Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 30


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan oleh Bryan, hari ini pengacara Bryan benar-benar mendatangi kepolisian dan mencabut segala tuntutan yang memberatkan paman Daniel.


Kenz menjemputnya, entah apa yang akan ia lakukan.Ia benar-benar menyesalkan akan keputusan Zaf yang bersedia menandatangani perjanjian yang merugikan untuk gadis itu.


Mungkin penyesalan memang selalu datang diakhir cerita, seandainya Kenz tidak menbuat keputusan bodoh untuk mencari orang tuanya.


Dan seandainya ia bisa lebih keras lagi untuk membuat Zaf tidak mendatanginya, mungkin ini tidak akan terjadi.


"Kenapa kau melakukannya? "(dalam bahasa Perancis) Bukan ucapan terima kasih yang Kenz dengar dari Daniel.


Kenz tak menjawabnya.


"Bukan kah sudah kukatakan, aku tidak ingin kau membebaskan ku" (dalam bahasa Perancis) ucapnya lagi "Selamanya aku akan hidup dalam penderitaan karna penyesalan"(dalam bahasa Perancis)


Bugh...


Sebuah pukulan melesat dipipi paman Daniel.


Kenz yang tak berpikir panjang langsung saja melesatkan bogem mentah nya kepada ayahnya.


"Kau tidak tahu seberapa mahalnya aku membayar untuk kebebasanmu! seharusnya bukan kata itu yang keluar dari mulut mu! " (dalam bahasa Perancis) Kenz meninggikan suaranya.


"Ck... "Paman Daniel berdecih kemudian mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya. "Dimana gadis itu? "(Dalam bahasa Perancis) ia kemudian bertanya mengalihkan topik.


Namun seakan tak memperdulikan ucapan sang ayah, Kenz kemudian berjalan mendahului pria tua itu.


Tidak ingin mendengar dan menjelaskan mengenai Zaf, itu akan terasa lebih sakit untuk Kenz disaat ini.


Ia hanya harus menuruti ucapan Zaf untuk menyembuhkan psikis ayahnya agar pria itu bisa kembali memiliki semangat untuk hidup.


Sebelum membawa ayahnya pulang kerumahnya, Kenz terlebih dahulu membawa ayahnya menuju psikolog untuk berobat.


Disana sang dokter mengatakan tidak sulit untuk menyembuhkan ayahnya, dan hanya beberapa kali terapi paman Daniel pasti bisa menjalani hidupnya dengan normal.


Dan haruskah Kenz merasa lega kali ini? ya, mungkin satu masalah kini sudah ada jalan keluarnya.


Tapi bagaimana untuk Zaf? akankah ia bisa mencari jalan keluarnya?.


Dan satu-satunya yang terpikir oleh Kenz adalah Tuan Rafa.


Kenz yakin, ayah Zaf akan bisa melepaskan Zaf dari jeratan Bryan, namun Zaf bersikeras agar Kenz tidak memberi tahu ayahnya tentang masalah ini.


Dan Kenz harus memeras otaknya untuk mencari jalan lain.


Sementara itu di kediaman Abram...

__ADS_1


Terdengar Bryan sedang marah-marah dari lantai tiga, sepertinya dia sedang memarahi bawahannya.


Zaf diminta para pelayan untuk mengantarkan kopi Bryan, karna para pelayan merasa takut jika mereka naik keatas.


Mereka takut Bryan juga akan memarahi mereka, karna itu adalah kebiasaan buruk dari majikannya tersebut.


Zaf kemudian naik dengan membawa segelas kopi ditangannya.


"Apa yang kau lakukan disini? "Ucap Bryan dengan nada dingin dengan masih menempelkan ponsel ditelinganya.


Zaf memperlihatkan cangkir yang ada ditangannya "Kopi"ucapnya kemudian meletakkannya diatas nakas.


Bryan melihat setiap gerakan yang Zaf lakukan "Berhenti! "ucapnya saat melihat Zaf hendak keluar dari ruangannya.


Zaf berbalik "Ya?".


"Bersiaplah, kau akan ikut dengan ku menemui klien"Bryan berucap kemudian berpaling,bermaksud agar Zaf tidak membantahnya.


Zaf tidak bisa berkata apa-apa, ia kemudian segera berbalik menuju kamarnya.


***


"Kemana kita akan pergi? "Tanya Zaf, kini mereka sudah berada di satu mobil dengan Bryan yang meneyetir.


"Bertemu dengan klien, karna sekertarisku mendadak sakit jadi aku memintamu untuk menggantikannya"ucap Bryan sambil memperhatikan jalanan didepannya.


