
brakkk...
tiba-tiba dika menggebrak mejanya dan beranjak pergi keluar kelas,membuat para siswa disana menjadi terkejut.
entah apa yang terjadi padanya,setelah pernikahan kakak nya,dika jadi pemarah tidak bisa diajak bercanda.
imelda tadi hanya datang untuk mengajak dika untuk ikut serta dalam karya wisata di lombok,tapi karna diejek oleh teman-temannya yang mengira mereka berpacaran,dika jadi naik darah.
imelda menyusul dika yang naik diatas gedung sekolahan,dia melihat dika sedang duduk diatas pagar tembok pembatas dan menatap lamat-lamat pemandangan seluruh sekolahan.
tak...tak...tak
suara langkah kaki yang mendekati dika, dika menoleh dan melihat imelda sedang mendekat dan berusaha naik keatas tembok agar bisa duduk sejajar dengan dika,
namun sayang usahanya gagal,karna tembok itu terlalu tinggi bagi gadis mungil itu,
dika melirik imelda yang sudah menyerah itu dan berakhir berdiri disamping dika "apa yang kamu lakuka?"
"mau minta maaf" ucap imelda polos
"kamu nggak salah ngapain minta maaf?"
imelda bingung harus menjawab apa,dia hanya memperhatikan dika dalam diam, dan yang diperhatikan hanya menatap lurus kedepan.
"pelajaran sebentar lagi akan dimulai... masuk lah" ucap dika tanpa melihat lawan bicaranya
imelda mengerjapkan matanya bingung,ingin menanyakan apakah dika setuju untuk ikut berlibur atau tidak tapi melihat raut wajah dika yang seperti tidak ingin diganggu,akhirnya imelda menjauh dan kemudian meninggalkan dika sendiri disana.
saat ini dika memang tidak ingin diganggu,dia masih merasa tidak rela kakanya menikah,
__ADS_1
baru saja dia menemukan kakanya tapi sudah harus berpisah kembali karna kakanya pasti akan tinggal dengan suaminya.
suami? cih..
dika tidak rela menganggap rafa sebagai kaka iparnya,tapi harus bagai mana lagi,dika sayang kepada kakanya dan mungkin itu bukan sekedar sayang adik terhadap kakanya namun perasaan seorang pria terhadap seorang wanita.
salah...ini benar-benar salah
gila...ya,dika memang gila dari pertama kali dia menginjakan kakinya dirumah papa marco,dan melihat kakanya ada perasaan aneh pada dirinya.
sungguh manusia memang tidak mampu mengendalikan hatinya jelas-jelas dika tahu jika perasaanya itu salah namun perasaan itu semakin subur menjalari tubuh,hati dan fikirannya.
apa yang harus ia lakukan untuk mengubur perasaannya itu?
bayangan kaka perempuannya saat tersenyum masih tergambar jelas diotaknya,bagai mana cara untuk menghapusnya?
imelda...
dika kemudian membalikan badannya dan melompat turun kebawah
dia berlari sekencang mungkin agat dapat menyusul imelda yang sedang berjalan menuju kelasnya
saat hendak masuk keruang kelasnya,tiba-tiba tangan imelda ditarik oleh dika dan membawa gadis itu menjauh dari kelasnya
imelda yang terkejut hanya bisa mengikuti langkah kaki dika yang cepat dengan diam.
para siswa yang menyaksikan keduanya bergandeng tangan terlihat begitu penasaran,ada juga yang cemburu.
karna banyak gadis yang menyimpan rasa pada adik laki-laki cindi itu.
__ADS_1
dika membawa imelda kembali ke rooftop sekolahnya,
imelda yang terengah saat dika melepaskan tangannya ketika sampai diatap sekolahannya jadi bertanya-tanya ada apa dengan dika yang ada dihadapannya
"ayo kita pacaran" ucap dika yang membuat imelda terkejut.pasalnya tadi dika terlihat begitu marah saat teman-temannya mengejek jika dia berpacaran dengan dika,tapi ini malah dika mengatakan jika dia mengajak imelda berpacaran
situ sehat???
imelda memegang kening dika dengan telapak tangannya,takut-takut kalau dika sedang sakit
"tidak panas" gumam imelda namun masih bisa didengar dengan baik oleh dika"apa kesambet?"imelda heran
walau sebenarnya imelda merasa sangat senang dengan pernyataannya dika,namun otaknya yang masih waras berpikir tidak mungkin jika dika benar-benar mengataka suatu hal yang sangat ia impikan.
dika menurunkan tangan imelda yang masih bertengger dikeningnya dan langsung menarik tengkuk imelda kemudian mengecup sekilas bibir imelda
aaaa.....ciuman pertamaku...
imelda menjerit dalam hati kegirangan
dika tersenyum miring melihat wajah imelda yang memerah.
tanpa mendengar jawaban imelda,dika langsing berjalan melewati imelda yang masih mematung ditempatnya
aku berharap kamu bisa menghilangkan perasaan yang salah ini...
hai...aku imelda,jangan bully aku yah karna bisa jadian sama cowok terpopuler disekolahan
__ADS_1