Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 52


__ADS_3

Tok... tok...


Cklek...


Hyena membuka pintu kamarnya yang baru saja diketuk oleh seseorang.


"Mau apa? "Tanya nya kepada seseorang yang berdiri dihadapannya dengan tubuh yang hanya terlilit handuk dengan kepalanya yang masih penuh dengan busa.


"Minggir...! mau numpang kamar mandi! "ucap pemuda tersebut ketus.


Ia kesal sekali hari ini, baru saja pulang dan ingin merilekskan tubuhnya dengan mandi air hangat, malah tiba-tiba air yang keluar dari showernya mati.


Padahal Zayn sudah menuangkan shampo pada rambutnya.


Hyena kemudian menggeser tubuhnya untuk memberi ruang kepada Zayn agar bisa masuk kedalam.


Langsung saja pemuda itu ngibrit menuju kamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandinya.


Bisa-bisanya mansion yang begitu mewah air dalam kamar mandi saja bisa macet, rutuk Zayn.


"Kenapa tidak mandi di kamar tamu saja?" gerutu Hyena setelah Zayn masuk kedalam kamar mandi.


"Aku bisa mendengar mu...! "seru Zayn dari dalam kamar mandi "Lagi pula ini toh juga bukan kamar mu"ucap pemuda itu kembali.


Ya, kini Hyena memang sedang menginap di rumah Zayn karena ia tidak ingin pulang dan mendapati rumahnya yang kosong.


Hyena pun kembali menjatuhkan bokongnya keatas ranjang lalu kembali membaca bukunya yang tadi sempat tertunda.


Karna keseriusannya membaca bukunya,Hyena bahkan tidak menyadari jika Zayn sudah keluar dari kamar mandi.


Ia merasakan ranjangnya bergerak barulah ia melemparkan pandangannya pada Zayn yang malah rebahan disampingnya.


"Kembali kekamarmu sana! "Ucap Hyena kemudian kembali pada bukunya.


Zayn memicing, "Aku lelah Na... tadi mau langsung tidur saja kalau tidak ingat sejak kemarin belum mandi"ucapnya menutupi matanya dengan lengannya.


"Ya sudah, kalau mau tidur kembali saja kekamar mu"Hyena berucap kembali mengusir pemuda tersebut.


"Ck... aku tahu alasanmu kenapa mengusirku keluar"ucap Zayn.


Hyena tak menjawab, gadis itu hanya melirik sekilas kearah pemuda itu.


"Kau takut tergoda oleh ku kan? "Goda Zayn dengan mendekatkan wajahnya kepada Hyena.


Gadis itu mengerutkan keningnya "Memang nya apa yang ada pada dirimu yang bisa membuatku tergoda? "ucap Hyena tanpa dosa.


Jleb...


Zayn tak menyangka ternyata pesonanya tak mampu membuat gadis yang ada dihadapannya ini tertarik padanya.


"Apa kau ini belok? "Tanya Zayn dengan sebelah alisnya yang terangkat.

__ADS_1


Sedangkan Hyena yang ditanyai hanya memutar bola matanya merasa jengah dengan ucapan yang keluar dari mulut lelaki tersebut.


"Tidak ada yang menarik pada tubuh mu, memang apa yang bisa membuatku tergoda?! "seru Hyena namun gadis itu masih fokus dengan bukunya.


Sebenarnya malas sekali meladeni Zayn yang sering sekali menggodanya.


Namun bukan Hyena jika harus mengalah soal perdebatan.


"Apa kau bilang!?"Kini Zayn sudah berada begitu dekat dengan Hyena, namun hal tersebut tidak membuat gadis itu merasa takut.


Justru Hyena malah memelototkan matanya untuk menakuti Zayn, agar pria itu segera hengkang dari hadapannya.


"Sepertinya aku memang harus memberimu sedikit pelajaran"Zayn kemudian mendorong tubuh Hyena yang tadinya duduk kini menjadi terbaring diatas ranjangnya.


"Apa kau merasa sesak nafas? " Ucap Zayn yang kini sudah berada diatas Hyena dengan bertumpukan kedua tangannya yang berada di kedua sisi Hyena.


"Kau berani? "bukannya takut, gadis itu malah seolah menantang Zayn.


Seperti itulah Hyena,ia tidak akan dengan mudah ditindas oleh seseorang.


Apa lagi ia tahu betul jika apa yang Zayn lakukan ini hanyalah gertakan saja.


"Kau menantangku? "Zayn semakin mendekatkan wajahnya, bahkan deru nafas pemuda itu dapat Hyena rasakan dikulit wajahnya.


