Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#44


__ADS_3

hari ini cindi sibuk dengan urusan kantor dari pagi hingga siang.


cindi:dimana?


rafa:di stuidio,kemarilah


rafa:aku tunggu


cindi memasukan ponselnya setelah membaca chat dari rafa.ia bergegas menuju studio yang diberitahukan rafa.


ya,seperti rencananya kemarin malam,rafa akan mengenalkan cindi pada seseorang yang akan membantunya untuk peluncuran produk baru dari perusahaan papanya cindi.


kini cindi sudah sampai di lokasi yang sudah dishare oleh rafa,


"nona cindi ya"ucap seorang wanita bernama alya dengan ramah yang berdiri di depan sebuah gedung besar.lebih tepatnya gedung televisi.


cindi mengangguk dengan senyum manis andalannya.


"tuan rafa menunggu anda,mari saya antarkan"kemudian wanita itu berjalan menuju gedung itu yang kemudian diikuti oleh cindi.


cindi hanya mengekori wanita itu tanpa suara.


sampailah mereka didepan sebuah pintu besar,yang kemudian dibuka oleh alya.


didalam tampak dua orang pemuda,yang satu sedang bersandar pada meja sambil bersedekap dan yang satu nya lagi sedang berdiri didepannya dengan kedua tangan yang dimasuk kan kedalam saku celana.


tampak indah dan mempesona membuat alya yang melihat mereka menjadi mematung takjub dengan pemandangan cogan didepannya.


sedangkan cindi lebih tertarik memperhatikan isi ruangan tersebut. desain yang maskulin dan terlihat mewah.


rafa melambaikan tangannya pada cindi karna rafa yang lebih dulu menyadari kedatangan nya.dan tentu hanya ditanggapi anggukan dan senyum manisnya.


saat cindi mendekat,lelaki yang berdiri didepan rafa dengan kedua tangannya yang dimasukan kedam saku celananya memutar tubuhnya dan memperhatikan sosok yang berjalan mendekatinya.


"hai....my kiss...long time no see" ucapnya yang tidak lain adalah rekha.dia baru menyadari siapa gadis didepannya saat cindi menatapnya.

__ADS_1


cindi hanya terdiam karna dia sama sekali tidak mengenal sosok didepannya.dan berjalan mendekati rafa.


"cin...masih ingat rekha?"tanya rafa saat cindi sudah berdiri disampingnya. "masih ingat insiden saat kamu terjatuh di suatu pesta dan tanpa sengaja menciumnya"tanya rafa kembali,karna melihat ekspresi cindi yang bingung.


cindi memang tidak mudah mengingat wajah seseorang,apa lagi yang hanya bertemu dengannya satu kali,dulu saja tidak mengenali rafa padahal saat masih sekolah mereka selalu bersama.


rafa kembali mengenalkan rekha dengan cindi,karna rekha bisa membuatkan satu konser untuk memasarkan produk baru dari perusahaan papa cindi.


ketika rekha mengulurkan tangannya untuk bersalaman,rafa langsung menjabat tangan rekha agar cindi tidak menyambut tangan rekha.


sontak rekha melihat rafa dengan tatapan anehnya."jangan coba-coba modusin cindi"ucap rafa mengintimidasi.


rekha mengangkat sebelah alisnya,kemudian tertawa.dan membuat kedua orang dihadapannya heran.


"kamu takut aku merebut gadismu?" tanya rafa disela-sela tawanya "tapi baguslah kamu sadar diri di awal... jadi kamu bisa bersiap-siap patah hati"oceh rekha sontak membuat rafa kesal.


sedangkan cindi,hanya melihat aneh kelakuan kedua lelaki didepannya.


rafa menggandeng cindi dan duduk di sofa yang disediakan.padahal itu ruangan rekha,tapi rafa berperilaku seakan ruangan itu adalah miliknya.


 


hari ini adalah hari dimana peluncuran produk baru,dan kini cindi sudah sibuk diruang make-up untuk ngawasi orangnya saat mengaplikasikan make-up dari perusahaannya. ya,produk baru dari perusahaan ayah cindi adalah satu set make-up.dari bedak,eye-liner,maskara,dan lipstick.


dari semua produk,lipstick yang paling banyak mempunyai warna.jadi setiap model akan memakai satu warna.


