Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Kelas Memasak (2)


__ADS_3

Hari telah berganti. Pagi itu Aleea dan Nathan berada di meja makan untuk menikmati sarapan mereka berdua.


"Apa kau akan mendaftar kelas memasak hari ini?" tanya Nathan pada Aleea.


"Iya," jawab Aleea penuh senyum.


"Sepertinya kau bersemangat sekali, kau bahkan banyak tersenyum sejak tadi," ucap Nathan.


"Tentu saja, ini adalah kegiatan pertama yang aku lakukan di luar rumah," balas Aleea.


"Pukul berapa kau akan berangkat?" tanya Nathan.


"Pukul 9, jika aku sudah bisa mengikuti kelas hari ini, aku akan pulang pukul 12 siang," jawab Aleea.


"Ingat Aleea, kau hanya bisa pergi bersama supir, berangkat dan pulang bersama supir!" ucap Nathan mengingatkan.


"Iya aku tau," balas Aleea.


"Aku melakukan hal ini hanya untuk menjagamu Aleea, aku tidak ingin hal buruk terjadi lagi padamu, kau mengerti maksudku bukan?"


"Iya aku mengerti, aku hanya akan pergi bersama supir atas izinmu," balas Aleea.


"Good girl," ucap Nathan sambil menepuk pelan kepala Aleea setelah ia beranjak dari duduknya.


"Nathan!" panggil Aleea sebelum Nathan keluar dari rumah.


Nathan hanya membalikkan badannya saat Aleea memanggilnya. Dengan tersenyum Aleea membawa langkahnya pada Nathan lalu memeluk Nathan dengan erat.


"Aku masih tidak mengingat apapun tentang hubungan kita, tapi aku rasa berpelukan seperti ini bukan hal yang berlebihan untuk pasangan yang sudah menikah, apa kau keberatan aku melakukan hal ini?" ucap Aleea sekaligus bertanya.


"Tidak..... aku sama sekali tidak keberatan," jawab Nathan yang berusaha mengendalikan kegugupannya.


"Lalu kenapa kau tidak membalas pelukanku, Nathan?" tanya Aleea dengan mendongkakkan kepalanya.


Nathan yang masih guguppun segera membalas pelukan Aleea dengan berusaha mengalihkan pandangannya dari Aleea.


"Aku harus berangkat ke kantor Aleea," ucap Nathan sambil melepaskan Aleea dari pelukannya lalu berjalan pergi begitu saja.


Aleea hanya tersenyum tipis menatap Nathan yang pergi meninggalkannya.


"Seperti ini lebih baik, mungkin hubungan kita memang seperti ini sejak dulu, aku saja yang tidak mengingatnya dan terlalu menuntut banyak hal darimu," ucap Aleea dengan menghela nafasnya lalu mulai menyibukkan dirinya dengan tanaman dan bunga-bunga miliknya.


Saat sedang menyiram bunga-bunga miliknya, Aleea kembali teringat tentang pesan Evan padanya.


"Aku harus datang ke acara opening itu, tapi bagaimana jika Nathan tidak memiliki waktu untukku? apa dia akan mengizinkanku untuk pergi bersama supir?" batin Aleea bertanya dalam hati.

__ADS_1


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Ponsel Aleea berdering, sebuah pesan masuk dari Evan.


"Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah saat pagi hari dan aku tau kau sedang melakukannya sekarang, benar bukan?"


Aleea tersenyum membaca pesan dari Evan lalu segera membalasnya.


"Benar sekali."


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Sebuah pesan kembali masuk dari Evan.


"Apa kau tau kenapa waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah saat pagi?"


Dengan cepat Aleea membalasnya.


"Tidak, aku hanya merasa terbiasa melakukannya saja."


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


"Karena ketika kau menyiramnya saat pagi, air akan lebih banyak masuk ke dalam tanah sampai akar tanaman tanpa takut air menguap ke udara, menyiramnya saat pagi juga membuat air tersimpan dalam tanaman sepanjang hari."


Aleea menganggukkan kepalanya pelan saat membaca pesan Evan, ia masih merasa kagum pada Evan yang memiliki banyak pengetahuan tentang tanaman.


"Kau bisa menanyakan apapun padaku Aleea, aku akan membantu apapun masalahmu," balas Evan dengan cepat.


