Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Kesepakatan Pernikahan


__ADS_3

Aleea masih berada di kamar yang ia pikir menjadi tempat tidurnya bersama Nathan, namun ia begitu terkejut saat Nathan mengatakan jika kamar itu hanya akan ditempati oleh Aleea.


Nathan kemudian membuka laci yang ada di dekat ranjang lalu mengambil sebuah map dan memberikannya pada Aleea.


"Apa ini?" tanya Aleea.


"Buka saja," jawab Nathan.


Dengan ragu, Aleea membuka map itu dan mendapati beberapa lembar kertas di dalamnya.


Aleea membaca satu persatu kertas yang ada di dalam map itu dan ia begitu terkejut setelah ia membaca semuanya.


"Apa maksudnya ini Nathan? tolong jelaskan padaku," tanya Aleea tak mengerti.


Sebenarnya Aleea yang mengerti maksud dari semua yang ia baca pada map itu, namun ia perlu menanyakannya pada Nathan dengan harapan apa yang ia pikirkan saat itu salah.


"Seperti yang sudah kau baca, itu adalah surat kesepakatan yang sudah kita tandatangani berdua, kita bertanda tangan dengan sadar dan tanpa paksaan satu sama lain, bukan hanya aku tapi juga kau yang membuat kesepakatan itu," jelas Nathan.


"Tidak mungkin, ini benar-benar konyol, aku tidak mungkin mempermainkan pernikahan kita Nathan, jika kau memang mencintaiku kau juga tidak akan membuat pernyataan konyol seperti ini," ucap Aleea tak percaya.


"Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya padamu tapi itu adalah kesepakatan kita berdua, semua yang tertulis disitu adalah apa yang sudah kita berdua pikirkan dengan matang," balas Nathan.


"Kenapa kau baru memberitahuku hal ini Nathan? kenapa kau tidak memberitahuku sebelum kita menikah?" tanya Aleea.


"Aku takut kau akan membatalkan pernikahan ini jika aku memberitahumu sebelumnya, aku benar-benar tidak bisa kehilanganmu Aleea, jadi aku minta maaf jika apa yang aku lakukan ini salah," jawab Nathan beralasan.


"Ini sama sekali tidak benar Nathan, bagaimana mungkin kita bisa menjalani kehidupan pernikahan dengan kesepakatan konyol seperti ini!" ucap Aleea.


"Aku sama sekali tidak keberatan dengan apa yang sudah kita sepakati, jadi lebih baik kita lakukan saja apa yang harus kita lakukan tanpa melanggar apa yang sudah kita sepakati," balas Nathan.

__ADS_1


"Tidak bisakah kita melupakan kesepakatan ini Nathan? ini adalah hal gila yang tidak akan mungkin aku lakukan dan aku tidak tahu kenapa aku dulu menyetujui kesepakatan ini!"


"Jangan terlalu memikirkan hal ini Aleea, semua ini bukan hanya keputusanku tapi juga keputusan kita berdua, mungkin kau sekarang hanya bingung karena kau tidak mengingatnya, tapi lambat laun mungkin kau akan mengerti kenapa kau membuat kesepakatan ini bersamaku," ucap Nathan.


"Tidak Nathan, aku tidak menginginkan kesepakatan ini," balas Aleea dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Maafkan aku Aleea, tapi semua yang tertulis disini sudah menjadi kesepakatan yang tidak bisa kita ingkari, aku harap kau mengerti," ucap Nathan lalu berjalan keluar dari kamar Aleea.


Aleea hanya terdiam menatap kepergian Nathan. Sekali lagi ia membaca seluruh isi dari map itu dan hal itu membuatnya semakin kesal lalu dengan penuh amarah ia melempar map itu hingga berserakan di lantai.


"Pernikahan seperti apa yang sebenarnya aku jalani sekarang? kenapa harus ada kesepakatan konyol itu dalam di pernikahanku?" tanya Aleea dengan menatap lembaran kertas yang berhamburan di lantai.


