
"Bagai mana kau bisa sampai kesini? "Tanya om Rama yang adalah adik dari daddy Zaf.
Mereka bertemu disuatu tempat sepi disamping toilet.
Karna setelah acara makan siang tadi, om Rama memberikan sebuah catatan kecil yang ia titipkan pada pelayan untuk diberikan kepada Zaf.
dan disinilah mereka bertemu.
"Zaf sampai disini karna ingin menolong ayah kandung Kenz om"ucap Zaf menundukan kepalanya.
Ia merasa seakan menjadi seorang tersangka.
Rama menghembuskan nafasnya "Bocah itu, kenapa malah menyeret mu dalam masalah ini".
"Bukan salah Kenz om, karna ini atas kemauan Zaf sendiri"Zaf masih tetap membela Kenz "Tolong rahasiakan ini dari Daddy dan Mommy". Pinta Zaf.
"Kau tahu seperti apa Bryan itu?"tanya Om Rama.
Zaf menggeleng pelan.
"Ia seperti monster berdarah dingin, dan jika seseorang sudah berada ditangannya, maka akan sulit untuk bisa keluar"Om Rama menjelaskan.
"Apa tidak ada cara nya om? aku dan Kenz sudah memikirkan bagai mana cara untuk bisa keluar dari genggamannya, namun masih belum ada cara nya"Zaf merasa sedikit takut.
"Sebenarnya,om datang kesini selain karna pertemuan ini juga karna ingin menjenguk kalian, Rafa bilang kau juga kuliah disini? ".
"Iya om"
"Jadi karna masalah ini kamu pindah kuliah disini?"tanya Om Rama.
Zaf mengangguk.
"Lalu bagai mana dengan Kenz? "
"Kami sudah berhasil mengeluarkan paman Daniel, dan sekarang dia sedang merawat paman agar bisa pulih kembali"Zaf menjawab.
Rama mengangguk "Baiklah, kau kembalilah lebih dulu, om akan pikirkan caranya"ucap Om Rama.
Kemudian Zaf pun kembali menuju ruang pertemuan.
"Kau sudah kembali? "Sambut Bryan.
Zaf mengangguk.
"Tuan Rudolf ingin melihat data yang kau bawa"ucap Bryan.
Oh astaga, Zaf benar-benar lupa tentang berkas yang ia bawa tadi.
Ia membawannya ke toilet tadi, dan lupa membawanya saat kembali.
"Eghm, "Zaf berdehem untuk menetralkan suaranya karna merasa gugup."Jadi begini tuan Rudolf, datanya tertinggal di toilet tadi"(dalam bahasa Rusia) Zaf mencoba menjelaskan.
__ADS_1
Terlihat ada raut kecewa dalam wajah tuan Rudolf.
"Tapi, saya bisa menjelaskan nya dengan rinci tentang kesepakatan yang akan kita jalin" (dalam bahasa Rusia).
Tuan Rudolf mengangguk "Coba kau jelaskan"(dalam bahasa Rusia). Tuan Rudolf yang melihat kesungguhan Zaf kemudian akhirnya luluh dan bersedia mendengar apa yang disampaikan oleh gadis tersebut.
Zaf kemudian menjelaskan tentang bagai mana rencana pembangunan klub yang akan Bryan bangun di Rusia, kemudian pembagian hasil, dan yang lainnya.
Tuan Rudolf tampak sangat tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Zaf, ucapannya luwes dan sangat meyakinkan.
"Kau masih sangat muda, tapi bakat mu sungguh luar biasa"(dalam bahasa Rusia) sanjung tuan Rudolf.
"Terima kasih Tuan"(dalam Bahasa Rusia) jawab Zaf.
"Saya setuju dengan rencanamu, dan saya akan mencari lahan yang strategis juga mengatur tentang perijinannya"(dalam bahasa Rusia) Tuan Rudolf beralih kepada Bryan.
"Baik Tuan, kami akan mengirimkan perencanaannya secara rinci kepada anda setelah ini"(dalam Bahasa Rusia) Bryan kemudian menyodorkan tangannya sebagai tanda kesepakatan diantara mereka berdua.
Bryan kemudian beralih kepada Zaf yang tengah meminum jusnya.
Entah tatapan apa yang ia tunjukan, kagum? suka? atau Cinta? entahlah tapi semakin Bryan mengetahui Zaf lebih jauh, ia merasa semakin kagum dengan gadis itu.
Dan perasaan ingin memiliki sepertinya tumbuh begitu subur dihatinya.
***
Usai pertemuan waktu itu,Bryan benar-benar mendapatkan yang ia inginkan, jalan untuk melebarkan sayap bisnisnya kini sudah melebar sampai ke Rusia.
