
Hari-hari telah berlalu setelah lebih dari satu minggu berada di luar pulau, Tika akhirnya kembali dan mulai fokus dengan kegiatannya di ruko bersama Aleea.
Mereka kemudian melanjutkan rencana mereka untuk memperluas ruko mereka dengan membuatnya menjadi sebuah kafe yang juga menjual berbagai macam minuman.
Dengan bantuan Evan, Aleea dan Tika berhasil memperluas toko kue mereka yang berubah menjadi sebuah kafe sesuai dengan rencana yang sudah mereka sepakati.
Kini tidak hanya ada Aleea dan Tika, tetapi ada beberapa pegawai yang bekerja di kafe itu.
Aleea dan Tika sebagai pemilik kafe itu masih menghabiskan sebagian besar waktu mereka di kafe, mereka ingin memastikan kafe mereka berjalan sesuai dengan apa yang mereka berdua inginkan.
Selain itu, untuk produksi roti, kue dan pastry, Aleea dan Tika masih melakukannya sendiri. Mereka belum yakin untuk membagikan resep mereka pada pegawai mereka yang bekerja di kafe.
Meskipun kafe mereka bukanlah kafe yang besar tetapi pengunjung kafe mereka cukup banyak setiap harinya.
Hingga suatu hari, saat Aleea sedang berada di kafe bersama Tika, Aleea melihat seseorang yang dikenalnya sedang duduk di salah satu bangku yang ada di kafenya bersama seorang laki-laki yang tidak terlihat wajahnya oleh Aleea.
Seseorang itu adalah Rania, dia sedang berada di kafe itu bersama seseorang yang baru saja datang dari luar negeri.
Karena kafe itu sedang ramai dibicarakan di sosial media, Rania memilih kafe itu sebagai tempatnya bertemu dengan laki-laki yang dulu pernah banyak menghabiskan waktu dengannya.
Di sisi lain, saat Aleea berniat untuk menghindar agar Rania tidak melihat keberadaannya, Tika tiba-tiba tidak memanggil Aleea.
Rania yang mendengar nama Aleea, seketika membawa pandangannya ke arah sumber suara dan mendapati Aleea yang sedang berdiri di bagian belakang meja kasir.
"Kak Aleea!" ucap Rania yang terkejut dengan keberadaan Aleea di sana.
Rania pun segera beranjak dari duduknya dan menarik tangan laki-laki di hadapannya.
"Sepertinya kita harus pergi dari sini," ucap Rania namun teman laki-lakinya seolah enggan untuk beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Siapa yang baru saja kau sebut Rania? apa aku salah mendengarnya?" tanya laki-laki itu sambil membawa pandangannya ke arah Rania menatap beberapa saat yang lalu, namun tidak mendapati siapapun di sana selain seorang kasir.
"Tidak, aku hanya melihat temanku tapi sepertinya aku salah mengenalinya, lebih baik kita pergi ke tempat lain saja, aku merasa tidak nyaman berada di sini," balas Rania beralasan sambil membawa langkahnya segera pergi, berharap teman laki-lakinya itu akan segera mengikutinya.
Bryan yang saat itu sedang bersama Rania memutuskan untuk mengikuti langkah Rania keluar dari kafe, meskipun sebenarnya ia tidak mengerti alasan Rania yang tiba-tiba ingin pergi dari kafe itu, apalagi setelah Bryan mendengar Rania menyebutkan nama Aleea.
"Jelas tadi dia menyebut nama Aleea, apa Aleea yang dimaksudnya sama dengan Aleea yang aku kenal?" batin Bryan bertanya dalam hati sambil membawa langkahnya berjalan keluar mengikuti Rania.
Saat baru saja mereka keluar dari pintu kafe, bersamaan dengan itu Evan datang dan menahan tangan Rania.
"Rania, kau di sini bersama siapa?" tanya Evan.
"Rania bersama teman Rania kak," jawab Rania sambil membawa pandangannya pada Bryan yang berdiri di belakangnya.
