Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Tidak Mengenal Cinta


__ADS_3

Aleea dan Evan masih berada di rooftop. Setelah suasana hati Aleea sudah membaik, Aleea mengajak Evan untuk turun karena bagaimanapun juga Aleea tidak ingin mengganggu waktu Evan di kantor.


Saat Aleea akan membuka pintu yang mengarah ke tangga darurat, Evan segera menahan tangan Aleea lalu menggandeng tangan Aleea ke arah lift.


TRIIIING


Pintu lift terbuka, Aleea menarik tangannya dari Evan lalu masuk ke dalam lift diikuti oleh Evan.


"Kenapa tadi kau mengajakku lewat tangga jika ada lift yang langsung menuju kesini?" tanya Aleea.


"Aku sengaja, aktivitas fisik yang membuatmu lelah, sedikit banyak akan menghilangkan rasa sedih yang kau rasakan," jawab Evan dengan tersenyum.


Tak lama kemudian pintu lift terbuka, Aleea dan Evan keluar dari lift bersama.


"Kalian berdua dari mana?" tanya Vina yang tidak sengaja melihat Aleea dan Evan yang baru saja keluar dari lift.


"Bukan urusanmu," jawab Evan.


"Memang bukan urusanku, tapi perempuan yang bersamamu adalah perempuan yang sudah menikah, apa jangan-jangan kalian....."


"Buang jauh-jauh pikiran burukmu Vina, apa kau tidak bisa sedikit saja berpikir positif?" sahut Aleea memotong ucapan Vina.


"Tentu saja bisa, satu-satunya hal positif yang aku pikirkan sekarang adalah tentang pernikahanmu dan Nathan, aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi yang membuat Nathan terpaksa menikahimu," ucap Vina.

__ADS_1


"Terpaksa? atas dasar apa kau mengatakan hal itu?" tanya Aleea.


Vina hanya tersenyum lalu melangkah mendekati Aleea.


"Nathan hanya terpaksa menikahimu Aleea, sadarlah!" ucap Vina berbisik.


"Abaikan saja Aleea, lebih baik kau pulang sekarang!" ucap Evan sambil meraih tangan Aleea dan membawanya menjauh dari Vina.


Tiba-tiba Aleea melihat mama Nathan yang berjalan ke arah ruangan Nathan, membuat Aleea segera menarik tangannya dari genggaman Evan karena tidak ingin membuat sang mertua salah paham padanya.


"Aleea, Evan, kalian dari mana?" tanya Hanna pada Aleea dan Evan yang berjalan berduaan.


"Aleea baru saja menemui Nathan ma, tetapi sepertinya Nathan sedang sibuk, jadi Aleea keluar bersama Evan," jawab Aleea.


"Iya ma," jawab Aleea.


"Jika kau tidak keberatan, tolong tunggu mama di lobby, mama akan menemui Nathan sebentar," ucap Hanna.


"Baik ma," balas Aleea.


Aleea kemudian pergi ke lobby, sedangkan Evan kembali ke ruang kerjanya dan Hanna segera berjalan ke ruangan Nathan.


Setelah beberapa lama berada di ruangan Nathan, Hanna kemudian keluar dan menemui Aleea di lobby.

__ADS_1


Melihat mama Nathan yang sudah pergi, Evan kemudian masuk ke ruangan Nathan.


"Apa dia sudah pergi?" tanya Nathan yang melihat Evan masuk ke ruangannya.


"Dia?"


"Aleea," ucap Nathan.


"Dia sedang menunggu Tante Hanna di lobby," balas Evan.


"Mama melihatmu bersama Aleea, apa yang baru saja kalian berdua lakukan?" ucap Nathan sekaligus bertanya.


"Apa kau cemburu?" balas Evan bertanya.


"Cemburu? hahaha..... apa kau bercanda? untuk apa aku cemburu? aku bertanya karena mama memberi tahuku hal itu, aku harus tahu apa yang kalian lakukan agar aku bisa membuat alasan yang tepat pada mama karena mama pasti menanyakan hal yang sama pada Aleea!" jelas Nathan dengan tertawa.


"Aku mengajak Aleea ke rooftop, aku hanya berusaha menenangkannya karena dia sangat bersedih setelah apa yang kau lakukan padanya," ucap Evan.


"Hanya itu?" tanya Nathan.


"Jika ada hal lain yang aku lakukan dengannya, apa kau akan cemburu?"


"Berhentilah menanyakan hal konyol seperti itu Evan, aku sama sekali tidak mencintainya, aku bahkan tidak mengenalnya jadi mana mungkin aku cemburu, aku bahkan tidak peduli dengan apa yang kalian berdua lakukan!" balas Nathan.

__ADS_1


Evan hanya menganggukkan kepalanya pelan mendengar apa yang Nathan katakan. Menikahi Aleea ternyata tidak membuat perasaan Nathan berubah. Nathan masih menjadi laki-laki yang tidak mengenal cinta.


__ADS_2