
Kenz kemudian kembali fokus kepada laptop nya, dan itu membuat Zaf semakin penasaran.
"Apa Oliver mengatakan sesuatu? " Zaf mencoba memancing.
Kenz tak bergeming, malas sebenarnya menjawab ucapan gadis itu.
"Apa yang ingin kamu dengar? " Kenz balik bertanya.
"Tidak ada,cuma ingin tahu saja, apa dia memberi tahumu tentang hubungan kami" Zaf mencoba merangkai kata yang tepat untuk memancing Kenz.
Kenz yang semula memperhatikan beberapa foto di laptop nya kini beralih pada Zaf.
"Ck, jadi apa yang dia katakan itu memang benar? " ia mendecih, ada sedikit rasa nyeri di ulu hatinya saat Zaf mengetakan tentang hubungannya dengan lelaki bernama Oliver tadi.
"Memang nya apa yang dia katakan? " Zaf mencoba mencerna bagai mana ekspresi Kenz saat ini.
"Dia bilang kau adalah kekasihnya" suara Kenz melemah kemudian ia kembali kepada laptopnya kembali.
Zaf membelalakan matanya dengan mulutnya yang menganga lebar.
Apa yang Oliver katakan?? astaga,bagai mana bisa dia bilang seperti itu? eh, tapi aku ingin tahu bagai mana reaksi Kenz jika aku bersama dengan pria lain, apakah dia akan cemburu. Heheheh... Zaf memikirkan suatu ide.
"Ya, yang dia ucap kan itu memang benar" Zaf membenarkan dan tentu saja itu bohong "Kalau tidak, bagai mana mungkin Daddy dan Mommy mengijinkan ku tinggal bersamanya" Zaf melirik kepada Kenz ingin melihat seperti apa perubahan raut wajahnya.
Namun pria itu tak menunjukkan ekspresinya malah kemudian bangkit dari posisinya.
"Bagus lah... itu memang harapanku" ucapnya datar memandang kearah Zaf yang justru membeku.
apa?. Kini bukan Kenz yang terkejut dengan ucapan Zaf, malah Zaf lah yang dibuat terkejut.
"Sudah ketemu, orang didalam foto ini mirip dengan foto yang mama Ivy berikan" ucap Kenz menunjukan foto pada laptopnya.
Zaf masih tak bergeming sampai beberapa detik baru ia sadar.
Astaga apa tadi dia salah ucap?
"Ba-baiklah biar aku cari tahu tentang nya? " Zaf menerima laptop itu kemudian kembali mengotak-atiknya.
Setelah beberapa saat Zaf menemukan sesuatu disana.
"Kenz, coba kamu baca ini" ucap Zaf menunjuk layar.
__ADS_1
Daniel Movic.
Menikah dengan Lilyana Abram delapan belas tahun yang lalu, tidak memiliki anak, dan sekarang mendekam dalam tahanan kota Paris sejak lima tahun silam dengan tuduhan pembunuhan atas istrinya.
"Abram? " gumam Kenz.
"Kau kenal? "Tanya Zaf saat mendengar ucapan Kenz.
"Ya, pemilik Bar tempat ku bekerja adalah keluarga Abram".
"Bagus kalau begitu, kamu bisa mencari informasi dari sana, pasti ada catatan yang bisa membantu disana".Zaf.
"Ya, tapi aku harus kesuatu tempat dulu" ucap Kenz kemudian kembali menatap layar laptop dan mencatat sebuah alamat dari sana.
"Kau akan kesana? " tanya Zaf memastikan.
"Ya, aku harus kesana".
"Aku akan menemanimu" ucap Zaf yang hendak bersiap mengikuti Kenz.
"Tidak,jangan...lebih baik kamu kembali ke kediaman Oliver" Bibir Kenz terasa panas saat mengucapkan nama pria yang Zaf katakan adalah kekasihnya.
"Aku kesini untuk mu Kenz, bukan untuknya... jadi kenapa aku harus kesana? ".
Zaf mencebik "Aku yang menemukan keberadaan ayahmu,seharusnya kau berterima kasih padaku".
Baiklah, Kenz akan selalau kalah.
Akhirnya Kenz menuju ke tempat dimana ayah kandungnya ditahan bersama dengan Zaf.
***
"Pouvons-nous rencontrer M. Daniel movic? " [bisakah kami bertemu dengan tuan Daniel movic? ] Kenz bertanya kepada salah seorang petugas keamanan disana.