"Dibelakang itu adalah berkas yang kau perlukan, kau bisa mempelajarinya terlebih dahulu, jika masih tidak mengerti kau bisa menunjukannya pada para klien ku nanti" Bryan berucap tanpa melihat kearah Zaf.


Mendengar itu, Zaf kemudian melihat kearah kursi belakang, disana ada berkas yang berada didalam map dan kemudian ia meraihnya.


Zaf membaca isi dari kertas-kertas itu "Kenapa tidak membawa bawahanmu yang lebih berpengalaman? "Gerutunya.


"Kau tidak mengarti? "Bryan bertanya kali ini ia melirik kearah Zaf yang sudah menutup map yang ada dipangkuan gadis itu.


Zaf tak menjawab, ia hanya menaikan kedua pundaknya sebagai jawaban.


"Tidak masalah, kau hanya perlu menggunakan kemampuan berbahasa asing mu"Bryan kemudian memutar kemudinya karna kini mereka sudah tiba ditempat pertemuan.


Acara diselenggarakan disebuah hotel berbintang,karna itu Zaf tampak tidak percaya diri karna penampilannya yang kini memakai pakaian kantoran.


"Apakah ini acara pesta? "tanyanya.


"Tidak, kau tenang saja, kau tidak sedang salah kostum"Ucap Bryan yang seakan mengetahui kegundahan Zaf.


Mereka kemudian melangkah memasuki hotel tersebut.

__ADS_1


Tampak ada beberapa orang disana, ada sekitar sebrlas atau dua belas pria disana, dengan didampingi wanita dari masing-masing pria.


Zaf yakin yang menemani pria-pria itu jika bukan sekertaris mereka adalah kekasih mereka.


Terlihat sekali kedekatan antara mereka.


"Selamat datang tuan"(dalam bahasa Perancis) sambut seorang pria yang menyelenggarakan acara tersebut.


Bryan menyambut uluran tangannya, dan setelah menyapa Bryan, pria itu beralih pada Zaf yang berdiri disamping Bryan.


"Selamat datang nona cantik"(dalam bahasa Perancis) sapa nya.


"Ya, terima kasih"(dalam bahasa Perancis) Jawab Zaf.


Pria itu hendak memberikan cium pipi kepada Zaf sebagai sapaan yang wajar, namun Bryan segera menarik tangan wanita itu.


"Kami ingin segera bertemu dengan tuan Rudolf"(dalam bahasa Perancis) ucap Bryan yang tidak ingin pria itu menyapa Zaf dengan cara cipika cipiki.


Pria itu kemudian tertawa "Ya, kau posesiv sekali... seperti bukan dirimu"(dalam bahasa Perancis) Gelaknya pria yang sepertinya seumuran dengan Bryan. "Baiklah, silahkan nikmati perjamuannya"(dalam bahasa Perancis).


Bryan kemudian bergabung dengan para perwakilan dari beberapa negara untuk membahas tentang bisnis nya.


"Selamat siang tuan, bagai mana kabar anda"( dalam bahasa Rusia) ucap Kenz saat menemui seorang perwakilan dari Rusia.


Pria perwakilan Rusia itu pun menyambut baik Bryan kemudian mengobrol mengenai perkembangan bisnis mereka.


"Kau membawa datanya? "(dalam bahasa Rusia) Tanya pria paruh baya yang sedang berbincang dengan Bryan.


"Iya tuan, semua data sudah kami bawa"( Dalam bahasa rusia) jawab Bryan kemudian memberi isyarat kepada Zaf untuk memberikan berkas yang tadi sudah ia siapkan.


Zaf yang mengerti kemudian memberikan map yang tadi ia bawa.


"Apakah kita akan membahasnya disini tuan? "(dalam bahasa Rusia) tanya Bryan.


Pria paruh baya itu kemudian tertawa, "Kau benar, sebaiknya kita membahasnya sambil makan siang"(dalam bahasa Rusia) Tuan itu kemudian menyisirkan pandangannya kearah meja yang disiapkan untuk acara makan siang yang sepertinya sudah selesai "Sepertinya memang sudah saatnya kita untuk makan siang"(dalam bahasa Rusia) ucap tuan itu.


"Anda benar tuan"(dalam bahasa Rusia) Bryan menjawab.


"Oh, dan sepertinnya perwakilan dari Indonesia juga sudah tiba"(dalam bahasa Rusia) Tuan itu bicara sambil melihat kearah seserang yang baru saja datang.


Dan bukan hanya tuan Rudolf yang melihat kearah seseoarang itu, Zaf juga mengarahkan pandangannya kearah itu.


Dan betapa terkejutnya Zaf saat melihat siapa yang ada disana.


Dan tampaknya orang itu juga sedang melihat kearah Zaf yang terpaku ditempatnya.

__ADS_1



__ADS_2