Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 49


__ADS_3

"Sepertinya kalian butuh ruangan untuk berdua" ucapan itu sontak membuat Zaf dan Kenz melihat kearah sumber suara.


"Ah,nenek benar,dan sepertinya aku harus membawa Zaf kekamar-aww... " Kenz tidak melanjutkan ucapannya karna Zaf mencubit pinggangnya.


Ternyata dia adalah nenek Benita ibu dari Amily yang tak lain adalah ibu kandungnya Kenz.


"Dasar anak nakal! " Setelah mendapat cubitan dari Zaf, kini telinga Kenz juga terasa sakit karena nenek menarik telinga pria tersebut.


Setelah mendapati telinga sang cucu memerah, barulah nenek Benita melepaskannya.


"Kau pasti Zaf,"Nenek beralih kepada seorang wanita yang ada disamping Kenz.


"Benar Nek, saya Zaf,salam kenal" ucap Zaf sopan.


"Kau lancar sekali berbahasa Spanyol" Nenek yang tadinya seakan sedikit ada ketidak sukaan saat melihat Zaf, kini bisa seratus delapan puluh derajat berubah.


Melihat seorang wanita asia yang dengan fasih mengucapkan bahasanya membuat nenek merasa bangga.


Karna tadinya saat mengetahui cucunya hanya menyukai satu orang dan dia berasal dari daratan asia, nenek Benita sangat khawatir jika tidak bisa berkomunikasi dengan baik.


"Dari dulu Zaf memang istimewa nek, dia bisa beberapa bahasa asing"ucap Kenz yang mengerti maksud nenek nya.


"Bagus kalau begitu,ayo Zaf ikut nenek ke taman belakang"ajak nenek Benita. "Dan kau lanjutkan pekerjaanmu di ruang kerja" perintah nenek.


Kenz mengangkat bahunya, kemudian berjalan kelain arah menuju ruang belajar,untuk menyelesaikan pekerjaan yang tadinya ingin ia tunda.


Nenek pun menggandeng Zaf menuju taman belakang, tempat itu begitu asri, Zaf hampir tidak percaya. Tempat yang biasanya dipenuhi oleh bangunan-bangunan kokoh tapi disini ada taman yang begitu luas dan sangat terawat.


"Kau bisa menunggang kuda? " Tanya nenek setelah mendudukan bokongnya diatas bangku taman.


"Tidak nek, Zaf tidak bisa menunggang kuda" Zaf menjawab.


Nenekpun mengangguk "Kapan-kapan biar Kenz mengajarimu" ucap Nenek kemudian mengarahkan pandangannya ke sisi yang satunya taman tersebut, disana ada lapangan berkuda."Jadi, kau tumbuh besar bersama Kenz? ".


Zaf tersenyum kemudian menjawab "Benar nek"


"Pantas saja, Kenz jatuh cinta... sepertinya hubungan kalian terjalin karena keakraban kalian"nenek kemudian menyesap teh yang baru diantarkan oleh pelayannya.


Zaf tak menjawab, ia hanya mendengarkan apa yang ingin nenek Benita sampaikan.


"Aku bukanlah ibu yang baik, tapi aku ingin menjadi nenek yang baik"lirih wanita tua tersebut.

__ADS_1


Nenek Benita melirik kearah Zaf yang sepertinya tertarik dengan ceritanya.


"Apa nenek juga seperti para orang kaya lakukan? " Zaf bertanya.


"Memangnya apa yang biasanya orang kaya lakukan?"Tanya nenek yang tidak mengerti maksud Zaf.


"Bukankah biasanya ada acara perjodohan disetiap keluarga konglomerat? " ucapan Zaf seakan menyindir nenek.


Wajah Nenek tiba-tiba berubah masam, ia ingat bagai mana ia gagal menjadi seorang ibu karna masalah perjodohan.


Amily anak satu-satunya keluarga Smith akhirnya melarikan diri untuk mencari kekasihnya yang saat itu kuliah di London.


Amily tidak ingin dijodohkan dengan lelaki pilihan keluarganya dan memilih pergi mencari kekasihnya.


Nenek Benita selalu mencari berbagai cara untuk memisahkan putrinya dengan pacarnya tersebut, namun pada akhirnya, Amily berhasil melarikan diri sampai tidak diketahui keberadaannya dari orang-orang suruhan nenek Benita.


