Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 71


__ADS_3

"Hyena! " Panggil seorang pemuda yang baru memasuki pelataran rumah Hyena.


Gadis yang tengah menarik sebuah koper untuk ia masukkan kedalam bagasi mobil pun menoleh.


"Gavin? " Merasa terkejut saat mendapati Gavin sudah ada dihadapannya.


Gavin melihat Hyena yang seperti hendak pergi pun mengerutkan keningnnya.


"Hyena, kau mau kemana? " tanyanya kemudian.


Hyena yang mendapati pertanyaan itu hanya mengulas senyum diwajahnya.


Hyena tahu, kedatangan Gavin kemari pasti ingin mendengar sebuah penjelasan tentang foto-fotonya pun juga tentang vidio yang Zayn buat.


"Apa yang ingin kamu dengar Vin? " tanya Hyena, kini mereka sudah duduk di kursi kayu yang ada ditaman rumah Hyena,tidak jauh dari mobil yang hendak dibawa Hyena pergi.


"Apa kau selingkuh? ". Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk didalam otak Gavin, namun hanya itu yang dapat terlontar dari mulutnya.


Mendengar itu justru malah membuat Hyena tertawa terbahak "Kau sudah tahu Vin, bahkan seluruh netizen juga tahu hal itu, kenapa masih menanyakannya? ".


"Aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu Na, kenapa kau bisa bermain api dibelakangku? dan yang lebih membuatku tidak percaya adalah kau melakukan itu dengan Zayn,apa itu masuk akal? ".Ucap Gavin, jujur dia sangat kecewa dengan apa yang Hyena lakukan.


Gavin rela bekerja keras di kota tetangga untuk bisa memperbaiki perekonomiannya, lalu kemudian ia ingin memantapkan hati untuk bisa meminang Hyena.


Namun itu terasa sia-sia saat ia melihat Hyena mengkhianatinya.


Hyena menghela nafasnya panjang, seolah mengumpulkan begitu banyak oksigen untuk menjelaskan apa yang ingi ia jelaskan kepada Gavin.


"Vin, pertama aku ingin meminta maaf dari mu-"


"Bukan itu yang ingin ku dengar" potong Gavin.


"Kita sudah sama-sama dewasa sekarang Vin, sudah tidak ada waktu untuk bermain-main, jadi sekarang ayo kita mulai semua dari awal, kau mencari kehidupan baru mu, dan aku juga akan memulai kehidupan baru ku" ucap Hyena.


"Bukan itu yang ingin ku dengar dari mu Hyena, apa kau sama sekali tidak mengerti? aku selalu berusaha keras untuk bisa sejajar dengan mu, aku rela dipindah tugaskan jauh dari mu karna untuk bisa menaikkan posisi ku, tapi bagai mana bisa kau melakukan ini pada ku?! " seru Gavin yang seolah tidak terima dengan keputusan Hyena.


"Jangan menjadi orang yang bodoh Vin, akan ada satu juta gadis baik yang akan menggantikan posisiku, aku yakin itu".ucap Hyena menepuk bahu pemuda itu.


Kemudian beranjak berdiri.


"Jadi, maksudmu kita benar-benar putus? ". Gavin memastikan.

__ADS_1


"Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan Vin? tetap menjalani hubungan ini? aku bahkan tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika aku mengingat bagai mana aku mengkhianatimu, lalu bagai mana dengan dirimu? ".


"Tapi, aku tidak ingin kita putus Na,".


"Tidak usah membuat drama Vin, ayolah... walau kita sudah putus sebagai pacar tapi kita tidak boleh putus sebagai kawan kan? " hibur Hyena.


Mendengar itu Gavin melengos, kemudian mengusap wajahnya sendiri, sepertinya akan sia-sia meminta Hyena untuk kembali.


"Saat kita berjumpa lagi,suatu hari nanti, kuharap kau masih bersedia menyapaku" imbuh Hyena.


Gavin mengulas senyumnya "Aku tidak akan memaksamu lagi Na, cari kebahagiaan mu... aku yakin Zayn pemuda yang tepat".


Hyena menggeleng "Bukan untuk Zayn juga, aku dan mama akan pindah dan memulai hidup yang baru".ungkap Hyena kemudian melihat seluruh sudut pekarangan rumahnya, memang berat meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan ini.


Gavin kembali mengerutkan keningnya "Boleh aku tahu kau akan pergi kemana? ".


