
Malam semakin larut, Aleea masih menunggu kedatangan Nathan meskipun ia tau jika itu hal yang mustahil, setidaknya Nathan bisa menghubunginya jika memang Nathan tidak akan pulang malam itu.
Aleea kemudian memutuskan untuk menghubungi Evan, karena ia berpikir jika Evan juga mengikuti acara outing kantor hari itu.
"Halo Evan, maaf aku mengganggumu, apa kau bersama Nathan sekarang?" ucap Aleea sekaligus bertanya saat panggilannya pada Evan terjawab.
"Tidak Aleea, bukankah Nathan mengikuti acara outing kantor?" balas Evan.
"Iya, apa kau tidak mengikuti acara itu?"
"Tidak, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, jadi aku tidak mengikuti acara itu," jawab Evan.
"Aaahh begitu, baiklah, maaf sudah mengganggumu," ucap Aleea.
"Tunggu Aleea, apa kau menghubungiku karena kau tidak bisa menghubungi Nathan?" tanya Evan menerka.
"Mmmm.... sebenarnya aku sudah menghubunginya, tetapi yang menerima panggilanku Vina, dia mengatakan jika Nathan sedang mabuk, aku hanya mengkhawatirkannya Evan, itu kenapa aku menghubungimu, aku pikir kau sedang bersama Nathan," jelas Aleea.
"Jangan terlalu memikirkan hal itu Aleea, Nathan pasti baik-baik saja, dia pasti bisa menjaga dirinya dengan baik, kau juga tidak perlu terlalu memikirkan ucapan Vina," ucap Evan.
"Iya, aku mengerti," balas Aleea.
Setelah panggilannya berakhir, Aleeapun memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Kini sudah tidak ada harapan baginya untuk melihat pameran bunga karena sudah pasti Nathan tidak akan pulang malam itu, Sedangkan pameran bunga diadakan besok pagi.
**
Di tempat lain, Nathan memang sedang bersenang-senang bersama para pegawainya yang lain. Ada banyak jenis alkohol di hadapannya, namun Nathan hanya meminumnya sedikit karena tidak ingin membiarkan dirinya mabuk malam itu.
Karena terlalu menikmati kegiatannya disana, Nathan melupakan janjinya pada Aleea. Ia bahkan tidak menyadari jika ponselnya dibawa oleh Vina dan sudah dinonaktifkan oleh Vina.
Setelah malam yang panjang berlalu, Nathan bangun dari tidurnya dan baru menyadari jika ponselnya dalam keadaan mati.
Nathan segera mencari charger karena ia berpikir jika ponselnya lowbatt.
"Baterainya masih banyak, kenapa mati?" tanya Nathan saat ia menyadari baterai ponselnya yang masih banyak saat baru saja menyala.
Tooookkk tooookkk tooookkk
Nathan beranjak dari ranjangnya lalu membuka pintu kamarnya dan mendapati Vina yang sudah berdiri di hadapannya.
"Kau datang sangat pagi Vina, aku masih mengantuk," ucap Nathan.
"Cepat ganti pakaianmu, kita ada kegiatan pagi di taman," balas Vina.
__ADS_1
Nathan kemudian berganti pakaian, membasuh wajahnya lalu meninggalkan kamarnya untuk berkumpul bersama pegawainya yang lain.
Melihat banyak bunga di sekelilingnya, Nathan baru sadar jika ia melupakan sesuatu. Nathan kemudian segera meninggalkan barisan dan menghubungi Evan
"Halo Evan, kau dimana?" tanya Nathan setelah Evan menerima panggilannya.
"Tentu saja di rumah, kau menghubungiku pagi-pagi buta seperti ini kenapa Nathan?"
"Ini tentang Aleea, aku ingin meminta tolong padamu," jawab Nathan.
"Ada apa dengan Aleea? apa yang bisa aku lakukan?" tanya Evan.
"Kau harus menjemput Aleea dan menemaninya untuk datang ke pameran bunga, aku seharusnya pulang semalam dan menemaninya hari ini, tetapi aku lupa dan tidak mungkin jika aku pergi sekarang," jelas Nathan.
"Apa kau lupa karena terlalu mabuk?" tanya Evan
"Tidak, aku hanya lupa karena terlalu bersenang-senang disini, aku sama sekali tidak mabuk," jawab Nathan.
