Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Panggilan Tika


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, semakin lama Nathan semakin menunjukkan perhatiannya pada Aleea. Demi membuat keinginannya tercapai, Nathan memaksakan dirinya untuk bisa mendekati Aleea dan membuat Aleea jatuh cinta padanya.


Sedangkan di sisi lain, Aleea yang merasa aneh dengan sikap Nathan memilih untuk tetap mengabaikan Nathan.


Aleea tidak peduli dengan apapun yang Nathan katakan dan lakukan selama hal itu tidak mengganggunya, yang terpenting baginya adalah bisnis yang dijalaninya dengan Tika bisa berjalan lancar tanpa sepengetahuan Nathan.


Pagi itu, seperti biasa Aleea bangun pagi dan membuat jus di dapur lalu meminumnya di ruang tengah sembari memeriksa laporan keuangan toko kuenya.


Tak lama kemudian Nathan datang dan duduk di samping Aleea, membuat Aleea segera menutup laptopnya lalu menyeruput minumannya sampai habis.


"Kau selalu saja menghindar setiap aku mendekatimu!" gerutu Nathan saat Aleea sudah beranjak dari duduknya.


"Aku tidak menghindar," balas Aleea lalu berjalan ke dapur untuk menaruh gelasnya kemudian menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


"Apa yang sebenarnya dia lakukan? dia selalu terlihat sibuk dengan laptopnya!" batin Nathan bertanya dalam hati.


Tak lama kemudian Nathan melihat Aleea menuruni tangga, iapun segera beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah Aleea.


"Kau mau kemana? aku akan mengantarmu!" tanya Nathan.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri," jawab Aleea.


"Kenapa harus pergi sendiri? kau memiliki suami yang siap mengantarmu kemanapun Aleea!"


Mendengar ucapan Nathan, Aleea menghentikan langkahnya lalu membawa pandangannya pada Nathan.


"Coba hitung berapa kali kau mengantarku pergi setelah kita menikah! satu kali? dua kali? kau selalu meminta Evan untuk menggantikanmu Nathan, apa kau lupa?"


"Itu dulu Aleea, aku......"


"Bagiku sekarang dan dulu tidak ada bedanya, kau sendiri yang membuatku belajar untuk menjalani hidupku tanpamu, toh aku sama sekali tidak mengingat hubungan kita di masa lalu!" ucap Aleea memotong ucapan Nathan.


"Kau mengingatnya Aleea, kau ingat saat kau mempertaruhkan hidupmu hanya demi sebuah cincin, kecelakaan itu tidak akan terjadi jika kau tidak benar-benar mencintaiku!" ucap Nathan setengah berteriak.


Aleea yang mendengar hal itu memilih untuk mengabaikannya. Aleea mempercepat langkahnya lalu segera masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya.


Beberapa lama dalam perjalanan, Aleea hanya terdiam, memikirkan apa yang baru saja Nathan katakan padanya.


"Kenapa aku dulu melakukan hal sebodoh itu? apa benar karena aku sangat mencintainya?" batin Aleea bertanya dalam hati.

__ADS_1


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Aleeapun sampai di sebuah kafe, tempat ia bertemu dengan Evan.


Hari itu, ia dan Evan memang sudah berencana untuk bertemu, tidak hanya berdua tapi juga bersama Tika.


Mereka akan membicarakan tentang toko kue Aleea dan Tika yang sudah semakin stabil.


Aleea dan Tika berniat untuk memperbesar toko kue mereka dengan membuatnya seperti sebuah kafe yang juga menjual berbagai macam minuman.


"Pagi Evan, apa kau sudah menunggu lama?" tanya Aleea saat ia baru saja tiba di meja Evan.


"Baru saja, duduklah," balas Evan.


Aleeapun duduk di depan Evan dan tak lama kemudian ponselnya berdering, sebuah panggilan masuk dari Tika.


"Halo Tika, kau dimana?" tanya Aleea setelah ia menerima panggilan Tika.


"Maaf Aleea aku tidak bisa datang, ada masalah serius yang mengharuskanku pulang ke rumah orang tuaku, aku benar-benar minta maaf," ucap Tika yang terdengar panik dan panggilanpun berakhir begitu saja.


Aleea seketika membawa pandangannya pada Evan setelah Tika mengakhiri panggilannya begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2