
Aleea masih menikmati makan malamnya bersama Nathan. Saat sedang menceritakan banyak hal pada Nathan, Aleea merasa jika Nathan tidak memperhatikannya saat itu.
"Nathan, apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Aleea dengan menyentuh satu tangan Nathan di atas meja yang tentu saja membuat Nathan terkejut dan tersadar dari lamunannya.
"Aaahh iya, maafkan aku, aku sedang memikirkan sesuatu," ucap Nathan yang segera menarik tangannya dari Aleea.
"Apa ada masalah di kantor?" tanya Aleea.
Nathan hanya menganggukkan kepalanya lalu menyeruput minumannya sebelum ia beranjak dari duduknya.
Sedangkan Aleea hanya diam menatap Nathan yang sudah meninggalkannya.
"Sepertinya masalahnya cukup berat," ucap Aleea lalu menyelesaikan makan malamnya sendiri.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Aleea kemudian masuk ke kamarnya, mengambil ponselnya lalu mencari nama Evan di penyimpanan kontaknya.
"Evan pasti tau apa masalah Nathan di kantor," ucap Aleea lalu menghubungi Evan. Setelah beberapa lama menunggu, panggilanpun terjawab.
"Selamat malam nyonya Nathan, ada apa kau menghubungiku malam-malam seperti ini?"
__ADS_1
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, apa aku mengganggumu Evan?" ucap Aleea sekaligus bertanya.
"Tentu saja tidak, apa yang ingin kau tanyakan padaku Aleea?" balas Evan.
"Aku hanya ingin tau, apa masalah yang sedang dihadapi oleh Nathan di kantor?sepertinya masalahnya cukup berat, aku bertanya padamu karena dia tidak memberi tahuku apapun!"
Untuk beberapa saat tidak terdengar suara Evan sedikitpun, karena Evan sedang berpikir masalah apa yang Aleea maksud, karena sejauh yang ia tau, tidak ada masalah apapun di kantor.
"Halo Evan, apa kau mendengarku?" tanya Aleea yang tidak mendengar suara Evan.
"Iya, aku mendengarnya, aku hanya sedang berpikir masalah apa yang kau maksud, karena sama sekali tidak ada masalah yang penting di kantor," jawab Evan.
"Kau tidak perlu terlalu memikirkannya Aleea, jika itu masalah pekerjaan, biarkan Nathan sendiri yang menyelesaikannya," ucap Evan.
"Kau benar, lagi pula aku tidak bisa memaksanya untuk menceritakan masalahnya padaku," ucap Aleea.
Di sisi lain, Nathan segera menyambar kunci mobilnya dan keluar dari kamarnya setelah ia memikirkan cara yang bisa ia lakukan untuk tetap mempertahankan Vina.
Nathan segera mengendarai mobilnya meninggalkan rumah, menuju ke rumah Vina. Dalam perjalanan, ada beberapa panggilan dari Evan yang sengaja Nathan abaikan.
__ADS_1
Untuk saat itu, ia hanya ingin fokus pada Vina, karena bagaimanapun juga ia tidak ingin pegawai terbaiknya meninggalkan kantornya.
Setelah beberapa lama perjalanan, Nathan sampai di rumah Vina dan segera mengetuk pintu rumah Vina.
Vina yang melihat Nathanpun begitu terkejut, karena tidak biasanya Nathan datang tanpa memberi tahunya terlebih dahulu.
"Nathan, apa yang kau lakukan disini? apa kau sendirian?" tanya Vina.
"Aku sendirian, aku kesini untuk mencegahmu resign dari perusahaan," jawab Nathan.
"Aku tidak akan berubah pikiran Nathan, jadi tanda tangani saja surat pengunduran diriku," balas Vina yang akan menutup pintu rumahnya, namun Nathan segera menahannya.
"Apa kau yakin tidak akan merubah keputusanmu? meskipun aku memohon?" tanya Nathan.
Vina hanya tersenyum tipis dengan menggelengkan kepalanya.
"Katakan padaku Vina, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tetap bekerja denganku!" ucap Nathan dengan satu tangannya yang masih menahan pintu rumah Vina yang hampir tertutup.
"Bagaimana jika aku menginginkanmu? lebih dari sekedar partner kerja!" balas Vina yang membuat Nathan terdiam.
__ADS_1
Seketika Nathan melepaskan tangannya yang memegang handle pintu tanpa sepatahkatapun yang terucap.