Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#24


__ADS_3

usai makan malam,cindi yang berada dikamarnya kembali menghubungi rafa,tapi tidak ada jawaban lagi.


cindi merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya,dingin malam menusuk sampai ketulang,dan entah mengapa tubuh cindi yang semula kedinginan menjadi hangat.


cindi tersadar dari tidurnya,dia merasa ada sesuatu yang berat menimpa dirinya,diliriknya kebelakang dan rafa sedang tidur dibelakangnya dan melingkarkan tangannya diperut cindi.


sontak cindi terkejut dan hendak menghempaskan tangan rafa.tapi ternyata rafa hanya pura-pura tidur.


"jangan bergerak"ucap rafa tepat ditelinga cindi dan membuatnya merinding karna nafas rafa yang berhembus menerpa daun telinganya"tetap seperti ini".


cindi terdiam"maaf"kata yang sungguh tidak ingin cindi keluarkan dari mulutnya. karna bukan cindi yang bersalah tapi kenapa dia meminta maaf? cindi bingung sendiri.


"besok saya akan pergi ke LA penerbangan pagi,ada yang harus aku selesaikan dikantor pusat...kamu..."rafa menghentikan ucapan nya.


"berapa lama?"ucap cindi tanpa menoleh pada rafa yang masih memeluknya.


"mungkin 1 sampai 2 bulan... dilemari dalam kamar apartemen ada berangkas,disana ada beberapa kartu ATM dan kartu kredit,jika kamu butuh sesuatu kamu ambil saja...nomor berangkas adalah tanggal ulang tahunmu, begitu juga dengan pin kartunya..." cindi hanya menanggapinya dalam diam, dan rafa semakin mengeratkan pelukannya "rindukan aku ya"lirih rafa. dan kemudian menenggelamkan wajahnya ketengkuk ceruknya cindi.


jangan seperti ini...aku akan terbiasa tertidur dalam pelukanmu gumam cindi dalam hati.


pagi menyingsing,cindi yang baru bangun teringat rafa yang datang kekamarnya. dan saat dia menoleh,rafa sudah tidak ada disampingnya mungkin hanya mimpi

__ADS_1


entah mengapa hati cindi merasa sakit dan nafasnya terasa sesak.


dia beranjak dari tidurnya dan bersiap untuk pergi kesekolah.


disekolah tampak tenang karna ada ujian matematika.ada sebagian murid yang berbisik bisik meminta jawaban pada teman,ada juga yang serius memperhatikan kertas ujian.


cindi yang fokus dengan kertas ujiannya sesekali melirik bangku rafa yang kosong. kenapa rafa tidak masuk?inikan ujian yang penting...apa yang tadi malam itu bukan mimipi?kalau bukan mimpi berarti rafa pergi ke LA...


sepulang sekolah,cindi langsung keapartemen rafa untuk memastikan mimpinya.


"cindi..."seorang gadis yang baru akan keluar dari lift menyapa cindi.


"elfa kan?"tanya cindi pada gadis itu yang tidak lain adalah elfa"rafa ada?"


mereka berdua duduk berhadapan disebuah kafe,


"cin...jadi bener rafa nggak pamit sama kamu?"tanya sindi setelah memesan minuman kepada pelayan.


cindi mengangguk.


"ih...si rafa bodoh..."cibir elfa.

__ADS_1


"sebenarnya tadi malam aku merasa ada rafa masuk kekamar aku...tapi aku fikir itu cuma mimpi"terang cindi.


"mmm...cin...mumpung kita ketemu disini ada nggak sih yang ingin kamu ketahui dari rafa?aku tahu rafa banget loh..." elfa tersenyum bangga.


"kamu dari kecil sudah berteman dengan rafa...apa tidak ada sedikit pun rasa tertarik di hati mu?".


mendengar pertanyaan cindi,elfa mengerjap kaget"sebenar nya sih... aku diam-diam menyukainya...hehe...tapi aku tahu dia hanya menganggapku sebagai adiknya...cin...rafa cinta matinya sama kamu"elfa menyedot minuman yang baru saja diletakan didepannya oleh pelayan "kamu tahu,dia sampe repot-repot balik sekolah SMA lagi buat ngejar kamu...padahal dia udah selesai S2.."


cindi tersedak saat minum jus jambunya karna mendengar pernyataan elfa"maksud kamu?bukannya dia juga baru berumur 17 tahun?"


elfa menghembuskan nafasnya kasar,dia merasa cindi sama sekali tidak tau apa-apa tentang rafa"serius??kamu tidak tahu?"cindi menggeleng dan elfa melanjutkan ceritanya"kamu tahu orang jenius?".


"tau...tapi tidak percaya kalau itu benar-benar ada"jawab cindi enteng.


"nah...kamu nggak percaya kan?jadi mulai sekarang kamu harus percaya...karna pacar kamu itu termasuk 15 orang jenius di dunia...rafa itu SD hanya 4 tahun, SMP dan SMA masing- masing 2 tahun... dan 2 tahun kuliah sudah selesai S2"ujar elfa membanggakan rafa.


"dia pernah bilang kalau dia sudah memulai usahanya sejak SMP jadi itu benar?"


elfa mengangguk cepat"dia memulai nya dari nol...bahkan tanpa bantuan dari om erwin...itu yang membuatku takjub dan bangga padanya"


"kamu menyukainya sejak lama kenapa tidak mencoba untuk mengatakannya?"

__ADS_1


elfa menggeleng"tadinya aku pulang kesini mau ngomong sama dia...tapi dia bilang kalau dia jatuh cinta sama seorang gadis...tadinya aku mikir mau ngrebut rafa dari gadis itu...tapi setelah aku liat kamu...."elfa menghentikan ucapannya sebentar"ternyata tipe rafa tinggi juga"


happy reding semua...


__ADS_2