
"Ahhh...ahh...sayang..." terdengar suara desahan wanita dari dalam sebuah kamar "Lebih cepat sayang" racaunya kembali.
"As your wish baby" ucap pria yang bersamanya.
"Ahhh..."
Dan tanpa mereka sadari,ternyata ada seorang gadis sedang berdiri didepan pintu kamar tersebut.
Gadis itu langsung menghentikan uluran tangannya saat hendak mengetuk pintu tersebut.
Ia berhenti saat mendengar suara itu dari dalam.
Gadis itu menggigit bibir dalamnya untuk menahan air matanya agar tidak terjatuh.
Memejamkan matanya,kemudian menghela nafas dalam,gadis itu dengan keras mengetuk pintu kayu tersebut.
Tok...tok...tok...
Tidak ada tanda-tanda penghuni didalamnya untuk membukakan pintu.
Tok...tok...tok...
Kembali ia mengetuk pintu,dan kini lebih keras lagi.
Ckleekk...
Pintu terbuka
Seorang pemuda kini berdiri dihadapan gadis tersebut.Dengan tampilan tanpa pakaian dan hanya sebuah handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya.
"Zaf?" ucap pemuda yang tak lain adalah Kenzi itu menatap Zafira dengan tampang terkejutnya.
Zafira membelalakan matanya saat melihat penampilan Kenzi,namun ia sudah tidak merasa terkejut atas tingkah Kenz tersebut.
Zaf kemudian melempar pandangannya kepada seorang gadis yang masih terlihat syok diatas ranjang Kenz.
Zaf dengan cepat melangkahkan kakinya menuju gadis yang masih berbalut dengan selimut tersebut.
Dengan geram Zaf langsung menarik kaki gadis itu hingga gadis itu melorot dan menjadikan jarak mereka menjadi dekat.
"Pergi kamu dari sini!" ucap Zaf dengan tatapan membunuhnya.
"Tap-tapi" gadis itu melelparkan pandangannya pada kenz yang masih berdiri didepan pintu.
Melihat Kenz yang menganggukan kepalanya, gadis itu pun kemudian keluar masih dengan berbalut selimut,tak lupa pakaian nya yang berserakan kemudian Zaf pungut dan melemparnya keluar hingga mengenai gadis tadi.
__ADS_1
Zaf masuk kembali kekamar kost Kenz dan tak lupa menutup pintunya agar wanita tadi tak ikut masuk kembali.
"Ada apa datang kesini?" tanya Kenz yang mulai mengenakan kaus nya kembali.
"Mama Ivy bilang kamu sudah dua hari tidak masuk kuliah?" tanya Zaf menyelidik sambil bersidekap kemudian duduk diatas ranjang yang masih terlihat berantakan akibat ulah Kenz dan wanita tadi. "Mama Ivy khawatir,makanya meminta agar aku memeriksamu".
" Aku tidak apa-apa,kau lihat sendiri kan aku sehat?" Kenz merentangkan kedua tangannya memperlihatkan pada Zaf bahwa dia dalam keadaan sehat.
Zaf memandang Kenz dengan tatapan jengah.
"Siapa lagi dia?" tanya Zaf dengan wajah datarnya, percayalah jika Zaf sudah menampakan wajahnya yang menyerupai mama Cindi,itu benar membuat Kenz menciut.
"Biasa lah,kamu pasti sudah tau" ucap Kenz yang seakan tidak ingin menjawab pertanyaan dari gadis yang sedang duduk diranjangnya tersebut.
Zaf memandang lelaki yang berdiri didepannya,Kenz kini sudah berpakaian lengkap.
Tak dipungkiri bagi Zaf saat melihat Kenz bermesraan dengan wanita lain sungguh membuat hatinya terasa sakit.
Semenjak Zaf menyatakan perasaannya kepada Kenz tiga tahun yang lalu, Kenz seakan selalu sengaja memperlihatkan kemesraannya dengan wanita lain.
Menganggap Zaf sebagai adiknya sendiri adalah alasan Kenz menolak nya saat itu.
Namun Zaf tak gentar untuk memperjuangkan perasaannya,karna dia meyakini bahwa Kenz pasti memiliki perasaan yang sama sepertinya.
"Berhentilah bermain api Kenz-"
Zaf dengan senyum miringnya "Kau yakin ingin aku memanggilmu seperti itu?" Kini Zaf sudah berdiri didepan Kenz.