Dengan langkahnya yang tak bersemangat, Aleea membawa dirinya masuk ke kamar mandi lalu berdiri di bawah guyuran shower yang membasahi tubuhnya.


Ia masih memikirkan beberapa kesepakatan yang ada pada map yang baru saja dibacanya.


Selain itu mereka juga membuat keputusan untuk tidak melakukan hal-hal yang melebihi batas, karena tidak ingin apa yang terjadi nanti akan membuat mereka melanggar kesepakatan pertama.


Kesepakatan yang lain adalah tentang Aleea yang tidak diperbolehkan Nathan untuk banyak berkegiatan di luar rumah tanpa Nathan.


Jika terjadi pertengkaran dalam rumah tangga mereka, hanya Nathan yang berhak memutuskan untuk bercerai dan kesepakatan yang paling Aleea ingat adalah siapapun yang melanggar kesepakatan itu harus membayar denda sebanyak 5 miliar.


Bagi Aleea semua kesepakatan yang tertulis pada map itu sangat aneh dan tidak wajar. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa ada kesepakatan konyol dalam pernikahannya dengan Nathan.


Meskipun begitu, Aleea berusaha untuk bisa memikirkan hal itu dengan kepala dingin. Aleea yakin akan ada jalan yang bisa membuatnya merubah kesepakatan yang sudah ia tanda tangani bersama Nathan.


Setelah keluar dari kamar mandi, Aleea hanya menetap kesal lautan kelopak mawar yang ada di lantai kamarnya.


Aleea kemudian mendekati satu persatu lilin yang ada di sana dan meniupnya lalu segera menjatuhkan dirinya di atas ranjang.

__ADS_1


Kini ia hanya terdiam menatap langit-langit kamarnya dengan cahaya temaram lampu tidur yang ada di dekat ranjangnya.


Aleea berusaha untuk menggali ingatan tentang masa lalunya, tetapi semakin ia berusaha semakin kepalanya terasa pusing dan tidak ada satupun ulasan memori yang ia ingat tentang masa lalunya.


Karena sudah terlalu pusing, Aleeapun memilih untuk memejamkan matanya dan tertidur sampai pagi datang.


Aleea yang masih terpejam mengernyitkan keningnya saat ia merasa sinar terang masuk ke dalam kamar dan menyilaukan matanya.


Aleea mengerjapkan matanya dan mendapati Nathan yang sedang berdiri di jendela kamarnya.


"Sepertinya tidurmu nyenyak sekali," ucap Nathan sambil berjalan menghampiri Aleea.


Aleea kemudian beranjak dari tidurnya dan duduk di tepi ranjangnya.


"Apa kau sungguh mencintaiku, Nathan?" tanya Aleea pada Nathan yang sudah duduk di sampingnya.


"Tentu saja, aku tidak akan menikahimu jika aku tidak mencintaimu, kenapa kau menanyakan hal itu sayang?" jawab Nathan sekaligus bertanya sambil menyelipkan rambut Aleea ke belakang telinga.


"Lalu untuk apa kita membuat kesepakatan itu jika kita saling mencintai?" tanya Aleea dengan menatap map yang sudah ada di atas mejanya.


"Justru karena kita saling mencintai, kita tidak ingin memaksakan kehendak masing-masing, jadi kita membuat kesepakatan itu," jawab Nathan sambil membelai lembut rambut Aleea.


"Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunda memiliki momongan, tapi kenapa kita harus tidur dengan terpisah seperti ini, kita seperti bukan pasangan suami istri sekarang!" ucap Aleea.


"Apa kau sangat ingin tidur denganku?" tanya Nathan yang segera dibalas gelengan kepala oleh Aleea.


"Bukan seperti itu maksudku, aku hanya merasa pernikahan kita....."


"Jangan terlalu memikirkannya Aleea, aku tahu ingatanmu belum kembali dan aku akan bersabar untuk menunggu sampai ingatanmu kembali dan saat itulah kau akan ingat bagaimana kita menyetujui kesepakatan itu," ucap Nathan memotong ucapan Aleea.

__ADS_1


__ADS_2