
suara ketukan pintu menghentikan aksi mereka.cindi yang berniat untuk keluar, tangannya masih digenggam erat oleh rafa yang seolah tidak ingin cindi beranjak dari ruangannya.
"jangan kemana-mana kamu duduk saja disana dulu"rafa menunjuk pada sofa yang ada disebelah pintu.dan entah terkena sihir apa,cindi menuruti perintah dari si big bos yang ternyata adalah kekasih yang ia tinggal kan 4 tahun yang lalu.
"masuk!" seru rafa setelah dia duduk kembali dikursi singgasananya.
"ini laporan keuangan bulan ini pak" lapor davina menyerahkan dokumen diatas meja.
"iya nanti saya periksa"
" kalau begitu saya permisi undur diri" davina pamit dan hanya disambut dengan anggukan kecil dari bosnya tanpa melihat wajah davina
"zahra...?" panggil davina sesaat setelah ia memutar tubuhnya menuju pintu. dan hanya ditanggapi anggukan dan senyuman oleh cindi. davina sedikit penasaran apa yang dilakukan oleh cindi diruang big bosnya itu.tapi rasa takutnya terhadap sibos lebih besar,jadi tidak berani ikut campur dengan urusan mereka.
rafa mendekati cindi setelah davina keluar dari ruangan mereka,
"ada banyak pertanyaan yang berputar diotakku"ucap rafa setelah menempelkan bokongnya disofa dan duduk disebelah cindi"kenapa dulu kamu pergi begitu saja? kenapa tidak membawa ponselmu? kenapa tidak menggunakan kartu itu? kenapa tidak menungguku pulang? kenapa tidak menyelesaikan masalahmu malah kamu kabur?" tanya rafa beruntun.
"pertanyaan macam apa itu?" ucap cindi yang membuat rafa semakin gemas karna bukanya menjawab pertanyaannya malah cindi balik bertanya.rafa mendekatkan wajahnya bermaksud untuk mencium cindi lagi. tapi tangan cindi lebih dulu menutup bibirnya"jangan mencium ku lagi" suara cindi dari balik tangannya.
rafa tersenyum melihat ekspresi cindi yang memerah.
"ingat...hutangmu terlalu banyak... kamu boleh resign dari hotel ini tapi tidak untuk menjadi pembantu dirumahku..dan karna kamu tidak lagi bekerja disini, jadi mulai sekarang kamu kerja diapartemen selama 24 jam"
cindi mengerjap beberapa kali,dia tidak percaya rafa akan menjadikannya penbantu.cindi kemudian berlari menuju meja rafa dan mengambil amplop yang berisi surat pengunduran dirinya " anggap saja saya tidak datang keruangan bapak...dan saya tidak jadi mengundurkan diri" cindi melesat menuju pintu,tapi saat ingin membukanya, pintu itu lebih dulu ditahan oleh rafa.
__ADS_1
"kamu boleh tidak resign tapi kamu hanya bekerja dihotel senin sampai jum'at jam 7 sampai jam 1 siang setelah dari sini kamu kerja diapartemen seperti biasa... sabtu minggu kamu full time diapartemen"rafa menaikan wajah cindi agar melihat matanya. hening beberapa saat rafa kembali mendekatkan wajahnya tapi kemudian meringis memegangi kakinya karna cindi menendang tulang keringnya.
setelah terlepas cindi langsung membuka pintu dan keluar dari ruangan itu, rafa tersenyun miring melihat cindi yang berlalu.dia merasa senang hari itu, karna cindi sudah mengingatnya,sedikit kesal juga sih, karna cindi mengingatnya karna melihat elfa.
"dari mana ra? tanya sasha tanpa melihat cindi dan lebih fokus dengan ponselnya.
"dari ruang big bos"
"ha...? ngapain? nggak takut sama bos yang dingin angkuh jutek kek dia?"
"nggak lah...orang dia mantan aku dulu"
"oh ya...?kalau begitu kamu harus takut sama aku...akukan pacarnya yang sekarang"sasha terkekeh sambil menjulurkan lidahnya.
"abis kamu tipunya berlebihan...kalo dia itu dulu pacar kamu,udah dari awal dia kenal sama kamu.lagian hidup kamu juga nggak akan sesusah ini"
cindi hanya menggeleng...
rafa terdiam diatas kasur empuknya.dia sengaja pulang awal karna ingin menunggu cindi dan mengerjainya seperti yang difilm-film romantis yang si bos ngerjain pembantunya.
sudah lewat dari waktu yang ia tentukan tapi cindi tidak juga datang.rafa sampai guling-guling dikasur karna menunggu cindi yang tidak juga datang *udah bela-belain batalin rapat biar bisa pulang cepat malah nggak datang-datang kemana sih ni orang,bikin orang kesel aja...*gumam rafa dalam hati.
cindi sibuk dengan laptopnya untuk mengerjakan tugas kampusnya.ia beranjak dari kasurnya karna mendengar suara seseorang mengetuk pintunya.
__ADS_1
cklek...
cindi membuka pintunya dan saat melihat orang dihadapannya ia langsung buru-buru menutup pintunya.
tapi kaki orang itu lebih dulu masuk kedalam rumah hingga kakinya terjepit saat cindi menutup pintu itu.
"aw...!!!"teriaknya yang tidak lain adalah rafa.
"lagian kaki ditaruh disitu"omel cindi.
"terus mau ditaruh dimana?" rafa langsung masuk karna cindi tidak jadi menutup pintunya"jadi selama 3 tahun kamu tinggal disini?" rafa memperhatikan setiap sudut ruangan cindi.
"mau ngapain sih kamu kesini?" kembali cindi mengomel.
"kamu nggak keapartemen makanya aku kesini" rafa kemudian merebahkan tubuhnya keatas kasur cindi yang dia rasa tidak terlalu nyaman karna sedikit keras.
cindi menghela nafasnya kasar" apartemen kamukan masih bersih... buat apa aku kesana?"
"kamu lupa sama hutang kamu?" rafa yang tadinya berbaring,kini dia merubah posisinya jadi miring mengahadap cindi.
"hutang..."ucap cindi kesal" jadi kamu benar-benar tega perhitungan sama aku?".
rafa duduk"boleh deh aku hapus hutang kamu"terlihat senyum devil pada wajah rafa.
happy reding semua...
__ADS_1
semoga suka ya..
jangan lupa jepolnya buat author ya