
Nathan masih berada di rumah Vina. Ia sedang memohon agar Vina merubah keputusannya yang ingin meninggalkan kantor. Namun Nathan seketika terdiam setelah ia mendengar apa yang Vina inginkan darinya.
"Kenapa kau hanya diam Nathan? bukankah selama ini kau tau bagaimana aku menyukaimu?" tanya Vina yang melihat Nathan hanya terdiam di hadapannya.
"Aku tau dan kaupun tau jika aku sudah menikah sekarang," jawab Nathan.
"Lalu apa masalahnya? aku tidak merasa keberatan jika aku menjadi yang kedua, aku bahkan tidak peduli jika harus menjalin hubungan diam-diam denganmu!"
Nathan menghela nafasnya panjang lalu menarik pintu rumah Vina dan membawa langkahnya mendekat pada Vina.
"Tolong jangan seperti ini Vina, kau perempuan yang cantik, kau pintar dan....."
"Jika aku memang secantik dan sepintar itu, kenapa kau menolakku?" tanya Vina memotong ucapan Nathan.
"Kita sudah sangat dekat Nathan, banyak hal yang kita lalui bersama walaupun sekedar masalah pekerjaan, kau sangat baik padaku, kau sangat memperhatikanku, tapi tiba-tiba saja kau menikah setelah membuatku berharap padamu!" lanjut Vina dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.
"Maafkan aku," ucap Nathan dengan meraih tangan Vina.
"Kau pasti bisa mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintaimu Vina dan laki-laki itu bukan aku, fokus saja dengan karirmu bersamaku, aku bisa pastikan karirmu akan berjalan sesuai dengan yang kau inginkan jika kau bersamaku!" ucap Nathan.
"Apa tidak ada sedikitpun rasa cinta di hatimu untukku Nathan? apa tidak bisa kau membuka hatimu untukku?" tanya Vina.
"Vina, sejak awal hubungan kita sebatas partner kerja dan selamanya akan tetap seperti itu, tentang cinta yang kau maksud, bahkan sampai saat ini aku masih tidak memahaminya," ucap Nathan.
Vina terkejut mendengar apa yang Nathan katakan di akhir kalimatnya. Bagaimana mungkin seseorang tidak memahami tentang cinta sedangkan dia sudah menikah.
"Tolong pikirkan baik-baik keputusanmu Vina, mungkin kau hanya sedang lelah dan marah padaku, jika kau sudah merubah keputusanmu, aku akan memberikan cuti untukmu, katakan saja padaku kemana kau ingin pergi berlibur, aku akan menyiapkan semuanya!" ucap Nathan dengan menepuk bahu Vina.
Vina hanya diam mendengarkan ucapan Nathan, sedangkan Nathan sudah membawa langkahnya meninggalkan rumah Vina.
"Tentang cinta yang kau maksud, bahkan sampai saat ini aku masih tidak memahaminya!"
Apa yang Nathan katakan kembali terngiang di telinga Vina, membuat Vina memiliki kesimpulan lain tentang hubungan Nathan dan Aleea.
"Apa mungkin Nathan terpaksa menikahi Aleea?" batin Vina bertanya dalam hati.
__ADS_1
Setelah melihat mobil Nathan yang meninggalkan rumahnya, Vina kemudian menutup pintu rumahnya dan masuk ke kamarnya.
Vina kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Evan.
"Kebetulan sekali kau menghubungiku, apa kau sedang bersama Nathan?" ucap Evan sekaligus bertanya.
"Tidak, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu, kita harus bertemu!" jawab Vina lalu mengakhiri panggilannya.
Vina kemudian mengirim pesan yang berisi alamat sebuah kafe, tempat mereka akan bertemu.
Vina segera mempersiapkan dirinya lalu keluar dari rumahnya dengan menggunakan taksi.
Sesampainya di kafe, Vina segera mencari tempat duduk di sudut kafe dan tak lama kemudian Evanpun datang.
"Kenapa kau memintaku datang kesini?" tanya Evan yang sudah duduk di hadapan Vina.
"Ada yang ingin aku tanyakan padamu tentang Nathan," jawab Vina.
"Tentang hubungan Nathan dan Aleea," lanjut Vina.