"Apa kau tau jika Aleea menunggumu sampai malam kemarin? dan kenapa Vina yang menerima panggilan Aleea semalam?" tanya Evan.
"Aku sama sekali tidak tahu hal itu, aku hanya bersenang-senang dengan lainnya dan tidak memperhatikan ponselku, aku baru menyadari jika ponselku mati saat aku baru bangun tidur," jelas Nathan.
"Apa Aleea menghubungimu semalam?" lanjut Nathan bertanya.
"Astaga, apa yang Vina lakukan!"
"Kau harus bersikap tegas pada Vina agar dia tidak bertindak terlalu jauh Nathan," ucap Evan.
"Iya aku mengerti, tapi kau bisa menemani Aleea bukan?"
"Jam berapa aku harus menjemputnya?" balas Evan bertanya.
"Acara dimulai pukul 8 pagi, jadi terserah kapan kau akan menjemputnya," jawab Nathan
"Oke baiklah," balas Evan.
Setelah panggilannya pada Evan berakhir, Nathan kemudian menghubungi Aleea.
"Halo Aleea, apa kau sudah bersiap?" tanya Nathan setelah Aleea menerima panggilannya.
"Bersiap untuk apa?" balas Aleea bertanya.
"Tentu saja untuk menghadiri pameran bunga yang kemarin kau katakan padaku," jawab Nathan yang membuat Aleea begitu terkejut.
__ADS_1
"Apa kita akan melihat pameran bunga sekarang? apa kau serius Nathan?" tanya Aleea penuh semangat.
"Tentu saja, cepat bersiap sekarang juga!" jawab Nathan.
"Baiklah, aku akan segera mandi dan bersiap-siap," balas Aleea.
Setelah mempersiapkan dirinya dengan baik, Aleea kemudian keluar dari kamarnya dan segera berlari kecil saat ia mendengar suara mobil yang berhenti di halaman rumah.
Saat Aleea membuka pintu, ia begitu terkejut karena melihat Evan yang berjalan ke arahnya. Seketika senyumnya memudar karena yang datang bukanlah laki-laki yang ditunggunya.
"Kenapa kau kesini pagi-pagi Evan? bukankah kau tau jika Nathan tidak di rumah?" tanya Aleea.
"Aku kesini untuk menjemputmu, bukankah kau ingin pergi ke acara pameran bunga hari ini?" balas Evan.
"Apa Nathan yang menyuruhmu?" tanya Aleea yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Evan.
"Lupakan saja Evan, aku sudah tidak ingin pergi," ucap Aleea lalu berjalan masuk ke dalam rumah, namun Evan segera menahannya.
"Kenapa Aleea? bukankah kau sangat ingin pergi ke acara itu?" tanya Evan.
"Seharusnya aku pergi bersama Nathan, bukan denganmu Evan," jawab Aleea kecewa sambil menarik tangannya dari Evan.
"Aku tau kau pasti kecewa, tapi jangan melewatkan kesempatan langka ini hanya karena kau kecewa pada Nathan, Aleea," ucap Evan.
"Pameran bunga kali ini lebih besar daripada tahun kemarin dan belum tentu juga akan ada pameran lain di tahun ini," lanjut Evan berusaha membujuk Aleea.
Aleea terdiam untuk beberapa saat, memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan, tetap pergi bersama Evan atau memilih untuk berdiam diri di rumah dengan rasa kecewanya.
"Aku pastikan kau tidak akan menyesal jika kau pergi bersamaku Aleea," ucap Evan.
Setelah beberapa saat bergulat dengan pikirannya, Aleea akhirnya memutuskan untuk tetap pergi ke acara pameran itu bersama Evan.
"Baiklah, kita pergi sekarang!" ucap Aleea yang membuat Evan tersenyum senang.
"Pilihan yang bagus!" ucap Evan lalu berjalan masuk ke mobilnya bersama Aleea.
"Apa kau pernah pergi ke acara seperti ini Evan?" tanya Aleea saat mereka dalam perjalanan.
"Saat aku masih kecil, mama selalu mengajakku untuk datang ke acara seperti ini," jawab Evan.
"Aku sama sekali tidak ingat, apakah aku pernah datang ke acara seperti ini atau tidak," ucap Aleea.
"Dan aku pastikan kau akan selalu mengingat apa yang kau lakukan hari ini," ucap Evan yang dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Aleea.
__ADS_1