
Hari yang telah dinanti pun tiba, hari dimana dua anak manusia disatukan dalam suatu ikatan janji sakral yang akan menyatukan dua hati menjadi satu untuk selamanya.
Semua persiapan sudah matang,semua tamu undangan sudah datang dan janji suci pun telah usai di kumandangkan.
Kenzi Arbana Smith dan Zafera Syfana Mahendra,dua sedjoli yang kini sudah menyandang gelar sebagai suami istri.
Seperti pergelaran pernikahan yang lainnya, pagi hari adalah pengucapan janji suci, dan siang hingga malam diadakan acara resepsi.
Dan malam ini adalah puncaknya, semua undangan sudah memenuhi aula dan silih berganti bersalaman untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
Disisi lain ada mama Cindi dengan papa Rafa tengah berbaur dengan para tamu untuk menyambut mereka.
"Selamat atas pernikahan putri anda tuan" ucap seorang tamu kepada papa Rafa.
Papa Rafa menyambut uluran tangan tamu tersebut untuk bersalaman dengannya.
"Terima kasih tuan" ucap papa Rafa ramah.
"Saya sudah melihat kontrak yang putra anda ajukan kepada saya tempo hari yang lalu" ucap tamu tersebut yang tidak lain adalah tuan Brury.
"Oh, benarkah tuan?" Ucap papa masih memperlihatkan senyum ramahnya.
"Dan saya akan menyetujui semua syarat yang ada didalamnya, tapi tentu saja itu tidak geratis" ucap tuan Brury kembali.
"Maksud anda? " Papa Rafa masih belum mengerti.
"Putri saya sepertinya tertarik dengan putra tuan, ku harap jika kita memiliki suatu ikatan keluarga itu bisa membuat bisnis kita juga akan lebih lancar".
Mendengar itu membuat alis papa Rafa terangkat sebelah, dan tentu saja ia mengetahui maksud dari apa yang tuan Brury itu inginkan.
"Oh, maaf tuan, saya akan menyapa tamu yang lain terlebih dahulu" ucap Papa Rafa masih memperlihatkan keramahannya.Kemudian berlalu untuk mencari keberadaan sang istri.
Papa Rafa kemudian menghampiri mama Cindi dan memberikan isyarat untuk berbicara pada nya.
Mama Cindi yang mengerti, kemudian menuju ruang yang agak sepi untuk berbicara.
"Ada apa Dad? " Tanya mama Cindi yang masih belum tahu maksud kenapa papa Rafa harus mengajaknya bicara secara pribadi.
__ADS_1
"Sepertinya kita harus bicara dengan Zayn, Karena tuan Brury menginginkan dia untuk menjadi menantunya"ucap Papa Rafa menjelaskan secara singkat.
"Apa? " Mama Cindi merasa terkejut.
"Iya sayang, Zayn memberikan kontrak kepada tuan Brury untuk menjadi investor nya, dan syaratnya adalah agar Zayn bersedia menikah dengan putrinya".
"Dan papa menyetujuinya" Mama Cindi menyimpulkan.
"Tentu saja papa belum memberikan jawabannya, semua keputusan ada ditangan Zayn dan papa tidak akan ikut campur".
Mendengar itu mama Cindi mengangguk mengerti, kemudian setelah berbincang sejenak ia pun kembali kedalam lagi.
Namun bukan papa Rafa kalau tidak ada kecupan mesra sebelum mereka berpisah kembali tentunya.
Entah kenapa semakin hari rasa cinta papa Rafa terhadap mama Cindi semakin bertambah.
Mungkin sampai tidak dapat diukur dengan apapun juga,apa lagi semenjak mama Cindi bangun dari koma, rasa takut kehilangan menjadikan perasaan cinta itu kian besar.
Usai acara...
Kini Zayn,Papa Rafa dan Mama Cindi tengah berkumpul di kamar hotel mama Cindi.
Tidak ada Zaf dan Kenz dalam rapat keluarga kali ini karna kau tahu sendiri ini adalah melam pertama untuk sepasang pengantin baru tersebut.
Karna acara pernikahan dilangsungkan di hotel milik papa Rafa sendiri.
Zayn menggaruk kening nya untuk memikirkan jalan keluarnya.