Dan itu berkat Zaf yang sudah membantunya.
Selain kebebasan Zaf, Bryan bisa memberikan apapun yang zaf inginkan.
"Dimana Zaf? "(dalam bahasa Perancis) Bryan yang baru saja menuruni tangga bertanya kepada salah satu pelayannya.
"Nona sudah pergi kekampus pagi-pagi sekali tuan"(dalam bahasa Perancis) jawab pelayan pria tersebut.
Bryan mengangguk, kemudian pelayan itu pamit undur diri.
Bryan kemudian mengambil ponsel yang ada disaku celananya dan melakukan panggilan dengan seseorang dari sana.
"Siap kan rapat satu jam lagi, saya akan segera kekantor"(dalam Bahasa Perancis) titah Bryan kepada asistennya.
Sementara itu, Zaf yang berada dikampus kini sedang bertemu dengan Kenz disebuah kantin.
"Zaf, aku sudah ada cara untuk menarikmu keluar dari sana"ucap Kenz.
"Bagai mana? "Zaf sambil menyeruput minumannya.
"Mirela akan membantu"
Mendengar itu, tiba-tiba Zaf terbatuk karna tersedak oleh minumannya.
__ADS_1
"Kau yakin? bukankah selama ini dia sangat ingin lepas dari Bryan? tapi kenapa ini mau kembali lagi? "ucap Zaf seakan tak percaya.
"Dia bilang dia sudah terlanjur masuk kedalam permainan Bryan, sangat sulit baginya untuk keluar,kau tahu dia kecanduan? "Kenz sedikit memelankan suaranya saat mengatakan kalimat terakhir.
"Maksudmu, dia menjadi pecandu narkoba?"Zaf bertanya.
Kenz menggeleng "Bukan narkoba, tapi overdosis ****".
"Maksudmu? "Zaf masih belum faham.
"Dia sudah memerikasakannya kedokter, karna dia merasa tidak nyaman pada tubuhnya sendiri jika tidak ada yang menyentuhnya" ucap Kenz.
Zaf menatap Kenz dengan intens "Apa kau membantunya untuk menyalurkan hasrat seksnya? "Zaf memberi tatapan tajam.
"Tentu saja tidak"Kenz menjawab dengan cepat.
"Bagus lah kalau begitu" ucap Zaf "Lalu apa yang kalian rencanakan? " tanya Zaf kembali ke topik semula.
"Mirela akan kembali pada Bryan, jika itu terjadi dia pasti akan bersedia melepaskanmu"ucap Kenz.
Mendengar ucapan Kenz mengenai Mirela, Zaf merasa sedikit heran kepada wanita itu.
Kenapa begitu plin-plan? bukankah dia sangat ingin pergi,ino sudah ada jalan kenapa malah kembali lagi?.
Apa mungkin Bryan sehebat itu, sampai ada wanita yang bahkan sering ia sakiti justru malah tidak bisa menjauh darinya.
Zaf tiba-tiba merinding sendiri memikirkannya.
"Kelasmu sudah akan dimulai kan? kau pergilah"ucap Kenz.
Zaf mengangguk kemudian hendak beranjak "Lalu bagai mana keadaan paman? "tanya Zaf sebelum ia pergi.
"Dia sudah lebih baik, dan setelah kau bisa keluar dari tangan Bryan dan kembali ke Indonesia, aku dan ayahku akan ke Spanyol untuk menemukan jati diriku".
Mendengar itu, Zaf yang tadinya sudah berdiri kini duduk ditempat semulanya tadi.
"Maksudmu? "Zaf bertanya tentang rencana Kenz.
"Zaf, maaf... aku yang membuatmu terlibat, namun setelah kita menyelesaikan ini semua, kau harus pulang dan jalani hidupmu dengan baik"ucap Kenz.
Sebulir bening menetes dipipi Zaf "Kau akan pergi lagi? ".
"Hei"Kenz mengusap air mata tersebut dengan ibu jarinya "Ini baru rencana Zaf, kenapa menangis? ".
"Kau tahu kan tujuanku kesini untuk apa? "lirihnya.
"Aku tahu Zaf, dan kau tahu sendirikan apa yang om Rafa katakan untukku agar pantas berada disisimu? ".
Zaf menggeleng dan tak bisa membendung air matanya lagi,ia menetes begitu deras hingga membuat Zaf sesenggukan.
Kenz kemudian mendekati Zaf dan merengkuh tubuh wanita tersebut.
__ADS_1
Dan tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tengah memotret posisi tersebut.