Pria separuh baya itu memeperhatikan Kenz dan Zaf "Qui etes vous? "[Anda siapanya? ] tanya petugas itu, karna selama tahanannya yang bernama Daniel itu ditahan tidak ada seorang pun yang menjenguknya.
"Nous sommes ses parents"[ kami adalah kerabatnya] kali ini Zaf yang bicara, karna gadis itu melihat Kenz yang sepertinya bingung untuk menjawab petugas tersebut.
"d'accord,attend une minute"[baik, tunggu sebentar] ucap petugas tersebut kemudian masuk untuk melapor kepada atasannya.
Sesaat kemudian, petugas itu pun kembali "S'il vous plait"[Silahkan] ucap petugas itu kemudian menggiring Kenz dan Zaf untuk menemui tuan Daniel.
__ADS_1
"Je vous remercie"[terima kasih] ucap Kenz dan Zaf dan mengikuti jalan yang ditunjukan petugas tadi.
"Que etes vous? " [Siapa kalian? ] kalimat pertama yang ditanyakan oleh Daniel yang tak lain adalah ayah kandung Kenz.
Kenz hampir tak percaya dengan apa yang ia lihat, ia merasa terharu, juga ada sedikit rasa marah di dadanya.
Bagai mana bisa pria yang adalah ayah kandungnya ini menanyakan siapa dirinya.
"tu ne me reconnais pas?"[kau tidak mengenali ku?] tanya Kenz dingin, ingin rasa nya ia menangis didepan pria dihadapannya ini. Kenz ingin melihat kehidupan ayah nya baik-baik saja, walau dia bahkan sudah menelantarkan Kenz tapi sejelek apapun pria itu,dia tetap lah ayah kandung Kenz.
Tidak mendapat respon dari Daniel, Kenz bersuara kembali "Amily smith... " Kenz menjeda ucapannya, dan dapat ia lihat perubahan raut wajah pria itu "Si cela peut aider votre me moire? "[apakah itu bisa membantu ingatanmu? ".
Tampak raut terkejut diwajah tua pria dihadapan Kenz itu.
"Je suis son fils" [aku adalah putra nya] suara Kenz sedikit bergetar.
"Est ce urai? "[benarkah? ] Daniel tak percaya "Mais comment cela pourrait il etre? "[tapi bagai mana mungkin? ].
Kenz menunjukan senyum mengejeknya,bagai mana bisa pria ini menyangkalnya? "Oui, elle me portait quand tu l'as quittee"[ya, dia tengah mengandung diriku saat kamu meninggalkannya]. sambung Kenz, dan itu semakin membuat Daniel terkejut.
Tiba-tiba pria itu meneteskan air matanya, ia masih tak percaya dangen ucapan pemuda yang baru saja ia temui ini.
Delapan belas tahun ia menikah, dan sangat mengidamkan seorang anak dari istrinya dan itu tidak bisa ia dapatkan karna istrinya yang memiliki penyakit.dan kali ini ternyata ada seseorang yang datang padanya dan mengakui dia adalah ayahnya.
Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,betapa ia merasa bahagia.
Tapi, apa yang dikatakan pemuda ini barusan? dia meninggalkannya dengan ibunya? tidak,itu tidak benar.
"Ne pas, non je n'ai jamais voulu le quttes, mais sa famille ne nous a pas laisse etre ensemble"[tidak, tidak... aku tidak pernah ingin meninggalkannya, tapi keluarganya yang tidak mengijinkan kami bersama]. Ucap Daniel.
Dan itu membuat satu kebenaran lagi yang bisa Kenz dapatkan.
Kenz benar-benar tak menyangka kehidupannya akan serumit ini.
Dia yang tadinya berharap ingin berjumpa dengan satu-satu nya keluarga sedarah dengannya,ingin meluapkan emosinya kenapa mereka membiarkan Kenz hidup sendiri bahkan sampai hidup dinegeri yang sama sekali berbeda dari nya.
Tapi melihat keadaan ayahnya yang menyedihkan ini, Kenz bertekat, ia akan membantu ayahnya mendapat keadilan dan kebebasan yang seharusnya ia dapatkan.
"Zaf, kau mau membantuku? " tanya Kenz, kepada Zaf setelah mereka keluar dari rumah tahanan ayahnya.
Zaf mengangguk, ia berjanji akan membantu Kenz untuk membebaskan ayahnya yang tidak bersalah.
__ADS_1