"satu,dua,tiga"cindi menghitung model yang ada disana"kanapa kurang satu?"tanya cindi,karna model yang ada disana hanya ada 19 pada hal harusnya ada 20.


"masa sich cinnnn...."ucap didi sang make-up artis yang tiba-tiba menghentikan aksinya mendandani model didepannya "eh iya....kemana yah tu model"tanyanya balik nanya yang membuat cindi makin bingung"ya udah cinnn....nggak usah bingung nanti ni model satu bisa gantian pake lipstick setelah masyuk..." jelas didi.


"nggak bisa gitu kak di...kan harusnya mereka ber20 harus keluar bareng dan bawa satu produk sati warna" ucap cindi melemah karna bingung.


"ada apa cin?"rafa yang tiba-tiba masuk membuat semua mata tertuju padanya.


"ini lo raf-"

__ADS_1


"nggak ada masalah apa-apa bos... bos tenang aja dan tunggu diluar ok!" didi menyambar kalimat cindi.kemudian menggandeng rafa untuk keluar dari ruang make-up.


setelah memastikan rafa keluar,didi kemudian mesuk dan mendudukan cindi dengan paksa.


"nah...nona cindi...tunjukan pesonamu" ucapnya dengan memoleskan meke-up pada cindi.


"kok"cindi menepis tangan didi yang sedang menyapukan kuas pada pipi cindi


"ih...si nona ini...inikan produk kamu,jadi ya nona harus tampil memakainya. kalau benar-benar bagus,nanti peminatnya jadi tambah buuuaaanyakkk...."ucap didi panjang lebar.


"tapi-"


"nggak ada tapi-tapi...eh nona buat para cowok didepan sana terpesona denganmu" sambar didi "nona...kamu ini oplas ya?" cindi menggeleng "masaaak...??" cindi mengagguk"kok bisa...ini wajah cakep bener...bibir nggak usah dikasih lipstick udah merah,bulu mata nggak usah dipasang bulu mata anti badai udah lebat, alis juga nggak usah di ukir udah melengking"ucap didi panjang lebar. "haduhhh....bikin aku ngiri aja jeng"


setelah didi selesai memoles wajah cindi,kini dia mendorong cindi agar masuk kedalam panggung.


betapa gemetar nya kaki cindi saat ini, tapi apa boleh buat,dia hanya bisa pasrah dan mengikuti alur saja.cindi berjalan bak seorang model dengan diiringi lantunan dari group ada band karena wanita ingin dimengerti.


rafa berusaha menghubungi cindi,karna acara sudah dimulai tapi gadisnya belum juga keluar dari ruang make up.


dilihatnya sekejap keatas panggung, dan betapa terkejutnya dia saat melihat sigadis sedang berada diatas panggung,dengan dandanan yang sungguh membuatnya mematung karna takjub.


rekha yang melihat tingkah sahabatnya, kini mendekat"gimana bro...?cantik?" ucapnya membuat rafa tersadar dari lamunannya.


"ini ulahmu kan?"ucap rafa tanpa memalingkan wajahnya dari cindi yang ada di atas panggung.


"hahaha...jangan begitu...sepertinya cindi sangat pantas jadi model" rekha menghela nafas sekejap" sepertinya aku jadi tertarik pada gadis itu".


"jangan macam-macam,jika tidak aku akan membubarkan pertunanganmu dengan elfa"ancam rafa.


"hahahaha...kamu pikir elfa akan menurutimu?dia juga tahu sifatku, jadi dia tidak akan kaget jika aku menyukai gadis lain"rekha menepuk pundak rafa "jaga dia baik-baik...jika tidak aku akan merebutnya dari mu"ucapnya sambil berlalu.


"kamu pikir kamu bisa"ucap rafa setelah rekha meninggalkannya,tapi ucapan rafa masih terdengar oleh rekha,dan itu membuatnya tersenyum.


happy reding semua...

__ADS_1


__ADS_2