Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#23


__ADS_3

cindi berjalan berhati-hati saat memasuki rumahnya yang dalam keadaan gelap, dia bersyukur semua penghuni rumah itu ternyata sudah tertidur semua,apa jadinya jika ada yang melihat penampilannya yang berantakan akibat ulah rafa.


setelah beberapa langkah cindi berjalan tiba-tiba lampu menyala dan sontak membuatnya terkejut.terlihat dika berdiri disamping saklar"kakak pulang terlambat sekali?"


cindi yang melihat dika langsung mendekatinya dan mengacak rambut dika"anak kecil jangan ikut campur urusan orang dewasa" dengan tersenyum lembut cindi meninggal kan dika yang masih terpesona oleh senyum sang kakak.


"kakak juga bukan orang dewasa" ucap dika setelah cindi menjauh darinya sembari merapikan kembali rambut dan kemudian kembali kekamarnya.


 


keesokan paginya cindi yang sudah siap berangkat kesekolahnya,merasa sepertinya tidak ada tanda-tanda rafa akan menjemput nya.diapun berangkat sendiri dengan naik langganan ojeknya.


"tumben nggak dijemput pacar neng?" tanya mang ujang si tukang ojek sambil menyerahkan helm pada cindi


"mungkin dia sibuk mang"jawab cindi kemudian naik motor butut tukang ojek itu.


sasampainya disekolahan,cindi melihat bangku rafa yang kosong diperhatikannya diarah luar sekolahnya seperti lnya tidak ada tanda-tanda rafa berangkat sekolah.


cindi mencoba menghubungi rafa lewat whatsapp,sudah di read tapi tidak dibalas, dia mencoba menelfon tapi tidak diangkatnya.


bel masukpun berbunyi dan tidak lama kemudian gurupun masuk untuk mengajar


"ok...besok bersiap untuk kuis dari ibu ok..?!"ucap bu nina guru matematika setelah mata pelajarannya berakhir.


cindi merasa kehilangan sesuatu saat ingat rafa tidak disampingnya, entah mengapa dia merasa bersalah padahal yang salahkan rafa,rafa yang menciumnya secara paksa.walaupun bukan baru pertama rafa melakukan itu.tapi ceritanya berbeda saat disekolah waktu itu rafa melakukannya dengan sangat lembut,sedangkan semalam...jika mengingat kejadian semalam cindi merasa ketakutan saat melihat sorot mata rafa.sorot mata yang begitu tajam seperti singa yang hendak menerkam mangsanya.


akhirnya bel waktu pulangpun berbunyi, cindi merapikan buku-bukunya dan melangkah meninggalkan ruangannya.

__ADS_1


cindi menunggu bis dihalte dekat dengan sekolahnya.tiba-tiba ada sebuah mobil sport berwarna silver berhenti didepannya membuat para gadis disana terpesona olehnya.


"hai...my kiss...butuh tumpangan?!" ucap seorang pria sesaat setelah menurunkan kaca mobilnya,


cindi melihat sekilas pemuda itu kemudian membuang muka


"ayo lah...jangan begitu dingin" bujuk pemuda itu yang tidak lain adalah rekha.


reka tiba-tiba dikagetkan oleh suara klakson dari bus yang ada dibelakangnya.kemudian memajukan mobilnya.


seteleh bus berhenti didepan cindi kemudian ia langsung masuk kedalam bus tersebut tanpa menghiraukan reka yang menawarinya tumpangan.


"sial...!gue dikacangin...!" gumam rekha sendiri didalam mobilnya.


 


disisi lain, rafa yang baru bangun dari tidurnya mengagetkan sang ibu yang tengah duduk santai diruang tamu


"tadi malam ma..."rafa yang baru turun dari tangga dengan wajah kusut menuju dapur untuk mengabil air minum.


"belum mandi kenapa keluar kamar? nggak kayak biasanya...lagian tumben kamu pulang kemansion...biasanya langsung keapartemen" ucap elina sambil membuka majalah yang ada didepannya.


"ma...apa rafa kurang tampan? atau rafa ini kurang kaya?"tanya rafa yang baru datang dari dapur dan langsung menidurkan kepalanya keatas pangkuan sang ibu.


"kenapa tanya begitu?"


"cuma tanya ma"

__ADS_1


"mmm...soal cindi ya?"


"kok mama tau?" rafa kaget


"iya lah...mama juga tau kalau cindi tu tidak suka sama kamu..."


"emang iya ma?"


"iya lah...mama tau dari gerak-gerik cindi"


"ma...terus menurut mama rafa harus gimana?"


"kamu tau tidak apa yang disukai cindi?"


"hm...gak tau ma...mungkin uang yang banyak"jawab rafa sekenanya.


"dasar..."elina mencubit hidung sang anak"fa...mungkin cindi nggak suka sama kamu karna kamu itu masih terlihat kekanakan coba lihat tu rekha...dia terlihat dewasa...kalau disuruh milih,mama juga akan milih rekha"


"ma...masak mama lebih peduli sama rekha dari pada anak mama sendiri?"


"mama harus objektif dong...ya...walau kamu lebih ganteng sedikit sih..."


"tau ah...curhat sama mama bukannya kasih solusi malah banding-bandingin sama rekha lagi...ya jelas lah dia lebih dewasa rekha kan lebih tua umurnya"


"umur beda tapi gelar kaliankan sama... sama-sama lulusan S2 dari kampus terbaik di LA lagi...kamu aja yang kurang kerjaan malah balik lagi ke sekolah sma buat ngejar cindi...harusnya kamu serius ngurus perusahaan kamu"


"huh...udah ah..."rafa bangun dan menuju kekamarnya lagi.

__ADS_1


dan mama elina hanya tersenyum melihat anak laki-lakinya yang sedang kesusahan hampir frustasi menghadapi seorang gadis itu.


happy reding semua...


__ADS_2