"Apa yang harus kutakuti dari mu? bahkan ***** mu saja sekecil jari kelingking".


Jleb 2X


Wah... sepertinya emosi Zayn kini sudah sampai di ubun-ubun.


"Apa kau bilang?!"Pertanyaan penuh emosi dari Zayn.


Hyena yang merasa Zayn sedikit goyah kemudian mendorong tubuh Zayn agar menyingkir dari atasnya.


Gadis itu kemudian terduduk setelah Zayn menyingkir darinya.


"Kita tumbuh bersama Zayn... tentu saja aku tahu kamu luar maupun dalam... kau lupa dulu kita bahkan sering mandi bersama"ucap Hyena yang seolah merasa menang.


Gadis itu kemudian kembali membenarkan kacamata bacanya dan meraih buku yang tergeletak agak jauh darinya.


Astaga... Zayn tak dapat berkata apa-apa lagi, harus kah ia menjelaskan jika saat mereka mandi bersama itu sudah berlalu sangat lama.


Bukankah Hyena saat ini juga belum tahu bagai mana senjatanya sudah bertransformasi?.


"Malas bicara dengan mu! "ucap Zayn kemudian kembali merebahkan tubuhnya disamping Hyena.


Hyena hanya melirikkan mata nya kearah Zayn,kemudian menghembuskan nafasnya.


"Ada apa? "Tanya Hyena akhirnya.


Ia tahu jika Zayn sudah seperti ini, pemuda itu pasti sedang ada masalah.

__ADS_1


Hyena ingat betul saat Zayn harus berhadapan dengan masalah videonya beberapa bulan yang lalu.


Pemuda itu juga melakukan hal yang sama untuk menghibur dirinya sendiri, seperti saat ini menggoda Hyena adalah hiburan tersendiri bagi Zayn.


Mendengar kalimat pertanyaan dari Hyena, Zayn yang tadinya menutupi matanya dengan lengannya, kemudian membuka matanya.


"Na, apa kau masih berhubungan dengan Gavin? "Celetuk Zayn.


Brak...


Bukannya jawaban yang Zayn terima, malah tampolan buku Hyena yang mendarat manis dikepalanya.


"Kenapa membahas Gavin? katakan masalah mu! "ucap Hyena naik pitam.


Untuk apa Zayn mengungkit pacarnya disaat ia ingin membahas masalah yang menimpa pemuda tersebut.


Zayn kemudian merubah posisinya yang tadinya tiduran kini menjadi duduk.


"Sulit sekali mencari Investor"gumam Zayn akhirnya membuka obrolan tentang masalahnya.


"Bukankah sudah ada kak Kenz yang membantu? kenapa masih khawatir? " Tanya Hyena.


Zayn melirik sekilas kearah Hyena yang sudah melepaskan kacamatanya.


"Ya, kau benar... namun perusahaan daddy juga tidak bisa bergantung seratus persen dengan kak Kenz terus kan? " Zayn menjawab.


Pemuda itu kemudian menarik kedua kaki Hyena memjadi selonjoran.


Lalu Zayn kembali merebahkan tubuhnya dengan kepalanya berbantalan dengan paha Hyena.


Namun sebelum mendarat kepalanya, terlebih dahulu pemuda itu mencubit paha Hyena yang terbuka tersebut.


Dan reflek Hyena mendorong kepala Zayn agar menjauh darinya.


"Kenapa memakai celana sekecil itu? "Gerutu Zayn.


Karna Hyena mengenakan celana hot pants, hingga membuat paha mulus gadis itu jadi terlihat.


"Memangnya apa masalahmu?! "Seru Hyena, mengelus pahanya yang terlihat memerah akibat cubitan yang Zayn berikan.


"Ck... kau ingin merayu ku? "Gumam Zayn.


"Siapa yang ingin merayu mu?! " Hyena kembali berseru "Keluar sana! " Hyena yang merasa kesal melemparkan bantal kearah Zayn.


"Kau mengusirku bahkan dari rumah ku sendiri? " Zayn menyipitkan matanya.


"Iya kenapa?! " Hyena seolah menantang Zayn dengan kedua tangannya berpegangan pada pinggang kanan dan kirinya.


Baru saja ingin membahas sesuatu yang serius, Zayn malah kembali merusak suasana.


Malas sekali berbicara dengan pemuda itu, biar saja dia dalam masalahnya sendiri, Hyena tidak akan ikut campur lagi... rutuk Hyena dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2