"Daddy tidak menekanmu untuk menyetujui persyaratan yang tuan Brury ucapkan tadi Zayn" ucap papa Rafa.
"Tapi bukankah Kenz pernah bilang kalau kamu tidak perlu mencari Investor lagi? " Kini mama Cindi yang bicara.
"Tadinya Zayn tidak ingin perusahaan ini hanya bergantung pada kak Kenz saja mom, jadi Zayn berinisiatif untuk mencari investor baru" jelas Zayn.
"Ya kalau begitu, kamu sendiri yang harus mencari solusinya atau menanggung akibatnya" ucap mama Cindi yang begitu entengnya seenteng kapas.
"Maksud Mommy, Zayn menikah dengan Safana gitu? " Maksud hati ingin menyindir, tapi mama Cindi malah menganggukan kepalanya tanda bahwa apa yang Zayn ucapkan adalah benar. "Tapi mom" Rengek Zayn yang seperti anak-anak itu.
__ADS_1
"Semua keputusan ada di tangan mu Zayn" papa Rafa menepuk pundak pemuda tersebut.
Zayn keluar dari kamar kedua orang tuanya dengan perasaan gamang.
Dan saat ia keluar ia melihat Hyena sedang berjalan menuju kamarnya.
Usai resepsi tamu undangan dari pihak keluarga diberi fasilitas untuk menginap di hotel ini, dan begitu juga Hyena.
Gadis itu menggantikan kedua orang tuanya yang tidak bisa datang karna sedang ada urusan penting di luar negeri, karena itu kini Hyena pun juga menginap dihotel ini.
Tanpa aba-aba Zayn langsung menarik lengan gadis itu dan masuk kedalam kamarnya.
"Asataga...! " Hyena yang terkejut karna tiba-tiba tangannya ditarik seseorang langsung melayangkan tinjunya keperut sipelaku.
"Awhhh...! " Zayn yang mendapat serangan mendadak kemudian meringis menahan perutnya yang terasa nyeri "Ini aku Zayn" Ucap pemuda itu dengan menahan sakitnya.
Hyena yang baru menyadari siapa yang menarikanya tadia hanya melengos tanpa merasa bersalah sudah memberikan tinju pada pemuda tersebut "Salah sendiri kenapa main tarik tanpa aba-aba, aku kira tadi penculik" cicit gadis itu "Ada apa menarikku kekamar mu? Jangan bilang kamu mau ngapa-ngapain! " Ancam gadis itu.
Haha memang pas sekali Zayn membawa Hyena masuk kedalam kamarnya, gadis ini memang bisa menghiburnya.
Zayn menyandarkan kepalanya pada bahu kecil gadis itu."Hyena,gara-gara dirimu, aku dalam masalah, kau harus bertanggung jawab" ucap Zayn.
Gadis itu memukul kepala Zayn, membuat pemuda itu kembali meringis, baru juga perut nya sembuh, ini sudah mendapat pukulan lagi.
Sepertinya Zayn harus berpikir dua kali jika harus menikahi gadis ini, bisa-bisa ia mati muda karna KDRT.
"Memangnya aku menghamilimu sampai-sampai musti bertanggung jawab! " Sungut Hyena.Tidak habis pikir, Zayn yang tiba-tiba menariknya masuk kedalam kamarnya malah ini dimintai pertanggung jawaban dari pria yang ada dihadapannya ini "Sudah ah, aku mau kembali kekamarku" Hyena hendak membuka pintu namun tangannya dicekal oleh Zayn.
"Hei... aku belum selesai bicara" ucapnya menghentikan Hyena "Apa kau tidak bisa disini sebentar untuk mendengar ceritaku" suara Zayn merajuk.
Hyena menghela nafas "Nada bicara mu, mirip sekali dengan seorang perawan yang baru diputuskan pacarnya" gerutu gadis itu kemudian melangkah kan kakinya menuju ranjang Zayn dan lalu duduk disana.
Seharian berdiri dengan high heels nya benar-benar membuat Hyena lelah.
"Bagai mana menurutmu jika aku menikah dengan Safana? "
"Uhuk... uhuk" mendengar itu, sontak membuat Hyena tersedak oleh air liurnya sendiri
__ADS_1