Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 17


__ADS_3

"Kau sedang bersiap? " tanya Kenz saat memasuki kamarnya dan mendapati Zaf tengah membereskan pakaiannya.


"Ya" jawab Zaf sambil melipat bajunya dan memasukannya kedalam koper.


Kenz berjalan mendekat kemudian duduk dusamping Zaf.


"Zaf"panggilnya.


"Hm? " jawab Zaf kemudian menoleh kepada Kenz.


"Kau yakin akan melakukannya? " tanya Kenz kemudian menyelipkan anak rambut Zaf ketelinganya.


"Kau sudah menanyakan itu tiga puluh tujuh kali Kenz, dan jawabanku juga akan tetap sama" Jawab Zaf.


Semenjak Zaf mendapat pemberitahuan dari Mirela bahwa ia besok sudah bisa mulai bekerja di kediaman Abram, Kenz selalu menanyakan hal yang sama berulang-ulang kepada Zaf.


Kenz menghela nafas kemudian menarik Zaf kedalam pelukannya.


Entah kenapa ia sungguh merasa tidak rela jika Zaf mesuk kedalam kandang singa tersebut.


Zaf bahkan bisa merasakan bagai mana kekhawatiran Kenz saat ini, itu karna pelukan Kenz yang begitu erat saat ini.


"Kau takut kehilangan aku? " tanya Zaf spontan.


Dan Kenz sontak melepaskan pelukannya untuk menatap wajah gadis itu.


Zaf terkekeh "Bukan kah itu yang selama ini kau inginkan? " Zaf bermaksud menggoda namun tidak dengan Kenz, Kenz merasa ucapan Zaf kali ini terasa menakutkan baginya.


"Kenapa menatapku seperti itu? " Zaf merasa aneh dengan tatapan Kenz.


"Sepertinya kau sekarang sudah merasa siap untuk pergi dari ku" ucapan Kenz membuat Zaf menjadi heran.


Kenz tiba-tiba beranjak dan itu membuat Zaf tersentak.


Kenz marah? tapi apa yang membuatnya marah? batin Zaf tidak mengerti.


Zaf berjalan cepat mengejar langkah Kenz yang lebih lebar darinya.


Setelah jaraknya sudah cukup dekat, Zaf kemudian menarik tangan Kenz.


"Kau marah? " tanya Zaf.


Kenz berbalik, kemudian menatap kepada sepasang netra bening Zaf.Ia mengangkat tangannya kemudian mengusap pipi Zaf dengan punggung tangannya.


"Aku tidak ingin kau menjauh" lirih Kenz.


Zaf menyambut tangan Kenz yang ada dipipinya,kemudian menggenggamnya.

__ADS_1


"Kau-" Zaf tidak dapat melanjutkan kalimatnya karna kini bibir Kenz sudah mendarat dibibir Zaf.


Kecupan, *******, dan sedikit gigitan kecil Kenz lakukan kepada bibir ranum Zaf, zaf pun tak kalah untuk membalas aksi Kenz tersebut.


Mereka pun melapaskan pagutannya saat keduanya sama-sama terngah.


"Zaf" lirih Kenz dengan pandangannya yang berkabut.


Zaf kembali menyatukan bibirnya dan Kenz pun menyambutnya.


Entah apa yang ada dipikiran Kenz,saat ini ia hanya menginginkan Zaf hanya Zaf, ia tidak rela gadis nya pergi meninggalkannya.


"Ahhh" Desis Zaf saat tangan Kenz merayap kebagian sensitif tubuh nya.


Dami apapun, Kenz yang biasanya tidak ingin merusak Zaf kini entah apa yang membuatnya menggila.


Bahkan mendengar desahan Zah bukannya membuatnya berhenti,justru membuat birahinya semakin meninggi.


Zaf mengetahui reaksi Kenz pun ikut menggila, ia memberikan kecupan kedapa leher Kenz hingga membuat lelaki itu semakin tenggelam kedalam permainannya.


Harus kah ia menghentikan ini? batin Kenz saat menyadari ternyata Zaf kini sudah berada dibawah kungkungannya dengan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh gadis itu.


Zaf menyadari saat Kenz hendak beranjak darinya, namun ia merasa tidak rela, dan kemudian menarik leher lelaki itu agar mendekatinya.


"Jangan menyiksaku Kenz" Lirih Zaf, kini ia benar-benar membutuhkan Kenz.


Kenz yang masih merasa bimbang antara akan melanjutkan atau mengehentikannya, kemudian tersentak saat Zaf menarik tengkuk Kenz dan kembali ******* bibirnya.


