Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 64


__ADS_3

Sekarang rutinitas Zayn adalah mengantar jemput Safana dari rumah kekampus atau pun sebaliknya.


Safana yang tadinya merasa tidak enak pun akhirnya menurut karna Zayn bilang itu adalah fase pendekatan baginya.


Yah, beruntung pekerjaan Zayn diperusahaan dapat ia handle hingga ia bisa meninggalkannya sekejap untuk menjemput gadis yang kini menjadi kekasihnya.


Seperti hari ini Safana sudah duduk disamping kursi kemudi dimana Zayn lah yang ada dikursi tersebut.


"Kenapa macet sekali? " gerutu Safana karna mobil hanya bisa berjalan perlahan.


"Katanya jalan didepan sedang ada pembersihan jalan,pak Presiden akan melewati jalan tersebut" jawab Zayn, masih memperhatikan jalan didepan.


"Tau begitu, kenapa tadi tidak mencari jalan lain saja" Gadis itu memanyunkan bibirnya.


Melihat itu Zayn jadi terkekeh "Bukannya bagus kalau begini, kita jadi lebih lama buat berdua? " Godanya.


Safana melihat sekilah pada Zayn kemudian melempar pandangan ketempat lain dengan wajahnya yang memerah.


Sebenarnya Safana merasa lapar sekali karna pagi tadi ia tak sempat untuk sarapan.


Ingin cepat-cepat sampai kerumah agar segera dapat mengisi perutnya dengan makan lezat yang dibuat oleh bibik disana.


Kruuuugh...


Benarkan? hal yang paling tidak Safana inginkan, perutnya berdemo didepan seseorang yang ia suka memang sangat memalukan.


Zayn terkekeh"Kamu lapar? " tanyanya.


Safana malu untuk menjawab.


"Kita cari restoran dulu, kalau begitu" Zayn celingukan mencari tempat makan disana, namun nihil karna mereka terjebak macet ditempat yang sepi.


"Eh iya! " Safana berseru teringat sesuatu, ia kemudian membuka tasnya dan mencari sesuatu disana."Ketemu! "Soraknya.


"Permen? " Tanya Zayn heran melihat yang ada ditangan gadis tersebut.


"Lumayan, buat mengganjal perut"ucap gadis itu kemudian memasukan permen rasa buah itu kedalam mulutnya. "Kamu mau? " Tanya Safana kembali mencari kedalam tasnya, karna seingatnya ia menyimpan beberapa permen disana.


Namun tanpa disangka dan diduga, Zayn malah melepas sabuk pengamannya kemudian mencondongkan tubuhnya mendekati Safana.


Sementara Safana yang tidak menyadari Zayn yang sudah hanya beberapa centi darinya kemudian mendongak.


Alangkah kagetnya Safana ketika tiba-tiba Zayn menempelkan bibirnya pada bibir Safana.


Dan hap...


Permen yang tadinya ada dimulut Safana kini berpindah tempat dimulut Zayn.

__ADS_1


Pemuda itu menampakkan seringainya setelah mendapatkan apa yang Safana tawarkan tadi.


"Astaga!"Pekik gadis itu setelah Zayn melepaskan bibirnya."Kenapa tiba-tiba-" Gadis itu masih memegangi dadanya seakan jantungnya hendak loncat dari tempatnya.


"Bukankah kamu yang menawariku? " Zayn berkilah.


"Iya, tapi yang aku tawarkan permen yang ada di tasku" Safana masih terlihat syok.


"Kenapa tegang begitu? bukankah itu wajar seorang pacar mencium pacarnya? " Zayn dengan wajah tanpa dosanya.


Bukan itu masalahnya, ini adalah kali pertama Safana merasakan apa itu ciuman karna itu dia kaget sekali."Aku kaget sekali".


"Kenapa? baru pertama kali ciuman ya?" goda Zayn.


"Kenapa tidak ada aba-aba? aku jadi terkejut". Safana masih ingin menutupi kenyataan bahwa itu memang adalah ciuman pertamanya.


"Mana ada orang yang mau cium minta izin dulu"gerutu Zayn "Lagi pula aku juga tidak yakin kamu akan meberi izin jika aku bertanya lebih dulu".


Safan menghela nafasnya kemudian setelah mendapatkan satu permen lagi ia kembali memasukkannya kedalam mulutnya lagi.


"Apa itu juga untukku? " Zayn menunjuk bibir Safana yang didalamnya ada permen.


Sontak saja gadis itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Dan tawa Zayn pun langsung pecah melihat kepolosan Safana.


