Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Opening Toko Kue


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu. Tiba hari dimana Aleea dan Tika melakukan opening untuk toko kue mereka.


Sejak pagi Aleea dan Tika sudah sibuk di ruko karena mereka mengerjakan semuanya hanya berdua tanpa bantuan orang lain.


Saat tengah memastikan semuanya siap, tiba-tiba datang beberapa pick up yang membawa papan karangan bunga untuk toko kue Aleea dan Tika.


"Waaaahh siapa yang mengirim semua ini Aleea?" tanya Tika saat beberapa papan karangan bunga itu selesai ditaruh di depan ruko.


"Ada dari Evan dan teman-teman di kelas memasak kita," jawab Aleea tersenyum sambil membaca satu per satu papan karangan bunga yang bertuliskan selamat atas toko kue mereka.


Setelah Aleea dan Tika memastikan semuanya siap, merekapun membuka toko kue mereka.


Sebuah pita merah memanjang tepat di depan pintu ruko. Beberapa orang dari kelas memasak, teman-teman serta mentor dan pimpinan di kelas memasak mereka datang untuk memberi selamat.


Tika kemudian berdiri tepat di tengah pita merah yang memanjang itu dan segera mengguntingnya setelah ia mengucapkan do'anya dalam hati.


Semua yang ada disanapun bertepuk tangan, termasuk Aleea yang berada di barisan teman-temannya.


Aleea sengaja tidak ikut menggunting pita merah itu karena memang ia menyembunyikan keberadaannya sebagai bagian dari toko kue itu.


Aleea tidak ingin orang-orang yang mengenalnya sebagai istri Nathan mempermasalahkan dirinya yang memiliki toko kue kecil sedangkan suaminya adalah seorang CEO sekaligus anak pertama keluarga ternama pemilik perusahaan besar.


Tentu saja, hal itu sudah Aleea diskusikan dengan Tika dan Tika memahami hal itu tanpa banyak bertanya.


Semua yang ada disana kemudian masuk ke dalam toko kue itu, mereka disambut dengan berbagai macam roti dan kue yang ada di dalam etalase besar yang menjadi point of interest di toko kue mereka.


Selain itu, ada beberapa kursi yang mereka sediakan untuk para customer yang sedang mengantre dan beberapa wallpaper menarik yang bisa dijadikan untuk spot foto yang nantinya bisa diunggah ke sosial media.


Tak lupa Tika juga menunjukkan salah satu spot yang bisa dimanfaatkan customer mereka untuk mencicipi beberapa jenis roti dan kue yang menjadi menu utama di toko kue itu.


Aleea dan Tika sengaja membuat spot tester itu khusus pada Minggu pertama toko kue mereka buka untuk menarik pelanggan.


Karena sudah melakukan banyak promosi dalam waktu yang tidak singkat, Aleea dan Tika kini bisa melihat hasilnya.


Dalam waktu satu jam setelah mereka membuka toko kue mereka, banyak pelanggan datang membeli beberapa roti dan kue mereka.

__ADS_1


Karena membludaknya pelanggan yang tidak mereka sangka, Aleeapun segera membantu Tika untuk melayani pembeli dengan mengenakan masker dan kaca mata agar tidak ada yang mengenalinya.


Waktupun berlalu, toko kue mereka mulai terlihat longgar seiring dengan matahari yang semakin terik.


Kini hanya tersisa beberapa kue dan roti yang ada di etalase mereka. Aleea dan Tikapun mulai berkutat di bagian belakang ruko untuk membuat roti dan kue.


Sesekali Tika harus ke depan untuk melayani pembeli sedangkan Aleea harus tetap berada di belakang untuk menyelesaikan tugasnya.


Tepat pukul 2 siang, etalase besar mereka kembali terisi penuh oleh berbagai macam roti dan kue.


Menjelang sore, pelanggan kembali berdatangan untuk mengantre. Banyaknya pengunjung hari itu bukan tanpa alasan, karena dalam waktu satu Minggu setelah opening, toko kue mereka memberikan diskon yang cukup menguntungkan bagi pembeli.


Aleea dan Tika sengaja melakukan hal itu untuk menarik pembeli agar merasakan kenikmatan roti dan kue buatan mereka, dengan begitu mereka akan tetap kembali membeli meskipun tanpa diskon yang sama.