Satu tahu berselang, nenek malah mendengar kabar bahwa Amily sudah meninggal karna melahirkan.


Nenek mencari anak Amily selama bertahun-tahun namun tidak bisa ditemukan.


Akhirnya ia menyerah dan karna tidak memiliki pewaris, maka perusahaan Smith nenek serahkan kepada adiknya.


Dan disitulah ujian Kenz dimulai. Ia harus berusaha dengan keras untuk mendapatkan hak yang memang adalah miliknya.


"Tadinya memang Nenek ingin menjodohkan Kenz dengan seorang putri dari keluarga terpandang disini untuk memperkokoh jabatannya"Ucap nenek "Tapi Kenz bilang, dia tidak membutuhkannya... Kenz hanya perlu satu wanita dalam hidupnya dan wanita itu bernama Zaf" Tutur nenek.


Entah mengapa setelah mendengar ucapan Nenek,ada sesuatu yang terbang memenuhi perut Zaf.


Disaat ini ia hanya ingin memeluk pria yang mengatakan kata-kata menakjupkan tersebut.


Setelah berbincang dengan nenek, Zaf kemudian menuju ruang kerja yang ada di Mansion besar tersebut dimana Kenz sedang ada didalamnya.


"Ada apa? "Kenz bertanya saat melihat Zaf yang beru datang dengan senyuman yang terlukis diwajahnya.


Zaf mempercepat langkahnya dan menghambur memeluk Kenz dengan erat.


"Terima kasih" lirihnya dalam dekapan hangat Kenz.


"Ada apa?"Kenz kembali bertanya karna tidak mengerti kenapa Zaf yang baru datang langsung menghambur memeluknya.


Zaf melepaskan pelukannya,ia mentap netra hitam milik Kenz.

__ADS_1


"Kau harus bertanggung jawab" ucapan Zaf membuat sebelah alis Kenz terangkat. Ia masih belum mengerti "Ada sesuatu yang memenuhi isi perutku, rasanya menggelitik".


Mendengar itu Kenz melebatkan kedua bola matanya, apakah Zaf hamil? tapi dia bahkan belum melakukannya saat setelah bertemu kembali, ia melakukannya sudah empat tahun yang lalu.


Apakah bisa,sudah melakukan empat tahun yang lalu dan Zaf baru hamil sekarang?.


Atau.... apa Zaf selingkuh?.


Pikiran macam-macam kini hinggap di kepala Kenz, bagai mana tidak? Zaf mengatakan untuk meminta pertanggung jawabannya karna merasa ada sesuatu yang menggelitiknya.


"Kau hamil? " Antara takut dan penasaran Kenz memberanikan diri untuk menanyakannya.


Bugh...


Satu pukulan mendarat sempurna di dada bidang pria tersebut.


"Bagai mana kau bisa mengatakan hal seperti itu? " ucap Zaf tak percaya.


Ya Tuhan... Zaf benar-benar ingin menenggelamkan pria yang kini sedang memangkunya.


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan ada sesuatu yang memenuhi perutmu" Kenz menjawab.


"Tapi bukan itu maksud ku" Zaf merasa gemas sendiri "Kau tahu butterfly effect? " Tanya Zaf kemudian.


Kenz mengerutkan keningnya kemudian menggelengkan kepalanya, sebagai tanda jika ia tidak mengerti maksud ucapan Zaf.


"Itu adalah sesuatu yang membuncah, yang membuat seakan ada sesuatu yang menggelitik di perutku,Seakan ada ribuan kupu-kupu yang terbang didalam sana" Zaf menunjuj perut Kenz.


Kenz semakin tidak mengerti.


"Apa kau pernah mendengar sesuatu yang dapat membuatmu bahagia sampai membuat isi perutmu seakan penuh dan terasa tergelitik? " Zaf bertanya.


"Sepertinya tidak pernah"ucap Kenz yang seakan masih belum faham dengan ucapan Zaf.


"Huft... bagai mana menjelaskannya ya" gumam Zaf pada dirinya sendiri "Yang jelas, saat ini aku merasa begitu senang, ada yang begitu menyentuh hatiku, dan itu disebabkan oleh mu" Ucap Zaf kemudian, seakan tidak bisa mengatakan bagai mana ia harus menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini.


"Jadi? "Kenz.


"Jadi...mari kita menikah"ucap Zaf yang seakan berbicara tanpa berfikir terlebih dahulu.


__ADS_1


__ADS_2