
Ketika keluar dari kamar Zaf melihat para pelayan disana tengah sibuk.
"Ada apa ini?"(dalam bahasa Perancis)tanya Zaf heran melihat semua orang disana yang begitu sibuk.
"Oh kau belum tahu? malam ini pesta perayaan ulang tahun nona akan diadakan? "(dalam bahasa Perancis) jawab seorang pelayan yang tengah menata vas bunga disana.
"Bukankah ulang tahun nona adalah kemarin? "(dalam bahasa Perancis) Zaf mengerutkan dahinya semakin heran.
"Iya, kemarin tidak diadakan pesta dan seluruh pegawai diliburkan karna kemarin adalah hari berduka untuk keluarga ini, dan hari ini akan diadakan untuk hari kebahagiaan nona kecil" (Dalam bahasa Perancis).
Oh, Zaf mengerti, karna tepat saat ulang tahun Luciana adalah hari dimana ibunya juga meninggalkannya, maka dari itu keluarga ini tidak mengadakan pesta disaat hari tepatnya melainkan diundur dihari berikutnya.
Tapi apa tuan Bryan benar-benar mencintai istrinya? bahkan sampai membuat hari meninggalnya istrinya dia jadikan hari berkabung bagi keluarga ini?.
Tapi bagai mana bisa dia mengikat Mirela jika dia memang tidak bisa melupakan istrinya?
Huft... Zaf, apa yang kau pikirkan? yang seharusnya kamu pikirkan adalah bagai mana cara untuk pergi dari rumah ini, dan kembali pada kehidupanmu yang sebelumnya.
Setelah mengambil air minum, Zaf kemudian kembali menuju kamarnya untuk segera menyelesaikan lukisannya.
"Kakak! " panggil Luciana saat Zaf tengah menggoreskan kuasnya diatas kanvas.
"Iya nona"Jawab Zaf.
"Apa sudah selesai? "tanya gadis itu berusaha mengintip hasil lukisan Zaf.
"Sedikit lagi nona"Jawab Zaf kemudian menutupi kanvasnya dengan kain agar Luci tidak bisa melihatnya.
Melihat itu Luci pun mengerucutkan bibirnya.
"Luci kan penasaran kak"cicitnya.
Zaf yang melihat itu pun tertawa "Belum saat nya sayang, nanti malam saat pesta ulang tahunmu kakak akan memberikannya untuk mu" Zaf menowel pipi chuby gadis itu.
Gadis itu mengangguk, namun masih ada gurat tidak rela diwajahnya.
"Jadi, ada apa Luci mencari kakak? "tanya Zaf kemudian.
"Ada yang ingi Luci beri untuk kaka, ayo ikut dengan ku"ajak gadis itu menarik tangan Zaf.
Zaf dibawa Luci menuju kekamarnya.
__ADS_1
"Lihat lah" Luci menunjuk pada ranjangnya yang dipenuhi beberapa gaun diatasnya.
Zaf yang melihatnya terbelalak kaget "Kenapa kamar mu berantakan sekali? " Tanya Zaf.
"Bukan itu yang Luci maksud, tapi lihat gaun yang ada diatasnya" cicitnya.
Zaf mendekat kemudian mengambil sebuah gaun cantik berwarna biru muda dan membentangkannya.
"Cantik kan? " ucap Luci kembali.
"Ya, ini memang cantik, tapi sepertinya terlalu besar untukmu sayang" Zaf berucap.
Gadis itu berdecak "Bukan untukku kak, ini yang akan kakak kenakan malam nanti saat pesta ulang tahun ku, Luci ingin kakak yang mendampingiku saat pemotongan kue" gadis itu menjelaskan.
Zaf melongo kaget astaga... apa lagi ini?
"Kakak pasti akan sangat, dan sangat cantik memakai ini"gumam gadis polos itu.
Zaf meletakkan kembali gaun tersebut, kemudian membelai bahu Luciana lembut "Sayang, kakak ini hanya seorang mengasuh disini, jadi tidak pantas kalau kakak berpenampilan seperti itu di pesta ulang tahunmu"ucap Zaf kemudian "Lagi pula, Daddy mu tidak akan mengijinkannya" lanjut Zaf.
Gadis itu menggeleng "Justru Daddy yang meminta Luci, agar kakak mengenakan ini untuk malam nanti"ucap gadis itu.
Zaf menepuk jidatnya sendiri apa lagi ini?
Seperti yang diinginkan Luci tadi, kini Zaf benar-benar memakai gaun indah itu.
