Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Kekesalan Aleea


__ADS_3

Sinar jingga mulai terlukis di ujung langit barat sore, bersama dengan itu Aleea baru saja selesai menyibukkan dirinya di taman yang ada di halaman rumah Nathan.


"Akhirnya selesai," ucap Aleea sambil membawa pandangannya menyapu jajaran bunga dan tanaman yang sudah ia tanam.


Saat Aleea sedang duduk di teras rumah dengan menatap bunga-bunga yang baru ditanamnya, ia baru sadar jika sejak tadi siang Nathan sama sekali tidak menghampirinya.


"Apa dia memang selalu sesibuk ini?" batin Aleea bertanya dalam hati lalu beranjak dari duduknya dan membawa langkahnya masuk ke dalam rumah setelah ia mencuci tangan dan kakinya.


Aleea kemudian berjalan menaiki tangga lalu mengetuk pintu ruang kerja Nathan beberapa kali, namun tidak terdengar suara apapun dari dalam ruangan itu.


"Aleea, apa yang kau lakukan disana?" tanya Nathan yang baru saja keluar dari kamarnya yang berada di dekat ruang kerja.


"Aku pikir kau masih ada di ruang kerja," balas Aleea lalu berjalan ke arah Nathan.


"Aku sudah menyelesaikan semuanya, aku baru saja mau menghampirimu," ucap Nathan beralasan.


"Aku sudah selesai menanam semuanya," balas Aleea.


"Kalau begitu cepat mandi, setelah ini aku akan mengajakmu keluar rumah untuk membeli sesuatu," ucap Nathan.


"Membeli apa?" tanya Aleea.


"Kau akan tahu nanti, sekarang cepat mandi, aku menunggumu di depan!" ucap Nathan tanpa menjawab pertanyaan Aleea.


Aleea kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk segera mandi. Setelah mempersiapkan dirinya dengan baik, Aleeapun keluar dari kamarnya dan menghampiri Nathan yang menunggunya di teras rumah.


"Cantik sekali," ucap Nathan memuji kecantikan Aleea.


Aleea hanya tersenyum tipis lalu meraih tangan Nathan dan menggandengnya.


Nathan membiarkan apa yang dilakukan oleh Aleea lalu membawa langkah mereka ke arah mobil.


Nathan kemudian mengendarai mobilnya meninggalkan rumah untuk pergi ke salah satu toko buku yang berada tidak jauh dari rumahnya.


Sesampainya disana, Nathan dan Aleeapun mulai mencari buku yang mereka inginkan masing-masing.

__ADS_1


Setelah mendapatkan buku yang mereka inginkan, mereka keluar dari toko buku itu.


"Kenapa kau membeli buku itu? apa kau ingin belajar bahasa Jepang?" tanya Aleea saat ia melihat Nathan yang membawa buku tentang cara cepat untuk mempelajari bahasa Jepang.


"Ini bukan untukku, aku membelinya untuk Vina," jawab Nathan.


"Vina? sekretarismu di kantor?" tanya Aleea memastikan yang dibalas anggukan kepala oleh Nathan.


"Kenapa kau membelikannya buku itu? apa dia tidak sanggup membelinya sendiri?" tanya Aleea dengan nada yang sedikit kesal.


"Aku sengaja memberinya buku ini agar dia bersemangat untuk belajar bahasa Jepang, sebenarnya dia sudah menguasai beberapa bahasa asing dan bahasa Jepang adalah bahasa yang selanjutnya harus dia pelajari," jelas Nathan.


"Kau sangat perhatian sekali padanya, sepertinya kalian berdua sangat dekat," ucap Aleea.


"Sudah kukatakan padamu Aleea, dia hanya sekretarisku di kantor, dia bekerja dengan sangat baik selama ini, jadi tidak ada salahnya bukan jika aku membeli buku ini untuknya," balas Nathan yang sengaja mengabaikan kecemburuan Aleea.


