Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Teman-teman Palsu


__ADS_3

Di kamarnya, Nathan berusaha berpikir keras tentang bagaimana cara yang harus dia lakukan untuk membuat Aleea mempercayai hubungan mereka berdua.


Nathan kemudian menghubungi Evan, berusaha mencari solusi dari sahabatnya yang memiliki banyak pengalaman tentang hubungannya dengan perempuan di sekitarnya.


Setelah panggilannya terjawab, Nathan segera menceritakan pada Evan tentang keresahan yang ia rasakan.


"Aleea bersikap seperti itu karena dia tidak yakin jika kau mencintainya, jadi dia menyadari jika ada yang salah pada hubungannya denganmu, entah itu kau yang tidak mencintainya atau dia yang tidak mencintaimu," ucap Evan.


"Bukankah aku sudah membuktikan padanya jika aku mencintainya, dia tahu bagaimana aku menunggunya saat dia kritis dan bagaimana aku masih bersamanya saat dia sudah melupakanku, tapi kenapa dia masih merasa jika aku tidak mencintainya?" tanya Nathan tak mengerti.


"Berhubungan dengan perempuan memang tidak mudah Nathan, apalagi dalam sebuah pernikahan, kau dan Aleea akan semakin sering bertemu dan Aleea akan semakin memperhatikan bagaimana sikapmu padanya dan jika kau tidak menunjukkan perasaanmu padanya di setiap harinya maka akan dengan mudah dia meragukan cintamu padanya," balas Evan.


"Lalu apa yang harus aku lakukan Evan? aku bahkan sudah memberikan kalung mahal padanya, tetapi dia tetap bersikap acuh padaku!"


"Tidak semua perempuan akan luluh dengan barang mahal Nathan dan sepertinya Aleea bukan tipe perempuan yang seperti itu, kau harus mencari tahu sendiri apa yang membuat Aleea senang dan bahagia bersamamu," balas Evan.


"Aaarrghhh menyebalkan sekali, aku tidak tahu jika berhubungan dengan perempuan akan serumit ini," ucap Natan kesal.


"Bagaimana jika kau memanfaatkan teman-teman palsunya untuk membuat Aleea percaya tentang hubungannya denganmu?" tanya Evan memberi saran.


"Ide bagus, hubungi mereka dan minta mereka untuk bertemu dengan Aleea, pastikan mereka mengatakan apa yang harus mereka katakan," ucap Nathan.


"Oke baiklah, aku akan menghubungi mereka," balas Evan.


Setelah mengakhiri panggilannya pada Evan, Nathan kemudian menyibukkan dirinya dengan mengerjakan beberapa pekerjaan di ruang kerjanya.


Namun ia kehilangan fokusnya karena terus memikirkan tentang apa yang harus ia lakukan untuk membuat Aleea tidak meragukan hubungan mereka berdua.


"Aku hanya perlu membuatnya percaya dan yakin padaku, tidak masalah jika terlihat bodoh untuk sementara karena setelah dia mempercayaiku aku tidak perlu lagi bersusah payah seperti ini," ucap Nathan dengan menghela nafasnya panjang.


**


Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi saat Aleea sedang menyiram bunga-bunganya di taman.

__ADS_1


Aleea hanya diam seolah tidak mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya karena ia tahu jika itu adalah suara langkah kaki Nathan yang berjalan ke arahnya.


Namun Aleea begitu terkejut saat tiba-tiba Nathan memeluknya dari belakang.


"Lepaskan Nathan," ucap Aleea sambil berusaha meronta.


"Kenapa? apa aku tidak boleh memeluk istriku?" tanya Nathan yang masih memeluk Aleea dengan erat.


"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? apa karena pertanyaanku semalam?" balas Aleea bertanya.


Nathan kemudian melepaskan pelukannya pada Aleea, mengambil alat penyiram tanaman yang Aleea bawa lalu menaruhnya di bawah.


Nathan kemudian meraih kedua tangan Aleea dan menggenggamnya.


"Aku memang tidak pandai menunjukkan perasaanku padamu Aleea, tapi percayalah selama ini dan sampai detik ini aku sangat mencintaimu dan aku yakin kau juga merasakan hal yang sama sepertiku," ucap Nathan.


