
Untuk beberapa saat Aleea dan Nathan hanya saling diam tanpa mengobrol sama sekali. Mereka sama-sama canggung setelah obrolan mereka di ruang medis beberapa saat yang lalu.
Meskipun Nathan juga menantu Aleea melayani pelanggan, tetapi Nathan sama sekali tidak membahas tentang apa yang ia katakan pada Aleea beberapa saat yang lalu, membuat Aleea berpikir jika Nathan tidak benar-benar serius dengan ucapannya.
"Dia pasti tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya tadi, menyebalkan sekali!" batin Aleea dalam hati.
Meskipun berusaha untuk tidak memikirkan ucapan Nathan, tetapi dalam hatinya ia tidak bisa melupakan semua yang Nathan ucapkan padanya.
Setelah beberapa lama berlalu, akhirnya Tika datang. Aleeapun segera membantu Tika membawa beberapa jenis pastry dan meletakkannya di dalam etalase.
Jam-jam berganti, matahari yang terik sudah kembali ke peraduannya, malam datang bersama cahaya bulan dan bintang yang saling menerangi.
Seperti dugaan Aleea, malam itu pengunjung bazar semakin banyak. Aleea, Tika dan Nathan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing karena sebelumnya Aleea sudah membagi tugas agar mereka bisa cepat melayani pelanggan yang datang.
Tepat pukul 10 malam, semua kue, roti dan pastry habis tak bersisa, termasuk beberapa jenis minuman dingin yang khusus mereka jual hari itu.
Aleea dan Tika merasa lega karena bisa menyelesaikan bazar hari itu dengan sangat baik, bahkan stand mereka harus tutup lebih dulu sebelum jam bazar selesai karena stok mereka yang sudah habis.
__ADS_1
Mereka bertiga kemudian membereskan tenda stand mereka, membawa beberapa barang ke dalam mobil Aleea dan Nathan lalu sama-sama mengendarai mobil mereka ke arah ruko.
Sesampainya di ruko, mereka masih harus membereskan barang-barang mereka di dalam toko hingga jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, mereka baru bisa duduk dan berisitirahat.
"Aaaaahhh akhirnya semuanya selesai, benar-benar sangat melelahkan!" ucap Tika yang baru saja duduk di samping Aleea.
"Melelahkan dan menyenangkan bukan?" tanya Aleea yang dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Tika.
"Aku tidak menyangka semuanya habis lebih cepat dari dugaan kita, itu berkat promosi yang kau......"
"Terima kasih banyak sudah membantuku Aleea, aku juga sangat berterima kasih padamu Nathan, keberadaanmu benar-benar sangat membantu," ucap Tika.
Nathan hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa mengatakan apapun.
"Lebih baik kita pulang sekarang, ini sudah sangat malam!" ucap Tika.
Aleea, Tika dan Nathan kemudian meninggalkan ruko. Aleea masuk ke dalam mobil bersama Nathan setelah Tika mengendarai mobilnya pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja, Aleea?" tanya Nathan pada Aleea saat ia sudah mengendarai mobilnya meninggalkan ruko.
"Hanya sedikit mengantuk dan lelah," jawab Aleea.
"Tidurlah, aku akan membangunkanmu saat kita sampai di rumah," ucap Nathan.
Aleea hanya menganggukkan kepalanya pelan dan mulai menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.
Karena terlalu mengantuk dan lelah, Aleeapun tertidur dengan cepat. Nathanpun hanya diam dengan sesekali memperhatikan Aleea.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Nathanpun tiba di rumah. Nathan keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil di samping Aleea.
"Aleea, bangunlah, kita sudah sampai!" ucap Nathan pada Aleea.
Namun karena terlalu nyenyak, Aleea bahkan tidak menggerakkan sedikitpun badannya.
"Merepotkan sekali!" ucap Nathan dalam hati lalu menggendong Aleea keluar dari mobil dan membopongnya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1