Aleea hanya menghela nafasnya tanpa mengatakan apapun, ia tidak mengerti kenapa Nathan seolah tidak sadar jika apa yang dia lakukan itu membuat Aleea cemburu.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, merekapun sampai di rumah. Aleea keluar dari mobil lalu berjalan cepat meninggalkan Nathan untuk masuk ke kamarnya.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari depan kamar Aleea, namun Aleea memilih untuk mengabaikannya dan hanya duduk di tepi ranjangnya sambil membaca buku yang baru saja dibelinya.


"Aleea, aku akan masuk meskipun kau tidak membuka pintu kamarmu untukku," ucap Nathan dari depan pintu kamar Aleea.


"Lakukan saja apa yang kau mau, kau memang tidak peduli padaku," balas Aleea yang enggan beranjak dari duduknya.


Nathan yang mendengar hal itupun segera membuka pintu kamar Aleea lalu duduk di samping Aleea.


"Apa kau sedang marah padaku?" tanya Nathan.


Aleea hanya diam dengan membaca buku yang ada di tangannya dan tak lama kemudian Nathan merebut buku itu dari tangan Aleea.


"Jangan mengabaikanku seperti ini, katakan padaku apa yang membuatmu marah padaku?" ucap Nathan dengan menatap kedua mata Aleea.


"Apa kau tidak bisa memikirkannya sendiri?" balas Aleea bertanya.

__ADS_1


"Apa karena aku membeli buku untuk Vina?" tanya Nathan menerka.


Aleea hanya diam dengan merebut kembali bukunya yang ada di tangan Nathan.


"Aku jelaskan padamu Aleea, Vina adalah sekretaris yang sudah lama bekerja denganku, dia melakukan pekerjaannya dengan sangat baik selama kita bekerja sama dan hal itu yang membuat kita berdua terlihat dekat, selain karena usia kita yang tidak terlampau jauh dia juga teman yang menyenangkan," ucap Nathan.


"Tapi jangan khawatir, tidak ada hubungan apapun antara aku dan Vina, hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan yang bekerja sama dengan baik dan kedekatan kita yang seperti teman adalah salah satu caraku untuk membuat nyaman hubungan kita sebagai partner kerja," lanjut Nathan.


Aleea hanya diam tanpa mengatakan apapun, mendengar penjelasan Nathan membuatnya semakin kesal.


"Aku harap kau bisa memahaminya Aleea," ucap Nathan sambil menepuk pelan kepala Aleea lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Aleea.


"Hal seperti inilah yang aku benci jika berhubungan dengan perempuan, sangat merepotkan," ucap Nathan dalam hati dengan menghela nafasnya kasar sambil berjalan masuk ke kamarnya.


**


Malam yang panjang telah berlalu, pagipun tiba. Pagi-pagi sekali Aleea keluar dari kamarnya untuk menghampiri bunga-bunga dan tanaman yang baru saja dia tanam kemarin.


Saat sedang memeriksa satu persatu bunga dan tanamannya, tiba-tiba ia mendengar suara langkah high heels yang mendekat ke arahnya.


Aleeapun segera membawa pandangannya ke arah sumber suara dan begitu terkejut saat melihat Vina dengan pakaian rapinya datang ke rumahnya pagi-pagi sekali.


Aleea yang hanya terdiam karena terkejut semakin dibuat kesal saat melihat Vina yang berjalan melewatinya begitu saja seolah tidak melihat keberadaannya disana.


Dengan kesal Aleeapun segera berlari kecil mengikuti Vina yang hampir masuk ke dalam rumahnya.


"Tunggu!" ucap Aleea setengah berteriak yang membuat Vina menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ke arah Aleea.


"Hai, maaf aku tidak melihatmu tadi, selamat pagi nyonya Nathan," ucap Vina menyapa dengan penuh senyum.


"Ada apa kau kesini pagi-pagi sekali? apa kau mencari Nathan?" tanya Aleea.


"Bukan mencarinya, tapi lebih tepatnya menemuinya, karena dia sendiri yang memintaku kesini, apa dia tidak memberitahumu jika kita akan pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan?" jawab Vina sekaligus bertanya.


Aleea yang hanya terdiam karena Nathan sama sekali tidak mengatakan padanya tentang rencananya pergi ke luar kota bersama Vina untuk urusan pekerjaan dan hal itu tentu saja membuat Aleea kesal.

__ADS_1


__ADS_2