Hyena terkekeh "Rahasia" Ucapnya membuat Gavin merotasikan bola matanya.


"Apa sesakit itu, sampai kau memutuskan untuk pergi? " Tanya Gavin lagi.


"Kau bisa baca sendiri kan bagai mana para netizen itu mencaci maki ku? " Ucap Hyena berjalan menuju mobilnya karna mama Elfa yang sudah memanggilnya. "Hah... sesak sekali hidup disini, aku butuh udara yang lebih banyak lagi" gumam Hyena namun masih dapat Gavin dengar.


"Vin, kami pamit ya! " Mama Elfa melambai kepada Gavin yang masih duduk ditempatnya.


Sementara itu, di kantor papa Rekha...


"Percuma kamu pergi sekarang Zayn" ucap papa Rekha saat melihat Zayn hendak segera pergi.


Zayn menghentikan langkahnya "Maksud om? ".


"Pesawat mereka sudah lepas landas satu jam yang lalu" Rekha sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.


"Katakan pada Zayn Om, mereka akan pergi kemana?" Rekha bisa melihat ada penekanan pada kalimat yang Zayn ucapkan.


Rekha yang mendengar itu bukannya takut,ia malah tersenyum.


Namun angkatan bahunya menjawab pertanyaan Zayn, bahwa pria itu juga tidak tahu kemana mantan istrinya itu akan membawa putrinya.


Zayn mengusap wajahnya "Bagai mana bisa Om, yang adalah seorang ayah tidak tahu kemana putrinya pergi! " Ucapan Zayn dengan emosi tertahan.


"Sudah lah Zayn, biarkan mereka menikmati kehidupan baru mereka...itu yang mereka inginkan" ucap Rekha menepuk bahu Zayn.

__ADS_1


"Lalu bagai mana jika Hyena mengandung om" Zayn keceplosan.


"Apa?! " Ucap Rekha terkejut tak percaya.


Menyadari jika ia sudah terlanjur bicara,mau tidak mau Zayn harus menjelaskannya.


"Hyena mengatakan, jika pemuda yang membawanya kehotel sama sekali tidak menyentuhnya,bagai mana bisa kau bilang seperti itu hah!?" Pria itu mencengkram kerah Zayn, Sepertinya Rekha tidak terima dengan tuduhan yang Zayn berikan.


Ia menganggap Zayn sudah menuduh Hyena telah diperkosa, dan itu menginjak harga diri Rekha,Pria itu tidak terima.


"Bu-bukan pria itu Om, yang melakukannya" Ucap Zayn masih dalam cengkraman Rekha.


"Jadi, apa maksudmu bicara seperti itu?! " Rekha semakin menarik kerah Zayn, dan itu semakin membuat Zayn kesusahan untuk bernafas.


"Maaf Om, Zayn yang melakukannya-"


Bugh...


Satu pukulan melesak dipipi kiri Zayn.


Pemuda itu tersungkur karna bersamaan dengan Rekha melepaskan cengkraman dari leher Zayn.


"Dasar keparat... kau berani melakukannya dan tidak bertanggung jawab Hah!! " Kembali Rekha menjatuhkan pukulannya namun kali ini sasarannya adalah perut Zayn.


Pemuda itu meringis menahan nyeri dibibir serta ngilu diperutnya.


"Ba-bagaimana Zayn bisa bertanggung jawab jika Om tidak memberi tahu Zayn kemana Hyena pergi? " Zayn mengatur nafasnya.


Begitu pun dengan Rekha, amarahnya seakan memuncak saat ini, ingin sekali rasanya ia memukul habis pemuda yang ada dihadapannya ini.


"Pergilah! " Rekha memijit keningnya yang masih terasa pening.


"Tapi Om, beritahu dulu Zayn kemana Hyena pergi-".


"Koneksimu kan lebih luas dari ku, kenapa kau tidak mencari tahu sendiri! " Emosi sekali Rekha saat ini, ia bahkan menaikan intonasi suaranya.


Zayn menelan ludahnya sendiri, ia baru melihat bagai mana seorang Rekha jika sedang marah.


"Pergi! " usir Rekha "Jika aku tidak mendengar kabar baik dari mu... ku pastikan kau akan mati di tanganku! " seru Rekha.


Dan Zayn pun segera pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Sial...! luka yang kemarin saja masih belum sembuh, kini malah di tambah pukulan dari om Rekha" gerutu Zayn disepanjang perjalanan.


__ADS_2