"Ahhh" Zaf terjerit saat Kenz menghujam tubuhnya.


"Sakit" tanya Kenz tidak tega melihat rona merah diwajah Zaf saat menahan rasa sakitnya.


Zaf mengangguk, pertanda ia memang merasa sakit pada bagian intinya.


Kenz hendak menarik tubuhnya, namun Zaf masih mencengkram bahu Kenz.


Gelora itu masih teihat di mata Zaf, dan sangat jelas bahwa Zaf tidak ingin Kenz menghentikannya.


"Aku ingin kau yang pertama Kenz" Lirih Zaf.


Dan mendapat lampu hijau dari Zaf, Kenz pun mengobrak-abrik perhanannya.


Setelah beberapa waktu...


Zaf masih berada dalam pelukan Kenz, mereka berpelukan didalam gelungan selimut dengan posisi keduanya tanpa busana.


Kenz mengecup kening gadis itu, ada sedikit rasa bersalah dihatinya, ia yang tadinya berniat akan melindungi kesucian Zaf, tapi malah ia sendiri yang sudah Merusaknya.

__ADS_1


"Aku tidak menyesal Kenz" Gumam Zaf yang seakan bisa membaca kegundahan hati Kenz saat ini.


Zaf semakin mengerat kan pelukannya, dan karna kini posisi mereka yang berada dibalik selimut itu masih dalam keadaan polos, aksi Zaf itu membuat Kenz menjadi terbangun lagi.


"Zaf" panggil Kenz.


"Hm? " jawab Zaf yang tidak tahu apa yang terjadi pada tubuh Kenz.


Gadis itu malah semakin erat lagi memeluk Kenz, huft... tidak tahukah seberapa besar kini Kenz menahan dirinya?.


Namun saat Kenz mendengar dengkuran halus dari Zaf, ia pun merasa lega kemudian berusaha menutup matanya dan berusaha juga menyelami dunia mimpinya.


***


Karna semalam Zaf belum menyelesaikan urusan beberesnya, kini pagi-pagi sekali gadis itu pun kembali membereskan pakaiannya.


Sementara Kenz hanya bertopang dagu memperhatikan Zaf yang dengan cekatan melipat baju-baju nya dan memasukannya kedalam koper.


"Kenapa melihatku seperti itu? " tanya Zaf yang sedikit merasa risih saat Kenz dari tadi memperhatikannya.


Kenz tersenyum "Ternyata kau nakal sekali ya? " ucap Kenz dan itu membuat Zaf mengingat kejadian malam tadi.


Sontak saja wajahnya memerah.


"Kau yang mempermainkan ku" ucap Zaf kemudian menarik resleting kopernya, tanda ia sudah beres dengan urusannya.


"Aku jadi merasa bersalah, itu kan pengalaman pertamamu" ucap Kenz.


"Kenapa pagi-pagi begini malah membahas masalah itu? " tanya Zaf kemudian duduk disebelah Kenz.


"Kau tidak terganggu? itu adalah pengalaman pertama mu, dan kau memberikannya pada ku? " heran Kenz.


Zaf yang mendengar itu kemudian menggeleng "Itu yang aku harapkan sejak dulu Kenz, dan sekarang aku tinggal menunggu pertanggung jawaban dari mu" ucap Zaf.


Kenz terdiam berpikir sejenak "Aku akan bertanggung jawab Zaf, tunggu aku" kemudian mengusap kepala gadis itu dan mengecup keningnya.


Zaf menyambutnya dengan senyuman,dan memberikan kecupan singkat pada bibir lelaki yang sudah memenuhi seluruh bagian dari hatinya itu.


"Aku akan mengantar mu" ucap Kenz.


"Tidak, jangan! " tolak Zaf "Mereka akan curiga jika diantar oleh mu, aku akan naik taxi saja" ucap Zaf.


"Tapi"


"Tidak apa-apa Kenz,Mirela sudah memberiku alamatnya, dan dia juga sudah memesankan taxi nya untukku" ucap Zaf.


Kenz tak bisa apa-apa lagi, saat melihat Zaf pergi entah kenapa ia merasa menjadi laki-laki pengecut yang melimpahkan masalahnya kepada seorang gadis.

__ADS_1


Dan disinilah Zaf sekarang, bertaruh nyawa memasuki kediaman Abram untuk mencari bukti ketidak bersalahan ayah kandung Kenzi, lelaki yang begitu ia cintai...



__ADS_2