Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Hubungan yang Hambar


__ADS_3

Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan 1 siang saat Nathan baru saja selesai menemui kliennya bersama Vina.


Nathan kemudian mengajak Vina untuk makan siang di restoran yang berada tidak jauh dari tempat mereka melakukan meeting.


"Aku sudah mencari tau beberapa hotel yang ada disini, kita....."


"Kita akan pulang setelah makan siang, jadi tidak perlu memesan hotel," ucap Nathan memotong ucapan Vina.


"Pulang? apa kau serius?" tanya Vina tak percaya.


"Tentu saja, kita kesini hanya untuk pekerjaan dan pekerjaan kita sudah selesai, jadi kita harus segera pulang," jawab Nathan.


"Tidak biasanya kau seperti ini Nathan, setidaknya kita bermalam disini dan kembali besok pagi," ucap Vina.


"Aku sudah merasa bersalah karena lupa memberi tahu Aleea jika aku harus pergi ke luar kota hari ini, jadi aku harus segera pulang setelah aku menyelesaikan pekerjaanku disini," balas Nathan.


"Tapi......"


"Tidak masalah jika kau ingin tetap disini, aku akan pulang sendiri," ucap Nathan memotong ucapan Vina lalu menyeruput minumannya dan memanggil waiters untuk membayar makanannya.


Vina hanya mendengus kesal dengan sikap Nathan yang sudah berubah. Sejak dulu Nathan selalu menyempatkan waktunya untuk sekedar berjalan-jalan dengannya jika mereka melakukan pekerjaan di luar kota.


Namun hari itu, Nathan harus segera kembali pulang dan tentu saja itu membuat Vina sangat kesal.


Vina semakin dibuat kesal karena Nathan yang beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja, Vinapun segera berjalan cepat mengikuti Nathan.


"Kau menyebalkan sekali!" ucap Vina kesal saat ia sudah duduk di dalam mobil.


Nathan hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun lalu mengendarai mobilnya pergi dari restoran itu.


Setelah hampir 2 jam dalam perjalanan, Nathan sampai di tempat tinggal Vina. Ia segera melanjutkan perjalannya pulang ke rumah, namun sebelum itu Nathan memutuskan untuk membeli sebuah kalung yang akan ia berikan pada Aleea.


Nathan berharap kalung itu bisa membuat suasana hati Aleea membaik karena ia tau jika Aleea sedang kesal padanya saat dia tiba-tiba pergi bersama Vina.


Waktu berlalu, Nathan sampai di rumahnya saat matahari sudah hampir tenggelam. Nathan segera membawa langkahnya ke kamar Aleea, mengetuk pintunya beberapa kali hingga akhirnya Aleea membuka pintu kamarnya.


Aleea hanya diam tanpa mengatakan apapun lalu kembali melanjutkan kegiatannya membaca buku di atas ranjangnya, tidak mempedulikan Nathan yang berdiri di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


"Apa kau masih marah padaku?" tanya Nathan dengan membawa langkahnya masuk ke kamar Aleea.


Aleea hanya menggelengkan kepalanya dengan pandangannya yang fokus membaca buku di tangannya.


Nathan kemudian mengambil kalung yang baru saja dibelinya lalu memperlihatkannya tepat di depan wajah Aleea.


Meskipun sedikit terkejut, namun Aleea tetap diam. Nathan kemudian memakaikan kalung itu di leher Aleea.


"Apa kau memberikan kalung ini padaku agar aku tidak marah?" tanya Aleea.


"Ini adalah bentuk permintaan maafku Aleea," jawab Nathan.


"Kau tidak perlu menghabiskan uangmu hanya untuk meminta maaf padaku," ucap Aleea.


"Apa kau tidak menyukai kalungnya?" tanya Nathan.


"Ini bukan tentang kalung, tapi tentang sikapmu!" balas Aleea.


Nathan menghela nafasnya panjang lalu duduk di hadapan Aleea. Nathan mengambil buku dari tangan Aleea lalu meraih kedua tangan Aleea dan menggenggamnya.


