Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Pikiran Liar


__ADS_3

Nathan yang sedang tertidur nyenyak tiba-tiba dibuat bangun oleh sentuhan yang ia rasakan di bagian pahanya.


Di tengah kesadarannya yang baru saja bangun tidur, Nathan melihat tangan Aleea yang ia pikir masuk ke dalam celananya.


Nathanpun segera mencengkeram tangan Aleea, membuat Aleea seketika membawa pandangannya pada Nathan yang masih berbaring.


"Apa yang kau lakukan, Aleea?" tanya Nathan yang masih memegang tangan Aleea dengan erat.


"Aku...... aku hanya...."


Aleea yang gugup dan terkejut tiba-tiba tidak bisa mengatakan apapun dan hanya terbata-bata.


Nathan kemudian menarik tangan Aleea dengan cepat, membuat Aleea seketika mendekat ke arah Nathan.


Mereka berduapun hanya diam, saling menatap dengan jarak yang sangat dekat.


"Apa yang ingin dilakukan gadis bodoh ini?" batin Nathan bertanya dalam hati.


DEGH DEGH DEGH.....


Degup jantung Aleea berdetak cepat, namun hatinya seolah membiarkan dirinya menikmati detik waktu yang berlalu meskipun tanpa satu katapun yang terucap.

__ADS_1


Namun tiba-tiba....


DUUKK!!


Nathan mengangkat kepalanya dan membenturkan keningnya pada kening Aleea, membuat Aleea terkejut dan mengaduh kesakitan.


Nathan kemudian mendorong tangan Aleea, membuat Aleea seketika jatuh terduduk di lantai di dekat sofa yang Nathan gunakan untuk tidur.


"Sejak kapan pikirkanmu sangat kotor Aleea, kau benar-benar sudah di luar kendali!" ucap Nathan yang segera beranjak dan masuk ke kamar mandi.


"Apa dia bilang? pikiranku kotor? aku sudah di luar kendali? menyebalkan, bisa-bisanya dia berpikir seperti itu!" ucap Aleea kesal dan segera beranjak lalu membawa langkahnya ke arah pintu kamar mandi.


"Aku bukan perempuan seperti itu Nathan, aku hanya......"


Pintu kamar mandi terbuka dan Nathan tiba-tiba meraih tangan Aleea lalu menyudutkan Aleea ke arah dinding.


"Hanya apa? melakukan apa yang sejak dulu kau inginkan sebagai istriku?" tanya Nathan dengan tersenyum.


"Sama sekali tidak, aku bahkan sudah melupakannya," jawab Aleea dengan tegas.


"Aku memang menginginkan hubungan kita membaik Aleea, tapi maafkan aku, aku belum siap untuk melakukannya denganmu," ucap Nathan.

__ADS_1


"Astaga, hentikan pikirkan liarmu itu Nathan, aku sama sekali tidak pernah memikirkan hal itu, aku hanya......"


"Hanya apa? ingin melihatnya? ingin menyentuhnya?" tanya Nathan yang semakin mendekatkan dirinya pada Aleea.


"Kau benar-benar gila!" ucap Aleea kesal sambil menginjak kaki Nathan dengan kuat.


Nathanpun seketika melepaskan tangan Aleea darinya dan memegang kakinya yang terasa sangat sakit saat itu.


Setelah berhasil lepas dari Nathan, Aleeapun segera keluar dari kamar Nathan, berjalan menuruni tangga dan membawa langkahnya ke arah dapur.


"Laki-laki mesum kurang ajar, bisa-bisanya dia berpikir seperti itu, dia pikir aku perempuan seperti apa, menyebalkan sekali!" ucap Aleea kesal sambil meneguk minuman yang baru saja diambilnya dari kulkas.


"Selamat pagi non," sapa bibi yang baru saja masuk ke dapur.


"Pagi bi, aahh iya, apa bibi melihat tas Aleea? mungkin semalam Aleea tidak sengaja menjatuhkannya," tanya Aleea.


"Bibi tidak melihatnya non, sepertinya non Aleea tidak membawa tas sejak Tuan Nathan menggendong non Aleea masuk ke dalam rumah," jawab bibi.


"Aaahhh begitu, terima kasih Bi," ucap Aleea lalu membawa langkahnya keluar dari dapur.


Aleea berjalan pelan ke arah ruang tengah sambil membawa apel yang baru saja diambilnya dari kulkas.

__ADS_1


"Jadi benar dia menggendongku masuk ke kamar, kenapa? kenapa dia tidak membangunkanku saja?" tanya Aleea pada dirinya sendiri.


__ADS_2