"Tolong katakan padaku Evan, bagaimana hubungan mereka yang sebenarnya? apa mereka menikah karena perjodohan?"
"Tidak, sama sekali tidak ada perjodohan diantara mereka berdua," jawab Evan tanpa ragu.
"Lalu apa yang membuat Nathan terpaksa menikahi Aleea? tidak mungkin karena Aleea mengandung anak Nathan bukan?" tanya Vina.
"Terpaksa? kenapa kau berpikir jika Nathan terpaksa menikahi Aleea?" balas Evan bertanya.
"Karena aku tau Nathan tidak mencintai Aleea, Evan," jawab Vina.
"Mereka sudah lama berhubungan Vina, Nathan memang sengaja tidak menunjukkan hubungannya dengan Aleea pada semua orang sebelum mereka menikah, tapi bukan berarti Nathan tidak mencintai Aleea!" ucap Evan.
"Jangan berbohong padaku Evan, aku tau itu tidak benar, pasti ada sesuatu yang membuat Nathan harus menikahi Aleea!" ucap Vina.
"Apa yang kau pikirkan itu salah Vina, mungkin kau merasa sudah sangat dekat dengan Nathan, tapi kedekatan kalian hanya sebatas pekerjaan, perempuan yang Nathan cintai hanya Aleea itu kenapa dia menikahi Aleea, bukan menikahimu!" ucap Evan.
__ADS_1
"Aku pikir kau sangat dekat dengan Nathan, tapi ternyata kalian tidak sedekat itu!" ucap Vina dengan tersenyum tipis lalu beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.
Sedangkan Evan, masih berada di tempat duduknya, memikirkan apa yang Vina katakan padanya.
"Pasti ada sesuatu yang membuat Vina berpikir seperti itu," ucap Evan dalam hati.
**
Hari telah berganti. Pagi itu Evan sengaja menunggu kedatangan Nathan di kantor. Sembari menyerahkan hasil pekerjaannya pada Nathan, Evan ingin memastikan sesuatu pada Nathan.
"Kemarin aku menemui Vina di kafe, dia tiba-tiba menanyakan tentang hubunganmu dan Aleea," ucap Evan pada Nathan.
"Lalu apa yang kau katakan padanya?" tanya Nathan.
"Seperti yang sudah kita sepakati, tapi aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi yang membuat Vina menanyakan hal itu padaku!"
"Apa maksudmu?" tanya Nathan.
"Dia tiba-tiba berpikir jika kau terpaksa menikah dengan Aleea, entah karena perjodohan atau hal lain, aku sudah meyakinkannya jika kau dan Aleea memang sudah lama berhubungan, tapi dia sangat yakin jika kau tidak mencintai Aleea," jelas Evan.
"Apa mungkin dia mengetahui sesuatu? atau mungkin kau sendiri yang mengatakan hal itu padanya?" lanjut Evan bertanya.
"Tidak mungkin aku mengatakan padanya tentang hubunganku dan Aleea yang sebenarnya, aku tidak sebodoh itu Evan!" balas Nathan
"Kalau kau memang tidak sebodoh itu, berhentilah mengabaikan Aleea dan tunjukkan pada semua orang bahwa kau sangat mencintainya, sikapmu yang acuh tidak hanya membuat Aleea curiga, tapi juga semua orang akan berpikir jika pernikahan kalian hanya sandiwara!" ucap Evan.
Nathan hanya terdiam mendengar ucapan Evan. Sebelum ia menikahi Aleea, ia memang sangat menunjukkan bagaimana ia sangat mencintai Aleea agar Aleea mempercayainya.
Namun setelah mereka menikah, Nathan merasa sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, hal itu membuatnya tanpa sadar mengabaikan Aleea dan mulai menunjukkan sifat aslinya yang memang tidak pernah mencintai Aleea.
"Kalian memang tidak saling mencintai, tapi jangan membuat orang lain mengetahuinya Nathan!" ucap Evan.
"Aku mengerti," balas Nathan.
"Dan tentang Vina, berhentilah memberikan harapan padanya, karena aku tau bagaimana dia sangat tergila-gila padamu!" ucap Evan lalu keluar dari ruangan Nathan begitu saja.
__ADS_1
"Untuk itu..... aku tidak bisa," ucap Nathan dalam hati dengan kedua matanya menatap kepergian Evan.