"Aku minta maaf Aleea, aku janji hal seperti ini tidak akan terulang lagi," ucap Nathan dengan menatap kedua mata Aleea.


"Aku sangat lelah Aleea, kita akan bicara lagi nanti malam," ucap Nathan lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Aleea.


Setelah Nathan keluar, Aleea segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya rapat-rapat. Ia begitu kesal melihat sikap Nathan.


"Aku yakin ada sesuatu yang tidak aku tau tentang hubunganku dengan Nathan, melihat sikapnya yang seperti ini rasanya tidak mungkin jika aku memutuskan untuk menikah dengannya," ucap Aleea dalam hati.


Aleea menghela nafasnya panjang lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang.


"Apa mungkin sebenarnya aku tidak mencintainya?" tanya Aleea pada dirinya sendiri.


Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam saat Nathan mengetuk pintu kamar Aleea.


Aleea kemudian membuka pintu kamarnya dan mendapati Nathan yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Bibi sudah menyiapkan makan malam," ucap Nathan.

__ADS_1


Aleea kemudian keluar dari kamarnya lalu berjalan ke arah meja makan bersama Nathan.


Aleea dan Nathan menikmati makan malam mereka dengan hening, tidak ada percakapan ataupun sekedar obrolan singkat antara mereka berdua.


Nathan yang memang tidak memiliki pengalaman apapun tentang perempuan, tidak tahu harus bersikap seperti apa saat itu.


Ia berpikir Aleea akan memaafkannya hanya dengan kalung mahal yang ia berikan pada Aleea. Namun ternyata Nathan salah, Aleea masih diam mengabaikannya.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Aleea beranjak dari duduknya untuk pergi ke kamarnya, namun Nathan segera menahan tangan Aleea.


"Aleea, berhentilah bersikap seperti ini padaku, apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku?" ucap Nathan sekaligus bertanya.


"Apa aku boleh berkata jujur padamu?" balas Aleea bertanya.


"Tentu saja boleh," jawab Nathan.


Aleea kemudian membawa dirinya duduk di sofa yang ada di ruang tengah, diikuti oleh Nathan yang kemudian duduk di samping Aleea.


"Aku masih tidak mengingat apapun tentang masa laluku Nathan, tapi sampai sekarang aku masih tidak mengerti dengan hubungan kita, aku bahkan tidak tau apakah dulu aku mencintai atau tidak," ucap Aleea.


"Aku tau kau mencintaiku Aleea, kita saling mencintai dan....."


"Bagaimana jika ternyata aku tidak benar-benar mencintaimu?" tanya Aleea memotong ucapan Nathan.


"Apa maksudmu Aleea? kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?"


"Terkadang aku merasa hubungan kita berdua sangat hambar Nathan, kau memang baik walaupun terkadang kau mengabaikanku dan aku sama sekali tidak bisa merasakan apapun saat aku bersamamu, aku seperti..... bersama orang asing yang tidak aku kenal," jelas Aleea.


"Aleea....."


"Apa sebaiknya kita akhiri saja semua ini?" tanya Aleea yang membuat Nathan begitu terkejut.


"Apa maksudmu Aleea? kenapa kau tiba-tiba ingin mengakhiri hubungan kita? aku tau kau sudah kehilangan semua ingatanmu, tapi mengakhiri hubungan kita bukanlah solusi yang tepat Aleea!"


"Bagaimana jika ternyata selama ini aku tidak benar-benar mencintaimu Nathan? bagaimana jika selama ini aku hanya memanfaatkanmu untuk membantuku keluar dari semua masalahku? bukankah itu juga tidak adil untukmu?" tanya Aleea.


"Aku tidak peduli jika kau hanya memanfaatkanku, yang aku tau kita saling mencintai dan bersepakat untuk menikah, jadi apapun yang terjadi kita akan tetap menjalani hubungan kita sesuai dengan kesepakatan kita," ucap Nathan dengan penuh ketegasan lalu berjalan pergi begitu saja.

__ADS_1


Aleea hanya menghela nafasnya panjang lalu beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke kamarnya.


__ADS_2