Perbedaan tinggi yang begitu banyak, membuat Zaf harus mendongak saat menatap Kenz.
Tumbuh besar bersama,membuat perhatian Kenz untuk Zaf begitu besar, ia akan berdiri di barisan paling depan untuk melindungi zaf jika ada seseorang yang ingin menyakitinya.
Zaf yang begitu mengagumi sosok Kenzi dari kecil sebagai kakaknya, namun semakin berjalannya waktu, Zaf merasa aneh dengan perasaanya sendiri.
Perasaan yang dulu hanya sebatas kagum, kini berubah menjadi rasa suka.Bukan suka dari seorang adik terhadap kakaknya, namun suka bagi seorang gadis terhadap seorang lelaki.
Namun Zaf harus meredam perasaannya karna tidak mungkin ia menyukai keluarga sendiri.
Setelah mereka tau latar belakang Kenzi yang ternyata bukan anak kandung dari mama Ivy, Zaf merasa takdir telah menjawab doanya.
Karna itu,setelah hari kelulusan SMA, Zaf memutuskan untuk memberi tahu tentang perasaannya terhadap Kenzi.
Flash back on.
Tiga tahun yang lalu...
__ADS_1
"Kak Kenz...!" panggil Zaf yang saat itu sedang berlari mendekati Kenzi yang tengah nongkrong dengan teman-temannya.
"Zaf,kamu kenapa bisa sampai disini?" tanya Kenzi yang merasa terkejut dengan kedatangan Zaf dikampusnya.
"Kak,Zaf ada sesuatu yang mau dibicarain". ucap Zaf yang masih terengah.
Kenz mengangguk,kemudian membawa Zafira menuju taman didepan kampus yang sebelumnya sudah pamit dengan teman-temannya.
" Kak Kenz!" panggil Zaf kembali setelah mereka duduk dikursi taman.
"Ada apa Zaf?, sebaiknya segera selasaikan lalu aku akan mengantarmu pulang" ucap Kenz yang seolah tidak suka dengan kedatangan Zaf.
"Kak Kenz,sebenarnya Zaf sudah mau ngomong ini dari dulu" Zaf menghentikan ucapannya. "Kak Kenz,Zaf suka sama kak Kenz" ucap Zaf kemudian.
Mendengar ucapan Zafira,Kenz kemudian menghela nafasnya,ia sudah menyangka kalau gadis ini akan mengatakan kata terlarang itu.
"Zaf" ucapan Kenz terhenti "Ayo,ku antar kamu pulang" Kenz menarik tangan Zaf menuju parkiran motornya.
"Kak Kenz!" Zaf menyentakan tangan Kenz hingga membuatnya terlepas dari lengan Zaf.
Kenz pun menghentikan langkahnya, ia berbalik mengusap pipi gadis cantik itu "Sudah biasa bagi seorang adik menyukai kakak nya"
Zaf menggeleng cepat "Bukan itu maksudku kak-"
"Sudah lah ayo kita pulang" Kenz kembali memutus kalimat Zaf dan kembali menarik tangan gadis itu.
"Jangan di ulangi lagi ucapanmu tadi, lupakan saja semuanya!" perintah Kenz setelah Zaf duduk di atas motornya.
Kenz sudah memutuskan,dan Zafira tak bisa apa-apa,ia merasa begitu malu saat mendapati kenyataan bahwa ternyata Kenz sama sekali tak membalas cintanya.
Hatinya terasa sakit,bahkan air mata yang tumpah tak bisa mengurangi rasa sakit didalam hatinya.
Zafira menangis disepanjang perjalanan pulang,dan itu pun tak luput dari pandangan Kenzi dari kaca spionnya.
Kenz tau posisi dan latar belakangnya,dia hanya seorang anak yang bahkan tidak mengetahui dimana ayah kandungnya berada.
Sudah berapa tahun dia menjadi beban bagi keluarga Zafira,dan ia tidak akan lebih lama lagi menjadi beban.
Kenz akhirnya memutuskan untuk kost di dekat area kampus,awalnya mama Ivy tak mengijinkan,namun dengan alasan agar tidak terlambat lagi untuk kekampus akhirnya mama Ivy pun memberi izin dengan syarat kenzi harus pulang kerumah setiap hari minggu.
Dan itu lah awal dari perjalanan hidup Kenzi untuk pelan-pelan bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada Ivy yang sudah membesarkanya.
cast Kenzi dari author ya...
__ADS_1
ini Zafira,putri sulung Raf dan si cantik Cindi