"Tapi terkadang sikapmu tidak menunjukkan jika kau mencintaiku," balas Aleea dengan melepaskan tangannya dari genggaman Nathan.


"Mulai sekarang aku akan berusaha untuk bersikap lebih baik dan menunjukkan bagaimana aku sangat mencintaimu," ucap Nathan.


"Bagaimana jika kita pergi berlibur hari ini?" tanya Nathan.


"Apa kau tidak pergi ke kantor?" balas Aleea bertanya.


"Tidak, aku masih memiliki cuti dan mulai bekerja besok," jawab Nathan.


"Sebenarnya nanti siang aku ingin bertemu dengan teman-temanku, aku sudah membuat janji dengan mereka untuk bertemu di kafe dan tentu saja jika kau mengizinkan," ucap Aleea.


"Tentu saja aku mengizinkanmu, aku akan mengantarmu dan....."


"Tidak perlu, aku akan pergi bersama supir, aku yakin kau pasti memiliki pekerjaan yang harus kau kerjakan, jadi aku tidak akan mengganggumu," ucap Aleea memotong ucapan Nathan.


"Baiklah jika itu maumu, hubungi aku jika kau ingin aku menjemputmu nanti," balas Nathan.

__ADS_1


Aleea hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 siang saat Aleea meninggalkan rumah bersama sopir untuk bertemu dengan teman-temannya di kafe.


Sesampainya di kafe, Aleeapun segera mencari tempat duduk dan tak lama kemudian beberapa teman-teman Aleeapun datang, teman-teman yang sengaja Evan minta untuk menemui Aleea.


Mereka mengobrol basa-basi untuk beberapa saat, kemudian teman-teman Aleea mengatakan tentang apa yang harus mereka katakan sesuai dengan perintah Evan.


"Kau sangat beruntung karena akhirnya kau benar-benar menikah dengan Nathan, jika Nathan bukan laki-laki yang baik dia pasti akan meninggalkanmu saat kau sudah melupakannya," ucap salah satu dari mereka.


"Benar sekali, tidak akan ada laki-laki yang mau menjalin hubungan dengan perempuan yang tidak mengingatnya karena pasti sangat sulit menjalani hubungan yang seperti itu," balas yang lainnya.


"Apa sejak dulu kalian mengetahui bagaimana hubunganku dengan Nathan?" tanya Aleea.


"Tentu saja, kau selalu menceritakan banyak hal pada kita, jadi kita tahu bagaimana kau dan Nathan saling mencintai."


"Meskipun hubungan kalian berdua sedikit aneh, tetapi kalian berdua berhasil membuat kita semua iri," sahut yang lain yang membuat Aleea yang mengernyitkan keningnya.


"Sedikit aneh bagaimana maksudmu?" tanya Aleea tak mengerti.


"Kalian berdua bukan pasangan yang suka mengumbar kemesraan di depan umum, Nathan juga selalu sibuk dengan pekerjaannya tetapi kau selalu memahaminya dan tidak pernah marah karena kesibukan Nathan, kalian benar-benar pasangan yang saling mengerti satu sama lain."


"Benar sekali, kalian saling mengerti dan memahami satu sama lain dengan sangat baik, benar-benar couple goals," sahut yang lain.


Setelah beberapa lama mengobrol, Aleea dan teman-temannyapun meninggalkan kafe. Aleea masuk ke dalam mobil lalu meminta Pak sopir untuk segera mengantarnya pulang.


Sepanjang perjalanan Aleea masih memikirkan semua yang dikatakan teman-temannya tentang hubungannya dengan Nathan.


"Sepertinya hilang ingatan membuat hidupku sangat kacau, aku tidak mengingat apapun bahkan aku tidak bisa mengenal diriku sendiri dengan baik," ucap Aleea dalam hati.


Aleea menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil sambil menatap jalan raya, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada hidupnya.


"Sebenarnya apa yang aku harapkan dari Nathan? dia memang selalu sibuk dengan pekerjaannya sejak dulu, bukankah dengan menikahiku sudah menunjukkan bagaimana dia mencintaiku?" batin Aleea bertanya dalam hati.

__ADS_1


Aleea menghela nafasnya panjang lalu menganggukkan kepalanya pelan.


"Sepertinya aku harus meminta maaf padanya," ucap Aleea dalam hati.


__ADS_2