Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 9


__ADS_3

"Hai... kamu pasti Zaf" sapa kakak perempuan Oliver ramah "Ayo bergabung" Ucapnya meminta Zaf untuk bergabung.


"Zaf, dia kakak ku"Oliver memperkenalkan kakaknya.


"Ya, nama ku Adelia, panggil saja kakak seperti Oliver memanggilku" kembali wanita bernama Adelia itu berucap.


Dan Zaf hanya membalas dengan senyum canggungnya, bagai mana tidak canggung? tiba-tiba saja harus tinggal bersama orang yang sama sekali tidak ia kenal.


"Tidak usah canggung seperti itu Zaf, anggap saja kami keluargamu, aku senang ada orang indonesia yang berkunjung kemari... serasa tinggal dirumah jika ada yang bisa diajak bicara pakai bahasa indonesia" tutur kak Adelia panjang lebar.


Usai makan malam tersebut, Zaf langsung kekamarnya untuk kembali beristirahat, karna besok ia akan memulai mencari keberadaan Kenz.


Sejak makan malam tadi, Zaf kini sudah terbiasa dengan keluarga Oliver, dan ternyata kakak perempuannya adalah seorang dokter anak-anak,sedangkan suaminya adalah seorang polisi disana dan kini sedang bertugas diluar kota.


Zaf merasa memiliki keluarga baru disini.


***


"Jadi, akan kemana kita hari ini? " tanya Oliver saat mereka tengah sarapan.


"Apa tidak masalah kau menemaniku? lalu bagai mana dengan kuliah mu? " Zaf balik bertanya, ia merasa tidak enak jika harus merepotkan Oliver lebih banyak lagi.


"Tidak masalah girl... itu memang sudah tugasku, karna Lila yang cerewet itu selalu mewanti-wanti diriku agar menjagamu" ucap Oliver kemudian memasukan roti kedalam mulutnya.


Zaf mengedarkan pandangannya mencari sosok kak Adelia yang tidak ada ditengah mereka.


"Kak Adel?"


"Oh, dia sudah berangkat pagi-pagi sekali katanya ada pasien yang akan operasi hari ini" Oliver menjelaskan bahkan sebelum Zaf meneyelesaikan kalimatnya "Jadi, Kemana kita pergi?" kembali Oliver bertanya.


"Kau tahu alamat ini? "Zaf menyodorkan ponselnya yang berisi sebuah alamat disana.


Oliver mengerutkan keningnya, "ya, aku tahu" ucapnya sambil mengangguk pelan.


"Bagus... bisa antar aku kesana? " ucap Zaf sumringah.


Dan Oliver pun mengantar Zaf menuju ketempat tujuannya.

__ADS_1


"Kau yakin alamatnya benar? " tanya Zaf yang mendapati bangunan itu tampak tak berpenghuni.


"Ya"Ucap Oliver percaya diri "Kau lihat sendirikan alamat yang tertera di ponselmu sama dengan tulisan disana" Oliver menunjukan papan alamat yang tertempel pada dinding pagar rumah tersebut.


Zaf mengangguk membenarkan alamat yang ia bawa.


Benar juga, tapi kenapa tidak ada penghuninya? Harusnya Kenz sudah datang kemari dan pasti juga menjumpai hal yang sama, sudah satu minggu sejak kepergiannya,,lalu kenapa ia tidak pulang ke Indonesia?. batin Zaf.


"Bagai mana sekarang? " Oliver memecah lamunan Zaf "Kita tetap disini, atau mau jalan-jalan? " ia memastikan.


Zaf menatap kearah Oliver "Kita kembali saja" Putusnya kemudian.


Sesampainya dirumah Oliver, Zaf langsung menuju kamarnya dan menghempaskan tubuhnya keatas ranjang.


Apakah perjalanannya sia-sia, sudah sejauh ini apa kah Kenz memang tidak untuknya.


Zaf meraba sendiri pikirannya. ia hanya menghabiskan waktunya seharian ini dikamarnya bahkan Oliver tidak berani mengganggunya.


Rasa patah semangat mengganggu pikiran Zaf, tidak ada satu petunjuk yang bisa membawanya kepada Kenz, lalu apa yang harus dilakukan oleh Zaf, harus kah ia pulang sekarang?.


Cklek...


"Oh,Zaf...kau sudah keluar? " ucap Oliver saat menyadari Zaf tengah memperhatikannya.


