Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Keputusan Vina


__ADS_3

Hari berganti. Tidak seperti biasanya, pagi itu Vina begitu malas untuk pergi ke kantor. Sesampainya di kantor, ia hanya duduk di tempat kerjanya dengan memperhatikan sebuah amplop yang sedari tadi ia pegang.


"Apa aku sudah melakukan hal yang benar?" batin Vina dalam hati.


Setelah beberapa lama duduk di tempatnya, Vina kemudian beranjak saat ia melihat Nathan yang berjalan memasuki ruangannya.


Vina segera membawa langkahnya mengikuti Nathan, mengetuk pintu sebelum akhirnya masuk ke ruangan Nathan.


Tanpa mengatakan apapun Vina menaruh amplop yang sejak tadi ia pegang di meja kerja Nathan.


"Apa ini?" tanya Nathan mengambil amplop itu lalu membukanya.


Nathan mengambil isi amplop itu dan membacanya meskipun Vina belum menjawab pertanyaannya.


Seketika Nathan begitu terkejut dan segera membawa pandangannya pada Vina.


"Apa-apaan ini Vina? kau pasti bercanda bukan?" tanya Nathan.


"Tidak, kau hanya perlu menandatanganinya," jawab Vina.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba kau memutuskan resign Vina? ada apa? apa ada yang salah?" tanya Nathan.


"Ini tidak tiba-tiba Nathan, aku sudah memikirkannya baik-baik, aku sudah....."


"Tidak, aku tidak akan menandatanganinya," ucap Nathan memotong ucapan Vina.


"Atas dasar apa kau tidak menandatanganinya Nathan? aku akan menyelesaikan tanggung jawabku sebelum aku meninggalkan kantor ini, jadi kau tidak perlu khawatir!"


Nathan menghela nafasnya panjang lalu beranjak dari duduknya dan membawa langkahnya mendekat pada Vina.


"Katakan padaku apa yang kau inginkan Vina? kenaikan gaji? cuti? atau ada hal lain yang bisa aku lakukan untuk membuatmu tetap berada disini?" tanya Nathan dengan memegang kedua bahu Vina.


"Tidak Nathan, bukan itu yang aku inginkan," jawab Vina sambil melepaskan kedua tangan Nathan dari bahunya.


Vina hanya diam tanpa mengatakan apapun. Sejak Nathan menikah, Vina memang merasa begitu kesal dengan keberadaan Aleea yang tiba-tiba muncul yang dianggap mengganggu usahanya untuk mendekati Nathan.


"Aku tau kita memang sangat dekat Vina, kedekatan antara kau dan aku memang berbeda dengan pegawai lain, tapi bukan berarti kau bisa....."


"Aku tau Nathan, aku tau itu memang salahku," ucap Vina memotong ucapan Nathan.

__ADS_1


"Jadi benar kau mengajukan resign karena hal itu?" tanya Nathan.


"Tidak, ada hal lain yang aku pertimbangkan, aku harap kau bisa menghargai keputusanku," jawab Vina lalu berjalan keluar dari ruangan Nathan begitu saja.


Sedangkan Nathan hanya menghela nafasnya kesal dengan sikap Vina yang tiba-tiba berubah.


Sepanjang hari Nathan dan Vina terlihat seperti sedang perang dingin. Mereka tetap melakukan pekerjaan mereka dengan baik, namun dengan komunikasi yang terbatas.


Keputusan Vina yang tiba-tiba mengajukan resign tentu saja membuat Nathan terkejut dan tidak bisa menerimanya begitu saja.


Sampai Nathan tiba di rumahnya, ia hanya memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Vina tetap bekerja dengannya.


Tooookkk tooookkk tooookkk


Aleea mengetuk pintu ruang kerja Nathan lalu membukanya sedikit karena tidak ingin mengganggu Nathan.


"Makan malam sudah siap," ucap Aleea dari celah pintu yang sedikit terbuka.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan ruang kerjanya dan berjalan ke arah meja makan bersama Aleea.

__ADS_1


"Ini adalah menu baru yang aku pelajari di kelas memasak, kau harus mencobanya," ucap Aleea sambil menuangkan masakannya ke atas piring Nathan.


Sambil menikmati makan malamnya, Aleea menceritakan banyak hal pada Nathan, namun Nathan sama sekali tidak mendengarkannya karena ia masih memikirkan cara untuk merubah keputusan Vina yang ingin meninggalkan kantor.


__ADS_2