Dengan kecantikan yang diturunkan oleh mommynya, kini Zaf bahkan dapat menyihir setiap orang yang memandangnya.
"Waahhh... ternyata kakak lebih cantik dari yang ku bayangkan"cicit gadis itu saat mendatangi Zaf dikamarnya.
Zaf membalasnya dengan sedikit senyuman.
"Apa kak Zaf belum selesai! " Teriak Pedro yang baru saja ikut masuk kekamar zaf untuk memastikan apa Zaf sudah selesai atau belum.
Dan saat pria kecil itu masuk, ia langsung tertegun saat melihat Zaf yang terlihat begitu anggun.
"Ck, kau bahkan sampai meneteskan air liurmu melihat kak Zaf"goda Luci saat melihat kakaknya terdiam setelah melihat penampilan Zaf.
"Diam lah, Luci, acara akan segera di mulai, kenapa kau tidak segera turun kebawah? " ucap Pedro mengalihkan. Sebenarnya malu juga saat ketahuan bahwa dia terpesona terhadap Zaf.
Luci pun tertawa saat mendengar ucapan kakaknya tersebut, kemudian beralih pada Zaf "Ayo kak, kita turun"ajak gadis itu.
__ADS_1
Zaf pun hanya bisa menurut saja,dan mengikutu arah langkah Luci menuju ruang pesta.
"Daddy...!! " panggil gadis itu saat melihat Daddynya sedang mengobrol dengan tamunyan.
Bryan pun menoleh, tapi pandangannya tidak tertuju kepada Luci yang memanggilnya, melainkan kepada Zaf yang berjalan dibelakang Luci.
Seperti orang-orang yang melihatnya, Bryan pun merasa tertegun saat melihat penampilan berbeda dari pengasuh putrinya.
Sedangkan zaf yang ditatap seperti itu menjadi sedikit salah tingkah.
"Maaf Tuan, saya malah memakai pakaian seperti ini di acara ulang tahun nona" ucap Zaf merasa malu dengan penampilannya sendiri.
"Daddy! " Panggil Pedro saat melihat ayahnya yang terdiam tak menjawab ucapan Zaf.
"Ah, iya... Tidak apa-apa, aku yang membelikan gaun itu atas pilihan Luci"jawab Bryan setelah tersadar dari lamunannya "Oh iya, ikut lah denganku"ucap Bryan.
Kemudian melangkahkan kakinya menuju lantai tiga yang diikuti Zaf dibelakangnya.
Sesampainya diruangan yang diharam kan untuk para maid disana, Bryan kemudian mengambil sebuah kotak yang ada dinakasanya.
Ia membawa kotak itu dihadapan Zaf dan kemudian membukanya.
"Pakai lah"ucap Bryan meminta Zaf agar memakai satu set perhiasan mewah yang ada didalam kotak tersebut.
Zaf hanya diam tak berani bergerak saat Bryan memerintahkannya untuk melakukan hal tersebut.
Karna melihat hal itu, Bryan kemudian mengambil kalung yang ada disana dan memasangkannya pada leher jenjang Zaf.
Zaf tersentak saat menyadari sebuah kecupan Bryan darat kan pada punggung Zaf yang terbuka.
"Apa yang anda lakukan Tuan" Zaf mencoba menghindar.
Bryan menunjukan senyum devilnya "Gaun mu itu sangat cantik Zaf, dan tidak cocok jika tidak di padukan dengan beberapa perhiasan" ucap Bryan kemudian mengangkat tangan Zaf dan melingkarkan gelang pada tangannya.
"Tuan, sepertinya ini berlebihan"Zaf menarik tangannya.
Namun Bryan kembali menarik tangan Zaf dan kini cincin yang ia sematkan di jari manis wanita itu "Kau pantas mendapatkannya" ucap Bryan setelah selesai menyematkan satu set perhiasan di tubuh Zaf "Pesta ini bukan hanya untuk perayaan ulang tahun Luci,tapi sekaligus jamuan untuk para rekan bisnis ku, jadi ku harap kau tidak keberatan untuk menemaniku" sambung Bryan.
Zaf mengerutkan keningnya "Maksud anda, saya disini sebagai pasangan anda?"
"Kau bisa berpikir seperti itu, yang jelas saya ingin kamu menemani saya saat menyambut para tamu" ucap Bryan.
__ADS_1
Zaf semakin tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Bryan, bukankah semalam ia baru saja ketahuan mencuri data disini? lalu, kenapa Bryan tidak memberinya hukuman? malah Bryan memberinya hadiah? Zaf sama sekali tidak mengerti jalan pikiran dari tuannya ini.