Zaf mengangguk "Mau kemana? " tanya nya.


"Ada teman yang berulang tahun, kau mau ikut? pasti akan lebih seru kalau kau ikut" pinta Oliver.


Zaf berpikir sejenak, sebelum ia kembali ke Indonesia seharus nya ia menikmati dulu liburannya disini "Baiklah, tunggu sebentar aku ganti pakaian dulu"


"Oke" ucap Oliver senang. Ia tidak menyangka Zaf bersedia ikut dengannya.


Tidak lama, Zaf pun keluar dengan tampilan simpelnya, namun justru itu lah yang menjadi daya tari gadis cantik tersebut.


"Waooow... you look so beatiful" puji Oliver.


"Tapi aku tidak memakai gaun putih" ucap Zaf yang seakan menyangkut pautkan pujian Oliver seperti lirik sebuah lagi.

__ADS_1


"Ha ha ha... "Oliver yang mengerti pun jadi tertawa, sudah lama sekali tidak ada yang menghiburnya. "Baik lah... Belle fille mari kita berangkat" Oliver membawa Zaf pergi ke pesta ulang tahun temannya.


Ternyata pesta itu diadakan disebuah bar ternama di kota tersebut, Zaf merasa agak kikuk untuk memasukinya karna bagi Zaf,ini adalah pertama kali nya ia menginjakan kakinya di klub malam.


"Jangan jauh-jauh dari ku, banyak orang asing disini" bisik Oliver pada telinga Zaf.


"Bukan kah kamu juga terhitung orang asing untukku? " Zaf asal menjawab.


"Haha"kembali Oliver tertawa karna ucapan Zaf.


Setelah memasuki ruangan yang dipenuhi suara musik itu, Oliver membawa Zaf untuk mendekat kepada teman-temannya.


"Salut ami! " [Hai kawan! ] Sapa teman Oliver yang berulang tahun hari ini "Avec qui es tu venu?"[kau datang dengan siapa? ] pria itu beralih kepada Zaf yang berdiri disamping Oliver.


"Wow... belle ville"[wow gadis cantik] Satu lagi pria disamping teman Oliver yang berulang tahun tadi.


Mata mereka menatap kearah Zaf bersamaan,dan tentu saja itu membuat Zaf merasa gugup.


"Belle fille, quel est votre nom? "[Gadis cantik, siapa namamu? ] Tanya pria yang betulang tahun itu sambil mengulurkan tangannya, namun dengan halus ditepis oleh Oliver.


"Il ne comprend pas le francais"[Dia tidak mengerti bahasa perancis] ucap Oliver, berharap temannya itu berhenti mengganggu Zaf.


"Est ce urai? "[benarkah? ] teman Oliver itu tampak tak percaya "dommage"[sayang sekali] ucapnya lagi,kemudian menarik kembali tangannya.


Namun sebelum pria itu menarik tangannya, diluar dugaan Zaf malah menyambut tangan pria tersebut untuk berjabatan dengannya.


"Je m'appelle Zaf" Nama saya Zaf. Ucap Zaf dan itu membuat Oliver membelalakan matanya."Et il avait tort" [dan dia salah] Zaf melirikan matanya kepada Oliver yang masih merasa terkejut. "Je parle caurammennt le francais"[Saya bisa lancar berbahasa perancis] Zaf kembali melirik kearah Oliver yang seperti mati kutu disertai sedikit senyum dibibirnya.


Setelah berbasa-basi, Zaf pun memilih tempat untuk duduk agak jauh dari kerumunan.


"kenapa tidak bilang kalau ternyata kamu lancar berbahasa Perancis? " Oliver yang tiba-tiba datang dengan membawa segelas minuman beralkohol.


"Kamu tidak pernah bertanya" jawab Zaf menaikkan kedua bahunya.


Oliver menunjukan senyum bodohnya, dia memang tidak pernah membahas hal itu dengan Lila sepupunya, gadis itu meminta bantuan Oliver untuk menemani Zaf karna itu Oliver pikir Zaf tidak mengerti bahasanya.


Tapi ternyata ia terlalu meremehkan gadis dihadapannya ini, ia jadi semakin tertarik pada gadis didepannya yang tengah sibuk dengan ponselnya itu.

__ADS_1


Apakah Oliver sedang jatu cinta kembali? Entah lah... hati memang tidak bisa ditebak.



__ADS_2