
Hyena berlari setelah keluar dari kafe tersebut, ia langsung masuk kedalam mobilnya dan segera melajukan kendaraannya.
Sampailah ia dirumahnya.
Hening.
Itu yang ia rasakan setiap ia pulang kerumah ibunya.
Hyena langsung menuju kamarnya dan mengurung dirinya sekarang.
Tidak ada yang memperdulikannya, ayahnya akan segera menikah dengan orang lain, ibunya juga sangat sibuk dengan pekerjaannya hingga tak pernah pulang kerumah, Gavin pacarnya pun kini sudah pindah keluar kota.
Sedangkan yang dulu satu-satunya orang yang menjadi tempat ia bercerita,Zayn sudah memiliki seseorang yang ia cinta.
Kini Hyena hanya merasa kesepian, tidak ada seseorang pun yang akan bisa mengerti dia.
Lama ia berpikir, kemudian segera bangkit untuk mencari sesuatu yang bisa mengisi harinya.
"Aku bisa gila jika disini terus" gumamnya membuka pintu lemarinya mencari baju yang cocok untuk ia kenakan.
Gaun minim berwarna merah menggoda Hyena kenakan saat ini, bibirnya pun kini ia poles dengan lipstik merah agar senada dengan gaunnya.
"Hyena, kau sudah mirip ****** sekarang" lirihnya melihat pantulan dirinya sendiri di cermin.
Ia bergegas pergi meninggalkan rumah yang sepi itu menuju tempat yang ada di otaknya saat ini.
Klub malam adalah tujuannya.
Suara musik DJ yang memekakan telinga langsung menyambut kedatangan Hyena.
Ia langsung menuju meja bartender untuk memesan minuman.
Satu gelas langsung ia teguk dalam satu tegukan, rasa panas dalam tenggorokan membuat raut wajahnya menyengir merasakan sensasi yang ditimbulkan oleh minuman tersebut.
"Satu lagi" ucap Hyena meminta bartender untuk menuangkan segelas minuman kembali.
"Hai cewek" Sapa seorang pria yang mendekati Hyena.
Hyena melirik kearah pria tersebut kemudian melemparkan senyumnya pada sang pria. "Hai" jawabnya.
Sudah tiga gelas Hyena meminum minumannya, jadi kini kesadarannya sudah berkurang.
"Ingin sesuatu yang bisa membuatmu lebih merasa bisa terbang? " ucap pria tersebut lagi.
Hyena tak menjawab, namun senyum yang masih terkembang di wajahnya sepertinya memberi jawaban iya untuk pertanyaan dari pria tersebut.
"Kalau begitu ikut denganku" ajak pria tersebut.
__ADS_1
Kemudian memapah Hyena yang sedang kesulitan untuk berjalan.
Disisi lain.
Kini Zayn tengah makan malam keluarga bersama keluarga Safana.
Mereka sedang membahas tanggal pertunangan antara Zayn dan Safana.
Bunyi ponsel Zayn berdering pertanda ada sebuah pesan masuk.
Zayn membukanya, ternyata ada sebuah Video yang masuk.
Matanya membulat sempurna saat melihat isi Video tersebut, didalamnya ada Hyena yang seperti terkapar tak berdaya diatas ranjang dengan tanpa pakaian.
Zayn tersentak kemudian reflek berdiri untuk segera mencari keberadaan Hyena.
"Ada apa Zayn?"tanya mama Cindi.
"Mmm... Zayn ada urusan mendadak mom, kalian lanjutkan saja ya, Zayn harus segera menyelesaikan urusan Zayn" ucap Zayn.
Mama Cindi yang mengerti kegelisahan anak nya sepertinya bisa mengerti jika pasti ada sesuatu yang mendesak.
"Ya, kau pergi saja nak" ucap Mama Cindi.
Papa Rafa yang tadinya hendak menghentikan Zayn kemudian diurungkan karna tangan mama Cindi yang seperti mengisyarat kan agar papa Rafa tidak menghentikan Zayn.
Zayn segera berlari keluar meninggalkan acara makan malam tersebut.
Zayn mengulangi lagi video yang ia peroleh dari seseorang tersebut untuk mencari dimana Hyena dibawa.
"Sial...! " Zayn yang merasa frustasi memukul stirnya sendiri untuk melampiaskan rasa kesalnya.
Semalam suntuk Zayn mencari hotel yang ditinggali Hyena, dan baru pukul lima pagi ia menemukan hotel tersebut.
