Cinta Tanpa Memori

Cinta Tanpa Memori
Usaha Bryan


__ADS_3

Tak lama kemudian, pintu ruangan Nathan terbuka. Aleea berjalan masuk ke ruangan Nathan lalu membawa langkahnya ke arah sofa.


"Kenapa kau ada disini? bukankah seharusnya kau masih berada di ruang rawat?" tanya Nathan pada Aleea.


"Aku sudah baik-baik saja," jawab Aleea.


"Apa kau yakin?" tanya Nathan.


Aleea hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa mengatakan apapun. Aleea menghela napasnya panjang lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.


"Aku lapar," ucap Aleea dalam hati.


"Kita harus pulang sekarang, Aleea!" ucap Nathan yang membuat Aleea segera membawa pandangannya pada Nathan.


"Pulang? maksudnya ke hotel?" tanya Aleea.


"Tidak, kita harus pulang ke rumah, sekarang juga!" jawab Nathan tanpa ragu.


"Kenapa tiba-tiba? apa ada masalah di kantor?" tanya Aleea yang segera beranjak dan membawa langkahnya mendekat pada Nathan.


"Iya, ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan sendiri," jawab Nathan berbohong.


"Tapi bagaimana dengan keadaanmu sekarang? apa dokter akan mengizinkanmu untuk perjalanan jauh menggunakan pesawat? bagaimana dengan mama dan....."

__ADS_1


"Aku akan mengurus semuanya, jangan khawatir," ucap Nathan memotong ucapan Aleea.


Tak lama kemudian dokter datang setelah Nathan menekan tombol merah di dekat ranjangnya.


Setelah memeriksa keadaan Nathan, dokter mengizinkan Nathan untuk keluar dari rumah sakit tetapi meminta Nathan untuk benar-benar menghindari minuman apapun yang mengandung soda.


Tanpa banyak basa-basi, Nathanpun segera meninggalkan rumah sakit bersama Aleea.


"Aku akan mengurus administrasinya, kau pesan taksi dulu!" ucap Nathan pada Aleea.


"Baiklah," balas Aleea.


Nathan kemudian menyelesaikan administrasinya dan mengatakan beberapa hal pada staf administrasi rumah sakit itu sebelum ia benar-benar meninggalkan rumah sakit bersama Aleea.


"Nathan, bisakah kita makan dulu sebelum berangkat ke bandara?" tanya Aleea.


"Tidak Aleea, kita harus segera pergi ke bandara, sudah tidak ada banyak waktu lagi," jawab Nathan.


"Tapi....."


"Aku akan membawamu lagi kesini setelah aku memastikan semuanya aman, oke!"


"Aman? apa maksudnya?" tanya Aleea.

__ADS_1


"Jangan banyak bertanya Aleea, kau membuatku pusing," ucap Nathan beralasan agar Aleea tidak banyak bertanya lagi.


**


Di sisi lain, setelah lama berusaha mencari keberadaan Aleea, Bryan mulai menemui titik terang.


Bryan merasa keberuntungan berpihak padanya saat ia melihat Aleea beberapa saat yang lalu.


Meksipun kehilangan Aleea saat berada di kerumunan, tetapi Bryan berhasil mendapatkan rekaman CCTV dari tempat Aleea menyebrang dan mendapati Aleea yang berlari ke arah rumah sakit.


"Kenapa dia pergi ke rumah sakit? apa dia menemani seseorang yang sakit disini?" batin Bryan bertanya saat ia sudah berjalan masuk ke rumah sakit.


"Apapun itu, aku yakin jika dia disini untuk mencariku," ucap Bryan dalam hati dengan tersenyum tipis.


Bryan kemudian menanyakan keberadaan pasien yang berwarga negara Indonesia disana, namun ternyata tidak ada.


Bryan mencoba menanyakan apakah ada wali pasien yang bernama Aleea dan sama seperti sebelumnya, Bryan tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


Bryan kemudian meminta izin untuk melihat rekaman CCTV hari itu, namun pihak rumah sakit tidak memberinya izin jika tidak ada alasan yang kuat.


Alhasil, Bryanpun harus memutar otaknya untuk bisa menemukan keberadaan Aleea yang ia pikir masih berada disana.


"Dimana kau sekarang, Aleea? datanglah dan temui aku, aku benar-benar menyesal atas apa yang sudah aku lakukan padamu," batin Bryan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2