeleng sebagai jawaban.
Melihat reaksi Zayn, Hyena hanya bisa menghela nafasnya.
"Nanti siang kamu kekampus saja, Safana juga ada kelas yang sama dengan ku" ucap Hyena.
"Oke" Jawab Zayn kumudian kembali fokus pada jalan didepannya.
Mobil Zayn berhenti didepan rumah mama Elfa.
"Mau mampir dulu? " tawar Hyena setelah gadis itu keluar dari mobil Zayn.
Laki-laki itu menggeleng "Sepertinya sepi, takut hilaf" celetuk Zayn kemudian disusul tawanya.
Hyena hanya melengos kemudian berjalan menuju rumahnya.
Memang sepi, karna sekarang mama Elfa sedang ada di Paris untuk mengurusi pekerjaannya.
Semenjak bercerai, mama Elfa lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja.
Bahkan Hyena sering berpikir, jika ibunya itu lebih menyayangi pekerjaannya dibanding dengan dirinya.
Namun sebesar apa permintaan Hyena agar mamanya bisa istirahat dan sedikit memperhatikannya, maka mama Elfa akan mengatakan jika apa yang ia lakukan ini demi masa depan Hyena.
Tidak tahu kah mama Elfa jika seorang Hyena juga membutuhkan kasih sayang dan bukan hanya materi.
Karna masalah materi papa Rekha juga mencukupinya.
Beruntung Hyena yang kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya bisa ia dapatkan dari Zayn.
Ya, walau pun lelaki itu begitu konyol, tapi kasih sayang nya dapat sedikit mengobati rasa kesepian dalam diri Hyena.
Namun Hyena juga mendapat perhatian dari Gavin, lelaki itu juga tak kalah perhatian dan sangat menyayngi Hyena seperti yang Zayn lakukan.
[Sayang, maaf nanti tidak bisa menjemputmu, aku ada pekerjaan diluar kota dan sekarang aku sudah ada Surabaya untuk mengurus pekerjaanku. Jangan rindu dulu ya] Itu adalah pesan singkat yang Gavin kirimkan pada Hyena.
Walau tak sekaya Zayn, tapi perhatian dan keterbukaan Gavin membuat Hyena merasa nyaman dengan lelaki itu.
[Oke, tidak masalah Vin, kamu konsentrasi saja dulu dengan pekerjaanmu] Balas Hyena.
Gadis itu kemudian segera mengganti pakaiannya untuk pergi menuju kampusnya.
__ADS_1
Namun sebelumnya, ia memesan ojek online terlebih dahulu.