
"cindi?" ucap tante nila kaget
"tante nila?" cindi pun tidak kalah kaget
mama elina yang memperhatikan kedua wanita didepan nya tampak bertanya-tanya
"kalian sudah saling mengenal?"tanya mama elina
cindi mendekat dan duduk dikursi sebelah mama elina setelah mencium tangan kedua wanita didepannya
tante nila menghembuskan nafasnya berat " gadis yang aky ceritain kekamu dulu ya cindi ini el"
mama elina kembali terkejut "jadi gadis yang kamu jodohkan dengan anak kamu itu cindi?... astaga...aku benar-benar tidak menyangka"
cindi hanya diam menyaksikan
"baiklah...masa lalu biarlah menjadi masa lalu dan sekarang cindi akan menjadi menantuku" mama elina kembali berucap "sekarang tunjukan gambar yang tadi"
ada raut kesedihan diwajah tante nila,masih ada perasaan tidak rela dibenaknya.
jika bukan marco yang meminta untuk membatalkan pertunangan kevin dan cindi,sekarang cindi pasti sudah menjadi menantu kesayangan nya,batin tante nila
tante nila memberikan sebuah album foto agar cindi memilih dekorasi yang ia inginkan.
dan setelah cindi memastikan keinginannya, cindi langsung pamit lebih dulu untuk menuju rumah orang tua nya.
"hhhh...." tante nila kembali melepas kan nafas beratnya "padahal dulu aku dan indah sudah sangat senang saat menjodohkan mereka berdua,tapi malah jadi begini" ucap tante nila lirih
"sudah lah la...ikhlas kan aja...lagian mantuku kan mantu kamu juga" mama elina menenangkan tante nila
"mana bisa begitu" tante nila menepis tangan mama elina yang tadi mengusap punggungnya "memang anak mu rela kalau membagi cindi dengan anakku?"
mendengar ucapan tante nila,mama elina langsung memukul kepala tante nila dengan album foto didalam nya "kalo ngomong asal aja kamu" ucap mama elina jengkel
"kamu ini...sakit tau" tante nila meringis sambil mengelus kepalanya.
melihat sahabat nya kesakitan mama elina bukan nya kasihan malah tertawa dan tante nila pun ikut tertawa karna merasa masa lalu mereka yang indah kini seperti kembali lagi.
__ADS_1
***
cindi sudah sampai di rumah orang tuanya namun,saat dia masuk malah melihat papa marco dan mama aryana sudah bersiap untuk pergi
"loh...papa mau kemana?" tanya cindi
"sayang...kamu sudah pulang" papa marco mendekati cindi dan memeluknya "papa baru saja mau menghubungimu,papa sama mama aryana akan ke jepang untuk menemui klien selama kurang lebih satu minggu"
"iya sayang...dan mama mau minta tolong, lusa bisakan kamu kesekolah dika mengambilkan rapor nya?"sambung mama aryana
cindi mengangguk " iya ma" kemudian memeluk mama aryana "hati-hati ya pa...ma... jika sudah sampai hubungi cindi" ucap cindi setelah mencium tangan kedua orang tuanya.
setelah kedua orang tua cindi berpamitan,cindi menuju kamarnya yang ada dilanta bawah, kini kamar itu sudah berubah, karna ekonomi keluarga papa cindi membaik, kamar itu sudah direnovasi menjadi lebih besar dari yang dulu.
cindi membaringkan tubuhnya yang terasa lelah.
kringggg....
"halo..." suara cindi terdengar parau karna tak terasa dia tertidur sebentar
cindi hafal suara itu,itu adalah rafa. rafa masih dijogja karna masih ada pekerjaan menegenai pembangunan perusahaannya yang baru.
"rafa...ada apa" ucap cindi
"aku rindu"cindi hanya diam tidak menanggapi " apa kamu tidak rindu?"
"tidak...kenapa harus rindu?"cindi tersenyum mendengar ucapan rafa. bagaimana dia bisa rindu padahal baru tadi pagi mereka berpisah dibandara.
"besok aku akan menyusulmu"
"memangnya pekerjaanmu sudah selesai"
"biar di handle ilham"rafa diam sesaat " sudah makan?"
"belum"
"aku tutup telfonnya,kamu segeralah makan ini sudah malam"
__ADS_1
"hm" cindi mengangguk dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
setelah bersih,cindi langsung menuju meja makan dan terlihat dika sedang duduk disana.
cindi yang tiba-tiba duduk disamping dika membuat adik laki-lakinya itu terkejut.
"kak cindi" ucap nya tidak percaya
cindi hanya tersenyum dan mengacak rambut dika.dika yang merasa rindu saat itu langsung berhambur memeluk kakak perempuannya itu.
"kak cindi kapan datang" ucap dika setelah melepaskan pelukannya
"tadi sore dek...tadi kakak ketiduran jadi nggak sempet nemuin kamu...maaf ya" ucap cindi dengan senyum nya
"nggak papa kak...lagian dika juga baru pulang...ada ekskul disekolahan" jelas dika
cindi hanya mengangguk dan menyendokan nasi keatas piringnya.
"tadi kakak ketemu papa sama mama" ucap cindi setelah menyelesaikan makannya "mereka pesen lusa kakak disuruh ambil rapor kamu"
"jadi kakak yang mau ambil rapor ku?" dika sedikit kaget karna dia selalu merasa kakaknya sangat sibuk apa lagi sebentar lagi akan mempersiapkan pernikahannya
cindi menganguk sambil meneguk minumannya
"kakak nggak sibuk?"
"nggak...kenapa? jangan bilang kalau nilaimu jelek dan nggak ingin kakak mengambilkannya untukmu"
"bukannya kakak harus mempersiapkan pernikahan kakak?"
"kamu tenang saja dek...semua sudah diatur oleh calon mertua kakak" ucap cindi meninggalkan rafa sendiri di meja makan.
happy reading semua...
__ADS_1