Jam sudah menunjukkan pukul 6 petang, Aleea sedang sibuk di balkon untuk mengerjakan tugasnya sebagai pengelola sosial media toko kue mereka. Sedangkan Tika, melayani pelanggan yang sesekali datang.


"Pengikut sosial media kita semakin bertambah Tika," ucap Aleea saat Tika menghampirinya.


"Benarkah? kalau begitu kita harus memanfaatkan hal itu Aleea!"


"Kau benar, kita adakan promo-promo kecil yang bisa menarik pelanggan tapi tetap memberikan keuntungan untuk kita," ucap Aleea.


Saat membawa pandangannya ke bawah, Tika melihat mobil yang terparkir di depan rukonya. Tikapun segera turun ke lantai satu.


Namun Tika hanya tersenyum tipis saat melihat Evan yang datang dengan membawa sebuah buket bunga di tangannya.


"Kau pasti mencari Aleea bukan!" ucap Tika.


"Benar, selamat untuk toko kue barumu Tika, semoga sukses dan berjalan sesuai dengan keinginanmu!" ucap Evan sambil mengulurkan tangannya pada Tika.


"Terima kasih Evan," balas Tika sambil menerima uluran tangan Evan.


"Apa Aleea ada di atas?" tanya Evan.


"Iya, dia di balkon, masuklah!" jawab Tika.

__ADS_1


Dengan penuh senyum Evan membawa langkahnya masuk lalu menaiki tangga yang membawanya ke balkon.


Dilihatnya Aleea yang tampak fokus dengan laptop di hadapannya saat itu.


"Eheemm!"


Evan berdehem yang membuat Aleea segera membawa pandangannya ke arah sumber suara. Aleea seketika beranjak dari duduknya saat melihat Evan yang sudah berdiri di belakangnya.


"Evan!"


Evanpun membawa langkahnya mendekat pada Aleea.


"Selamat Aleea, semoga semuanya berjalan dengan baik sesuai dengan harapanmu," ucap Evan sambil memberikan buket bunganya pada Aleea.


"Terima kasih Evan," ucap Aleea sambil menerima buket bunga pemberian Evan.


"Apa aku boleh memelukmu? sebagai ucapan selamat!" tanya Evan yang membuat Aleea tersenyum lalu membawa dirinya mendekat pada Evan.


"Sekali lagi selamat Aleea, kau harus selalu ingat jika aku akan selalu ada untukmu, jadi jangan pernah ragu untuk meminta tolong padaku," ucap Evan sambil memeluk Aleea dengan erat.


"Terima kasih banyak Evan, aku tidak tahu bagaimana aku akan menjalani hidupku tanpa kau Evan, terima kasih karena selalu ada untukku," balas Aleea yang juga membawa kedua tangannya memeluk Evan.


"Maaf aku terlambat datang, banyak pekerjaan di kantor yang tidak bisa aku tinggalkan hari ini," ucap Evan sambil melepaskan Aleea dari pelukannya.


"Melihatmu disini saja sudah membuatku sangat senang Evan, entah harus dengan cara seperti apa aku berterima kasih padamu," balas Aleea.


"Dengan senyuman dan kebahagiaan," ucap Evan.


Aleeapun tersenyum mendengar ucapan Evan. Entah kenapa Aleea merasa lebih nyaman saat bersama Evan daripada saat ia bersama Nathan.


"Apa kau sedang sibuk? apa aku mengganggu?" tanya Evan dengan membawa pandangannya ke arah laptop yang ada di meja.


"Aku sudah menunggumu sejak tadi, jadi mana mungkin kau menggangguku!" balas Aleea.


"Aku hanya sedang mempersiapkan promosi baru untuk Minggu depan dan memposting beberapa konten di sosial media," lanjut Aleea.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau akan semakin sibuk Aleea, tetaplah menjaga kesehatanmu!" ucap Evan yang dibalas anggukan kepala oleh Aleea.


Malam semakin larut, Aleea dan Tika sudah menutup ruko mereka. Tikapun meninggalkan ruko, sedangkan Aleea meninggalkan ruko bersama Evan.


__ADS_2