Zayn menghela nafasnya meredakan tawanya "Aku akan tebak, kau pasti tidak pernah pacaran sebelumnya kan?"


Jleb...


Dan apa yang dikatakan oleh Zayn memang benar adanya.


"Ya, kau benar... kau adalah pacar pertama ku. karna itu aku sangat terkejut karna kau menciumku secara tiba-tiba, karna itu adalah first kiss bagiku" Lirih Safana.


"Hidupku terlalu monoton Zayn, dan sama sekali tidak menarik seperti kehidupan orang lain" tutur Safana.


Zayn melihat kearah Safana, ia seperti melihat kepada dirinya sendiri.


Semasa sekolah, Zayn hanya belajar dan belajar, bukan karna paksaan orang tuanya, namun itu adalah gaya hidup Zayn.


Ia pun juga merasa hidupnya tidak menarik, namun kehadiran Hyena yang sedikit membuat hidupnya berwarna.


Gadis itu yang mengajari bagai mana Zayn menjadi sedikit nakal.


"Apa tidak ada seseorang yang mengisi hari mu dengan sedikit warna? " Tanya Zayn.


Tanpa diduga, gadis itu menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Dihidupku hanya ada Ayah dan Ayah, tidak ada orang lain Zayn".


"Sepertinya tuan Brury sangat over protektif padamu? ".


"Tidak"Safana kembali menggeleng "Aku yang tidak ingin menjauh dari Ayah, kau tahu, bagai mana rasanya melihat seseorang yang patah hati saat ditinggalkan seseorang yang paling ia sayangi? "


Zayn hanya tertegun melihat serta mendengar penuturan Safana.


"Aku melihat Ayah yang sangat terluka saat Ibu meninggalkannya, karna itu sebisa mungkin aku ingin menghibur perasaan ayah saat itu".


Ya, Zayn juga merasakan hal yang sama saat melihat papa Rafa begitu terpukul saat mama Cindi koma beberapa tahun yang lalu.


Tapi beruntungnya dia karna mama Cindi masih bisa bertahan dan tetap setia mendampingi papanya.


"Kenapa aku merasa, nasib kita sama ya? " celetuk Zayn.


"Apanya yang sama? " Safana bertanya.


"Tentang kehidupan monoton kita, tentang kasih sayang antara kedua orang tua kita. dak Kau tahu? mendengar ceritamu aku jadi merasa nasibku tidak begitu buruk".


Safana hanya menjawab nya dengan sedikit senyuman.


"Bibir siapa saja yang pernah menempel disini? " Safana menujuk bibir Zayn yang tadi dengan lancang menempel pada bibirnya.


Zayn tampak berpikir "Sepertnya bibir Mommy saat aku masih kecil".


Mendengar itu Safana mendeci tidak percaya "Kau pikir aku akan percaya?".


Zayn terkekeh "Menurutmu? ".


"Kau memiliki skandal dengan seorang wanita malam, dan aku bahkan juga tidak yakin kalau yang akan kau berikan pada ku adalah barang original atau second".


Mendengar itu Zayn menundukkan wajahnya, ia menujukan rasa menyesal yang dapat Safana rasakan Zayn kini tengah sedih.


"Oh, aku hanya bercanda Zayn... kenapa kau murung? " Safana berusaha mengembalikan mood Zayn kembali, namun pria itu hanya diam sambil mengemudikan mobilnya karna kini macet sudah terurai.


"Zayn... "Panggil Safana yang merasa bersalah, ia menyesal sekali kenapa juga harus mengungkit masalah skandal Zayn segala? Safana merutuki mulut nya sendiri.


"Zayn... maaf" Sesal Safana menahan isak nya.


Zayn yang mendengar suara Safana yang bergetar kemudian melirik kearah Safana yang sedang menahan tangis nya agar tidak pecah.


Tiba-tiba Safana merasa pipinya dicubit oleh Zayn kemudian menoleh pada pria tersebut.


"Serius banget nanggapinnya? "ejek Zayn kemudian tawanya pun pecah, ternyata Zayn hanya berpura-pura marah kepada Safana.


Gadis itu yang menyadari telah dikerjai oleh Zayn pun hanya cemberut mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Aku yakin, kamu juga tahu kalau dalam vidio waktu itu hanya angle yang memojokkanku, karna itu aku yakin kamu tahu kebenarannya. Jadi aku juga tidak tersinggung dengan apa yang kamu ucapkan"ucap Zayn setelah tawanya mereda "Aku tahu kamu bercanda sayang" imbuh Zayn mengusap kepala Safana lembut.


__ADS_2