"Kenapa kalian terlihat buru-buru sekali?" tanya Evan yang beberapa saat lalu melihat Rania tampak berlari kecil.
"Rania harus pergi, Rania akan menghubungi kakak nanti," ucap Rania sambil menarik tangannya dari Evan lalu berlari ke arah Bryan memarkirkan mobilnya.
"Sepertinya aku pernah melihat laki-laki itu, tapi di mana?" batin Evan bertanya dalam hati.
"Aahh ya Aleea, apa Rania bertemu Aleea disini?" tanya Evan sambil membawa pandangannya ke arah dalam kafe.
Evan kemudian membawa langkahnya masuk dan mencari keberadaan Aleea lalu menanyakan pada Aleea tentang keberadaan Rania di sana.
"Iya aku melihatnya, sepertinya dia sedang bersama teman laki-lakinya," ucap Aleea pada Evan.
"Apa dia mengatakan sesuatu padamu?" tanya Evan.
"Tidak justru aku sedikit heran karena dia tiba-tiba pergi setelah dia melihatku di sini," jawab Aleea.
__ADS_1
"Aku tadi juga melihatnya terburu-buru keluar dari kafe, tapi kenapa? bukankah Rania biasanya selalu penuh dengan pertanyaan, dia pasti akan menanyakan banyak hal padamu jika dia melihatmu di sini,* ucap Evan.
"Aku juga tidak mengerti, tapi aku sudah siap jika dia akan menanyakan banyak hal padaku, seperti yang sebelumnya terjadi aku akan mengatakan padanya jika aku berada di sini hanya untuk membantu Tika," ucap Aleea yang dibalas anggukan kepala oleh Evan.
Di tempat lain, Rania sedang berada di dalam mobil bersama Bryan yang sedang mengendarai mobilnya di jalan raya.
"Sebenarnya kenapa kau tiba-tiba meminta pergi? bukankah kau yang ingin datang ke kafe itu?" tanya Bryan pada Rania.
"Bukankah kau tahu mood perempuan memang suka berubah-ubah?" balas Rania yang tidak menjawab dengan pasti pertanyaan Bryan.
"Aku tadi mendengarmu menyebut nama Aleea, nama itu sangat tidak asing untukku Rania, kau pasti tahu itu!" ucap Bryan.
"Kau hanya salah mendengarnya Bryan, aku......."
"Siapapun nama yang kau sebut tadi, jika kau mengetahui apapun tentang Aleea yang aku maksud tolong beritahu aku, kau pasti tahu bukan siapa Aleea yang aku maksud!" ucap Bryan memotong ucapan Rania.
"Apa kau pulang karena untuk mencari Aleea?" tanya Rania yang dibalas anggukan kepala oleh Bryan.
"Kenapa? bukankah kau sendiri yang mencampakkannya?" tanya Rania.
"Aku menyesal karena sudah melakukan hal bodoh itu, seharusnya aku tidak menyakitinya apalagi mencampakkannya," jawab Bryan.
"Apa hubungan kita dulu juga merupakan penyesalan bagimu?" tanya Rania.
"Maafkan aku Rania, aku tidak bermaksud untuk mempermainkan perasaanmu, aku hanya sedang bosan karena hubunganku dengan Aleea yang tidak berjalan dengan baik dan tanpa sadar aku melampiaskan kebosananku padamu," jelas Bryan
"Kau laki-laki yang sangat jahat Bryan, sepertinya Aleea pantas mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik daripada laki-laki sepertimu," ucap Rania.
"Kau benar, aku memang laki-laki yang jahat dan sekarang aku ingin menebus semua kesalahanku padanya, itu kenapa aku berada di sini, sekarang aku benar-benar ingin memperbaiki semuanya dan memulai hubungan yang baru dengannya," balas Bryan.
__ADS_1
"Kau terlambat Bryan, kak Aleea sekarang sudah bahagia dengan kehidupan barunya, dia bahkan sudah melupakan semua hal tentangmu bahkan tentang hubungan kalian berdua di masa lalu," ucap Rania dalam hati.