**


Di tempat lain, Nathan yang baru saja sampai di kantor hanya terdiam dengan pandangannya menatap Evan yang tampak tersenyum dengan memandangi ponselnya.


"Apa kau sedang jatuh cinta? atau kau sudah mulai gila?" tanya Nathan yang membuat Evan begitu terkejut dan segera menaruh ponselnya di atas meja.


"Pergilah, kau menggangguku," ucap Evan lalu mulai fokus dengan komputer di hadapannya.


Nathan hanya tersenyum tipis lalu membawa langkahnya ke ruangannya.


"Selamat pagi Nathan," sapa Vina yang sudah masuk ke ruangan Nathan saat Nathan baru saja duduk di kursi kerjanya.


"Pagi Vina, apa kau sudah menyelesaikan laporan yang ku minta semalam?"


"Tentu saja sudah, kau bisa memeriksanya," jawab Vina sambil memberikan sebuah map pada Nathan.


"Hasil kerjamu memang tidak pernah mengecewakan," ucap Nathan sambil memeriksa laporan yang Vina berikan padanya.

__ADS_1


"Aku memang selalu berusaha melakukan yang terbaik," balas Vina dengan penuh senyum.


"Aaahh ya, apa kau tau tentang acara outing yang sedang direncakan divisi pemasaran?" lanjut Vina bertanya.


"Iya aku tau," jawab Nathan.


"Kau akan mengikutinya bukan?" tanya Vina.


"Aku tidak punya waktu untuk melakukan hal tidak penting seperti itu Vina," jawab Nathan.


"Tapi itu diadakan saat weekend Nathan, hanya dua hari," ucap Vina.


"Aku tau dan aku sama sekali tidak tertarik, kau bisa mengikutinya jika kau mau," balas Nathan.


Vina menghela nafasnya lalu membawa langkahnya mendekat pada Nathan.


"Kau harus ikut Nathan, selama ini divisi pemasaran selalu memberikan hasil yang sesuai dengan keinginanmu, anggap saja keikusertaanmu sebagai bentuk terima kasih atas kerja keras mereka," ucap Vina.


"Itu memang tugas mereka Vina, untuk apa aku..."


"Ayolah Nathan, tunjukkan pada mereka bahwa kau adalah atasan terbaik mereka, bukankah tahun depan akan ada pembaharuan kepemimpinan? pastikan semua yang ada disini ada di pihakmu agar Pak Kalandra tidak menggantikan posisimu," ucap Vina memotong ucapan Nathan.


Nathan terdiam untuk beberapa saat, memikirkan apa yang baru saja Vina katakan padanya.


"Vina benar, aku harus bisa menunjukkan pada mereka semua bahwa aku adalah pimpinan terbaik disini, aku harus membuat mereka berada di pihakku agar papa yakin untuk memberikan perusahaan ini padaku," ucap Nathan dalam hati.


"Baiklah, aku akan memikirkannya lagi nanti," ucap Nathan pada Vina.


"Oke," balas Vina lalu keluar dari ruangan Nathan.


Dalam hatinya Vina bersorak senang karena merasa berhasil membuat Nathan mengikuti permintaannya.


**


Jam sudah menunjukkan pukul 9 saat Aleea sudah keluar dari rumah bersama supir untuk mendaftar kelas memasak.


Sesampainya di tempat, Aleea terkejut karena namanya sudah terdaftar disana dan hari itu dia sudah bisa memulai untuk mengikuti kelas memasak pertamanya.


Aleeapun bersemangat untuk mempelajari banyak hal baru disana, ia juga berkenalan dengan beberapa teman baru disana.


Tepat pukul 12 siang, Aleea sudah menyelesaikan kelas memasaknya dan segera pulang ke rumah sesuai dengan perintah Nathan.


Dengan penuh senyum Aleea mengirim pesan pada Nathan.


"Terima kasih karena sudah mendaftarkan namaku di kelas memasak, aku sudah bisa mengikuti pelajaran pertama hari ini karena namaku sudah terdaftar, jika tidak aku harus kembali pulang untuk menunggu pendaftaranku diterima."

__ADS_1


Di tempat lain, Nathan hanya mengernyitkan keningnya saat ia membaca pesan Aleea karena ia sama sekali tidak merasa jika dirinya mendaftarkan nama Aleea di kelas memasak itu.


__ADS_2