Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 14


__ADS_3

"Ini alamatnya"ucap Gerry yang adalah teman Kenz di bar tersebut.


Gerry lah yang membawa Kenz untuk bekerja disana, melihat Mirela yang tengah mabuk berat membuat Gerry meminta Kenz untuk mengantar wanita itu ke apartemennya.


Tentu bukan tanpa alasan Gerry memberikan alamat Mirela kepada Kenz, itu karna Kenz sudah memberitahukan semua masalah nya kepada lelaki tersebut.


Dan Mirela adalah langkah pertama untuk menuju tujuan Kenz untuk membebas kan ayahnya.


"Aku akan menghandlenya?" ucap Gerry seolah tahu Kenz menghawatirkan tentang pekerjaannya.


"Ok, trimakasih bro" Kenz kemudian menuju Mirela yang tergeletak dimejannya.


Gerry asli dari Indonesia,ia berada di Paris untuk melanjutkan study nya.


Dan bagai mana ia bisa mengenal Mirela?


Mirela kuliah satu kampus dengan Gerry dan lelaki itu berteman baik dengan wanita itu.


Mirela adalah wanita yang baik, dia terpaksa menjadi simpanan dari Bryan Abram karna ia tidak memiliki cara lain untuk membayar biaya kuliah serta untuk biaya pengobatan adiknya.


Wanita malang yang sudah tak memiliki orang tua itu terpaksa mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang.


Sudah berkali-kali Gerry menasehati Mirela bahwa jalannya itu salah, namun wanita itu tetap tak mau mendengarnya.


Menjadi pelampiasan Sex dari seorang konglomerat adalah resikonya, namun Mirela tak merasa menyesal, hanya saja ia harus merelakan masa depannya untuk mendapatkan cinta sejatinya.


Kini Kenz sudah sampai di Apartemen Mirela, ia kemudian memapah wanita itu untuk memasuki gedung tersebut.


Sepanjang perjalan,wanita itu mengoceh tanpa henti.


"Es-tu aussi degoute par ma? "[apa kau juga Merasa jijik terhadapku? ] oceh wanita itu.


Kenz tak menanggapi, dan ia tetap memapah Mirela menuju apartemen nya.


Tak mendapat jawaban,wanita itu bersuara lagi "ou es-tu attire par moi, comme ces gars-la? " [atau kau juga merasa tertarik padaku, sama seperti pria-pria itu? ] Gumamnya, namun Kenz masih bisa mendengarnya.


"Do you know? " [kau tahu? ]tiba-tiba saja Mirela bicara dengan bahasa lain.


"i'm tired, and very tired"[aku lelah, dan sangat lelah] Ucap wanita itu lesu.


"When will i be free from it? "[kapan aku akan bisa terbebas darinya? ] Suara Mirela terdengar semakin frustasi.


"Even to speak, i have to use the language"[bahkan untuk bicara saja,aku harus memakai bahasanya]. "i'm very tired" [aku lelah sekali]


Setelah Kenz sampai di pintu apartemen Mirela,ia berhenti untuk menanyakan berapa nomer pin nya.


"What's the number? "[berapa nomornya? ] Akhirnya Kenz buka suara.

__ADS_1


"3112XX. You can remember"[Kau bisa mengingatnya] Mirela berucap.


Setelah pintu terbuka, Kenz memapah Mirela menuju kamarnya.


"You can freely enter my apartement"[kau bisa dengan leluasa untuk masuk kedalam apartemenku] ocehnya lagi.


Kenz tetap tak menanggapi, ia kemudian membaringkan tubuh Mirela keatas ranjang.


dan saat Kenz hendak beranjak, wanita itu menarik tangannya.


"I'm interested in you"[aku tertarik padamu] ucap Mirela membuat alis Kenz terangkat sebelah. "Can you give me one night?" [bisa kah kau beri aku satu malam? ].


Mirela kembali menarik tangan Kenz membuat tubuh lelaki itu semakin dekat dengannya.


"you're drunk"[kau mabuk] Kenz bersuara "get some rest"[istirahat lah] bujuk Kenz meminta agar Mirela segera tertidur.


Ternyata wanita itu benar-benar penurut, Kenz memintanya untuk segera istirahat dan dia benar-benar tertidur.


Perlahan Kenz pun menarik tangannya, ia beranjak dari duduknya dan saat mengedarkan pandangannya.


Matanya menangkap sebuah foto yang terpajang diatas nakas.