Itu pun karna ia meminta bantuan dari anak buah Kenz.
Brakh...
Begitu terburu-burunya Zayn saat membuka pintu hotel dimana Hyena berada.
Ia mendapati gadis itu tengah meringkuk pulas dalam tidurnya. Disamping Hyena ada banyak sekali lembaran foto Hyena tanpa busana dapat Zayn lihat.
Zayn pun murka siapa yang berani melakukan ini.
Terlihat sekali betapa emosinya Zayn dari nafasnya yang masih memburu.
Tak lama Hyena pun melakukan pergerakan sepertinya gadis itu akan terbangun.
__ADS_1
Dan benar, Hyena terkejut saat membuka matanya melihay Zayn sudah ada didepannya.
"Zayn! "Gadis itu terduduk karna keterkejutannya.
Bahkan tanpa ia sadari selimutnya tersingkap dari dadanya hingga memperlihatkan gundukan gunung kembar yang dapat Zayn lihat dengan jelas.
Hyena yang menyadari tatapan Zayn melihat kearahnya, kemudian ikut menurunkan pandangannya melihat kearah tubuh nya sendiri.
"Apa yang kau lihat!! " Sontak Hyena kembali menaikan selimutnya.
"Seharusnya aku yang bertanya,apa yang kau lakukan Hyena?!!!" Zayn yang sejak tadi menahan emosinya kini tertumpah sudah.
Melihat Zayn yang murka membuat Hyena bergidik ngeri "Memangnya apa yang aku lakukan? " linglung, sepertinya pikiran Hyena saat ini.
Ia hanya ingat tadi malam ia datang kesebuah klub dan disana ia mabuk, juga ada seorang pria yang mengantarkannya mencari hotel untuk menginap.
"Kau melakukan Havingsex dengan seorang pria?! " tuding Zayn denga nafasnya yang kembang kempis.
Mata Hyena membola dengan gelengan kuat kepalanya, menyangkal apa yang ditudingkan Zayn padanya.
"Lalu apa maksud dari semua ini?!" Zayn menunjuk foto-foto bugil Hyena yang berceceran diatas ranjangnya.
Astaga... tidak mungkin...
"Tapi aku yakin tidak terjadi apa-apa padaku Zayn" Hyena kembali menyangkal "Lagi pula itu hanya sekedar foto saja, mungkin dia hanya mengambil gambarku dan tidak melakukan apapun terhadap ku"
"Sekedar foto? " Mata Zayn memicing.
"Te-tentu saja... aku bisa merasakan tidak ada sesuatu yang berbeda dari tubuhku" ucap Hyena, namun ia sendiri juga merasa takut, jika seseorang yang bahkan tidak ia kenal benar-benar menjamah tubuhnya.
"Sekedar foto?! kau pikir apa yang akan terjadi padamu jika sampai itu benar-benar terjadi hah!!! " Kini suara Zayn bertambah menggelagar karna amarah, bagai mana bisa Hyena mengatakan hal seperti itu "Apa kau benar-benar tidak memiliki otak?!" imbuh Zayn.
Mendengar penuturan Zayn yang sangat menyakitkan itu membuat Hyena menjadi murka.
"Lalu memangnya apa hubungannya dengan mu hah?! Apa yang terjadi pada diriku sendiri aku sendiri lah yang akan menanggungnya, dan kau tidak perlu ikut campur" sargah Hyena kemudian bangun dari ranjang dengan lilitan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Apa kau pikir itu lelucon? " Zayn mencekal tangan Hyena yang hendak beranjak.
Membuat gadis itu kembali terduduk,
Dan dengan satu dorongan, Kini Hyena terjatuh terlentang diatas ranjangnya.
"Apa yang kau lakukan Zayn" ucapan Hyena terdengar melemah ia merasa takut dengan tatapan Zayn saat ini, kini amarah Zayn sepertinya benar-benar sampai ke ubun-ubun.
Terlihat sekali dari tatapan nyalangnya.
"Zayn" panggil Hyena yang semakin merasa takut karna kini Zayn sudah berada diatasnya dengan bertumpu lutut disamping kiri dan kanan tubuh Hyena.
__ADS_1
"Bukankah ini yang kau inginkan? " Dalam satu tarikan kini selimut Hyena sudah terlepas dari tubuhnya.
"Zayn... hentikan! " Hyena semakin panik saat melihat Zayn membuka pakaiannya.