Ada foto Mirela dengan seorang pria,dan Kenz tau siapa yang ada di dalam foto tersebut.


Dia adalah Bryan Abram, pria yang sudah menjeblos kan ayahnya kedalam penjara.


"Satu langkah kedepan ternyata sudah kudapatkan sebelum aku melakukan apapun" Gumam Kenz, ya ia kini sudah tahu bahwa ternyata sebelum ia membuat Mirela tertarik padanya ternyata wanita itu sudah lebih dulu menyukai Kenz, dan itu keuntungan yang lebih bagi Kenz.


***


Di tempat lain, Zaf yang tidak bisa tidur di atas ranjang Kenz, ia merasa gelisah tidak tau apa penyebabnya. ia pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Kenz.


Panggilan nya tersambung, namun tidak ada jawaban dari sana, dan itu membuat Zaf semakin khawatir.


Zaf pun kemudian menelfon Oliver.


Belum sempat dua detik,panggilannya langsung diterima oleh lelaki tersebut.


"Ya Zaf? " kalimat pertama yang langsung Zaf dengar.


"Bisa kah kau mengantarkan ku bar tempat Kenz bekerja? " Tanya Zaf to the point.


"Sekarang?" tanya Oliver tak percaya, pasalnya ini sudah jam dua pagi, dan Zaf ingin agar dia mengantarnya?.


Tidak ada jawaban dari Zaf dan itu menandakan Zaf tidak ingin mengulangi ucapannya.


"Baiklah"ucap Oliver.

__ADS_1


***


"Kenapa tiba-tiba ingin kesana? " tanya Oliver, kini Zaf sudah berada didalam mobil lelaki tersebut.


"Tidak ada, cuma perasaanku tidak enak saja" jawab Zaf tanpa melihat kearah Oliver "Dia tidak menjawab telfonku"


"Bukan kah dia sedang bekerja? mungkin saja dia sibuk dan tidak sempat menjawab panggilanmu" Oliver masih fokus pada kemudinya.


Benar juga ucapan Oliver, tapi ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Zaf, ia ingat apa yang Kenz ucapkan.


Lelaki itu memintanya untuk percaya pada Kenz apapun yang akan terjadi, dan itu semakin membuat Zaf semakin khawatir dengan apa yang akan dilakukan Kenz.


Apa mungkin Kenz akan menggunakan cara merayu seorang wanita untuk mencapai tujuannya.


Itu adalah satu-satunya yang ada dipikiran Zaf saat ini.


Begitu sampai di tempat kerja Kenz,Zaf tak menjumpai sosok itu sama sekali.


Ia mendekat ke meja bartender yang kini sedang di pegang oleh Gerry.


"Oh, hei... " sapa bertender tersebut. Gerry menyapa Zaf karna ia tahu gadis itu adalah adik dari Kenz.


Kenz memperkenalkan Zaf sebagai adiknya kepada Gerry.


Zaf hanya tersenyum kikuk menjawab sapaan dari Gerry.


"Mencari Kenz? " Tanya Gerry dan itu membuat Zaf sedikit terkejut karna Gerry menggunakan bahasa Indonesia.


"Ah, iya" Jawab Zaf.


"Oh, sayang sekali Kenz sedang pergi mengantar seseorang" ucap Gerry dengan menyesal.


Alis Zaf tertaut, siapa yang Kenz antar? batinnya.


"Ada seorang pelanggan yang mabuk berat, dan karna aku mengenalnya aku meminta Kenz agar mengantarnya" ucap Gerry yang seakan tahu tanda tanya di kepala Zaf.


"Laki-laki atau perempuan? " tanya Zaf.


Mendengar itu Gerry pun tertawa "Kalau dia laki-laki aku tidak akan merasa khawatir sayang" ucap Gerry. "Kau mau minum? "


"Bisa beri tahu aku alamatnya? " Tanya Zaf tanpa menjawab ucapan Gerry.


"Maaf sayang, aku tidak bisa... dia adalah salah satu orang penting disini dan tidak boleh ada yang tahu alamatnya " Jawaban Gerry membuat Zaf merasa geram.


Sepertinya akan percuma saja jika ia mencari tahu dari pria yang ada di hadapannya ini.


Zaf memutuskan untuk kembali kekediaman Kenz saja, dan akan meminta penjelasan kepada Kenz saat lelaki itu kembali besok.

__ADS_1



__ADS_2